Skip to content
Advertisements

Tidak ada wrong man at the right place. Semua adalah right man at the right place, khusus untuk kita

Sering kita kesal akan kehadiran seseorang. Di acara silaturahmi lebaran, misalnya, ada saja yang bikin hati tak tenang, kesal atau galau.

“Mudah-mudahan dia ga datang. ”

” Kenapa dia yang ada di sini? Kenapa bukan si A atau si B?”

“Saya lagi begini kenapa yang ada orang yang kayak begini? Jadi makin repot. ”

“Aduh, kalau ada dia bawaannya mau marah deh.”

Sampai kita kenal istilah wrong man at the wrong place at the wrong time. Orang yang salah, di tempat yang salah, di waktu yang salah.

Tapi kalau kita fikir lagi, semua orang yang hadir bukan hadir kebetulan. Mereka dihadirkan di sana oleh Sang Maha Penghadir. Mereka dikirim olehNya, dihadiahkan lebih tepatnya.

Dan Allah tak pernah salah. BagiNya tak pernah ada wrong person, semua right man, atau right woman, right person.

Orangnya halus lemah lembut, menyenangkan dan asyik? Alhamdulillah, mungkin kita sedang disuruh belajar dari yang satu ini.

Mungkin juga kita sedang diuji, apakah kita masih teguh dengan semua prinsip dan niat kita kalau ketemu dengan yang sebaik ini?

Orangnya tegas, kepemimpinan nya baik. Alhamdulillah, mungkin kita sedang dijaga Allah melalui orang ini.

Mungkin juga kita sedang diuji, apakah kita bisa tetap mengatur diri sendiri di bawah orang yang seperti ini? Bisakah kita mengkoreksi saat ia salah?

Orangnya mengesalkan, marah-marah, bikin ga nyaman? Alhamdulillah, mungkin kita sedang disuruh belajar sabar, ikhlas, dan tahu bahwa sikap seperti ini membuat orang lain tidak nyaman.

Dan kita sedang diuji, bisakah kita menjaga kedamaian dan ketenangan hati berada di sekitarnya?

Alhamdulillah semua. Semua punya makna. Semua baik, dan yang terbaik, karena Allah tahu siapa yang terbaik yang harus ada di sana untuk kita, pada waktu itu.

Semua orang dihadirkan untuk sebuah tujuan. Dan tujuan akhirnya satu: untuk mendapat jiwa yang damai dan tenang, dalam kondisi apapun, dengan kehadiran siapapun.

Demi pertemuan denganNya.
Demi bakti untuk orang tua.
Demi manfaat bagi sesama.

Jadi, kalau ada yang membuat hati kita tidak tenang, kesal, marah, kira-kira, apa ya yang Allah ingin kita pelajari dari mereka? Kira-kira apa ya maksud indahNya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: