Skip to content
Advertisements

Saat malaikat ada di sekitar kita

malaikat

Suatu hari Rasulullah saw bercerita mengenai tiga orang yang lepra, botak dan buta, yang diriwayatkan oleh Bukhari. Allah mengirim malaikat untuk menyembuhkan mereka dan melimpahkan nikmat dan karunia pada mereka semua.

Kepada Si Lepra malaikat bertanya, “Apa yang kamu inginkan?”
“Saya ingin sembuh, memiliki wajah yang baik, kulit yang indah. Semoga orang tak lagi jijik padaku,” jawab Si Lepra.
Malaikatpun mengusapnya dan hilanglah semua sakit lepranya.

“Lalu kekayaan apa yang kau inginkan?” tanya malaikat lagi
“Unta atau sapi,” jawab pemuda gagah di hadapannya, yang telah sembuh dari lepra.
Maka ditinggalkannya pemuda itu dengan sebuah unta yang akan melahirkan.

Si Botak pun didatangi malaikat.
“Apa yang kau inginkan?” tanya malaikat
“Rambut indah, dan sembuh dari sakit di kepalaku ini, agar tak ada lagi yang jijik padaku,” kata si Botak.
Maka seketika rambut pun tumbuh di atas kepalanya.

Malaikatpun bertanya lagi, “Kekayaan apa yang kau mau?”
“Sapi atau unta,” jawabnya.
Maka malaikatpun pergi dengan meninggalkan seekor sapi yang akan melahirkan.

Terkhir giliran si Buta. Malaikat bertanya padanya, “Apa yang kau mau?”
“Aku ingin bisa melihat,” jawabnya.
Dan malaikatpun mengusap matanya, ia pun seketika bisa melihat.

Malaikat bertanya lagi, “Kekayaan apa yang kau senang?”
“Kambing,” jawabnya.
Maka malaikatpun meninggalan seekor kambing yang akan melahirkan baginya.

Ketiga orang ini senang bukan kepalang. Mereka menjadi pemuda yang tampan, elok, dan terhormat. Ternak mereka pun beranak pinak sehingga mereka menjadi sangat kaya dan sejahtera. Kini saatnya Allah menguji mereka. Dikirimlah malaikat yang sama kepada mereka bertiga. Pertama malaikat menyaru sebagai Si Lepra, datang ke pemuda yang sebelumnya Si Lepra.

“Tolonglah aku, aku miskin dan aku ingin melanjutkan perjalanan. Engkau elok rupa, kulitmu indah, dan kekayaanmu berlimpah. Berilah aku seekor unta saja untuk melanjutkan perjalanan,” kata Si Malaikat.
“Tanggunganku banyak. Banyak yang harus kubayar. Maaf ya,” jawab pemuda itu.

Malaikat pun berkata lagi, “Sepertinya aku mengenalmu, bukankah engkau dulu sakit lepra dan orang jijik padamu? Engkau pun dulu miskin dan Allah memberikanmu kekayaan?”

Pemuda itu ternyata menjawab, “Ini kekayaan warisan dari nenek moyangku yang mulia.”
Malaikat pun menjawab, “Kalau kau dusta, Allah akan kembalikan kondisimu seperti semula.”

Maka malaikat pun pergi dan pemuda itu kembali lepra, kekayaannya pun hilang dalam sekejap.

Malaikat pergi berkunjung ke pemuda yang awalnya Si Botak, dan berkata persis seperti apa yang dikatakannya pada Si Lepra. Ternyata Si Botak pun menolaknya dan memberi jawaban yang persis sama.

Nasib Si Botak pun kemudian sama dengan Si Lepra. Botaknya kembali datang, kepalanya dijangkiti penyakit dan kekayaannya hilang seketika.

Lalu Malaikat pergi ke pemuda yang awalnya Si Buta, dan meminta hal yang persis sama dengan yang dimintanya sebelumnya pada Si Lepra dan Si Botak.
Pemuda ini lalu menjawab, “Dulu aku sepertimu, buta. Lalu Allah mengembalikan penglihatanku, dan memberikanku kekayaan. Ambillah apa yang kau inginkan. Kalau kau mau ambil semua dan meninggalkan hanya sedikit bagiku pun tak apa-apa. Aku tak akan memintamu mengembalikan apa yang telah kau ambil karena Allah.”

Malaikatpun berkata, peliharalah kekayaanmu, karena sesungguhnya kau hanya diuji oleh Allah. Allah ridlo padamu, dan murka pada kedua temanmu.

🌷🌷🌷

Sahabat,

Sesungguhnya apapun yang ada pada kita bukanlah hasil kerja keras kita saja. Kerja keras kita itu syarat. Tapi semua adalah dari Allah, milikNya yang dipinjamkan pada kita untuk menguji kita. Ujian bukan hanya datang dalam bentuk sakit, musibah, bencana, tapi juga kekayaan dan keberlimpahan. Justru ini ujian yang lebih sulit, karena kita cenderung melekat pada harta, lupa pada Yang Punya, dan merasa sengsara kalau Yang Punya memintanya kembali. Padahal kita kan hanya dipinjami.

Ujian harta juga membuat kita sombong, padahal sombong menjauhkan kita dari surga. Harta bisa membuat kita enggan berbagi, padahal ada hak orang miskin dalam setiap harta kita. Dan siapa yang tahu kalau yang datang pada kita sesungguhnya adalah malaikat penguji kita, seperti dalam kisah di atas?

Ujian harta juga sering membuat kita lupa bahwa ada banyak orang yang menjadi kepanjangan tangan Allah dalam membantu kita. Siapa yang tahu bahwa mungkin di antaranya ada malaikat-malaikat kiriman Allah? Lalu kita mengaku-ngaku semua adalah berkat kerja keras kita semata?

Malaikat dapat berubah bentuk menjadi entah siapa, juga dalam bentuk entah apa. Jadi berhati-hatilah. Mereka yang bantu kita bisa jadi malaikat, dan mereka yang minta bantuan pada kita juga bisa jadi malaikat yang Allah kirim untuk menguji kita. Jangan sombong! Jangan merasa kitalah sumber segala kekayaan dan kehebatan dunia kita. Berbagilah selalu. Berikan hak mereka yang tak mampu. Karena kita kaya berkat orang-orang kecil yang ada di sekitar kita.

Nah, apa arti kisah ini bagimu, sahabat? Apa yang kita bisa lakukan dengan sangat mudah, belajar dari sini?

Ditayangkan juga di: Malaikatkah yang barusan datang?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: