Skip to content
Advertisements

Lebaran indah penuh hikmah

Lebaran..

Alhamdulillah Allah memberikan kami sekeluarga kesempatan merayakan kembali Iedul Fitri. Tapi tahun ini spesial.

Mungkin karena beberapa hari sebelumnya aku lelah dengan berbagai rutinitas 10 hari terakhir Ramadlan, hari terakhir Ramadlan aku benar-benar kelelahan dan demam. Suaraku habis. Kepala pusing. Badan pegal-pegal.

Tadinya aku tidak merencanakan ikut Abang dan Hana anakku dalam kegiatan 10 hari terakhir Ramadlan mereka, karena dilarang papa. Aku memang belum 100% pulih dari sakit sebelumnya. Tapi mendengar serunya Abang dan Hana, anakku, aku jadi ingin. Akhirnya aku pun ikutan. Dan walhasil diberi sakit oleh Allah.

Tapi ternyata banyak pelajaran yang kudapat dari sakit di hari spesial ini.

1. Allah hadir dan selalu mendengar

Di hari terakhir Ramadlan itu begitu sampai rumah setelah waktu fajar, semua tidur. Aku belum bisa karena masih harus jaga Baby Fia, dan tidur sebentar di sebelahnya di sajadah.

Saat Fia nangis aku bangun, itulah saat aku menyadari aku demam.
Rasanya ga kuat gendong bayiku lagi. Buat susu saja ok lah. Saat dia nangis lagi karena susunya sudah habis aku cuma berdoa, “Ya Allah, tolong Fia, ya Allah. Aku sakit nih. Mau bangunkan Ayahnya di kamar atas juga.. aduh lemas deh. Mohon, ya Allah. Please…”

Eh kontan Allah jawab. Abang turun tangga beberapa detik setelahnya dan langsung angkat Fia. Alhamdulillah. Padahal Fia menangis pertama kali sudah lumayan lama sebelumnya. Baru setelah aku doa Abang turun dan mengangkat Baby Fia.

2. Saatnya melihat hal yang luput terlihat

Alhamdulillah hari itu aku menikmati dimanjain suami dan anak. Digosokin kakinya, tangannya, perut dll.. Alhamdulillah enak deh hehe.

Inilah cara Allah untuk membuatku merasa dicintai. “Ini dia suami dan anak yang Kuberikan pada kamu. Nikmati, syukuri!” Itu pesan yang kutangkap.

3.Belajar bahwa hidup tidak selalu ikut teori

Tadinya aku merasa aku kurang memanjakan badan sampai kecapekan, jadi aku minta izin abang lebaran aku istirahat saja, daripada memaksakan silaturahmi dengan badan demam dan masuk angin. Ternyata ga boleh oleh abang.
Akhirnya aku pun pergi ke acara lebaranan keesokan harinya.

Dan alhamdulillah sukses. Di rumah mertua sukses, di rumahku pun sukses.
Suaraku habis, ga bisa ngobrol, tapi bisa ikutan ketawa-ketawa, happy-happy, peluk saudara-saudara sana sini, asik lah. Untung suamiku ramai dan heboh. Duduk di sebelahnya cukup untuk membuatku menikmati kehebohan seru hari itu.

Saat semua tamu sudah pulang sore-sore di rumah mama papa, aku sempatkan bobo sebentar.
Magrib… Alhamdulillah sudah segar, seperti tidak ada sakit hari sebelumnya.
Cuma batuk saja yang masih banyak, dan suara belum balik. Lainnya ok. Tak ada demam atau pusing lagi.
Alhamdulillah bangeeeet.

Dan aku pun berfikir… Meskipun seharian tanpa istirahat, tanpa tidur, demam dan masuk angin malah sembuh.

Mungkin karena sebelumnya melanggar larangan papa diberi sakit
Mungkin karena berkah taat suami ikut lebaran diberi sembuh
Mungkin karena fitrah manusia harus silaturahmi.
Mungkin karena doa orang tua saat melihat aku demam…

Mungkin…
Semua mungkin.
Yang pasti Allah ridlo aku sembuh, meskipun kurang istirahat, alhamdulillah.
Jadi berbagai aspek lainnya tadi menguatkan dan bisa bawa ridlo Allah untuk menyembuhkan. Bukan semata-mata istirahat.
Alhamdulillah.

Hidup memang tidak selalu ikut teori.

4 . Belajar mengalami hal baru

Memang suara habis. Tapi mungkin Allah menyelamatkanku dari resiko perkataan yang bisa kusesali, atau merusak hubungan.
Mungkin Allah ingin membuat aku belajar diam, belajar rem.
Mungkin Allah ingin aku alami apa rasanya hanya mendengarkan, tanpa harus bicara.
Mungkin…

Yang pasti semua pasti baik. Dan aku butuhkan untuk proses pertumbuhan ku di masa selanjutnya.
Move on butuh proses penggodogan kawah candadimuka.
Alhamdulillah

Bertemu dengan keluarga sangat membahagiakan. Saling cerita perkembangan hidup masing-masing. Banyak yang happy, menggembirakan, makin sukses, alhamdulillah, bikin kita happy.

Ada juga keluarga yang adik berkakak semua anaknya sedang menghadapi ujian yang sama dan tidak mudah. Melihat wajah-wajah yang tetap happy, gembira, tanpa drama sama sekali, alhamdulillah… Happy sekali rasanya. Berharap silaturahmi ini membuat mereka lebih tenang menghadap ujianNya. Diingatkan bahwa mereka tidak sendiri. Ada kita yang selalu mendukung.

Di sisi lain, mungkin sepertinya mereka yang butuh kehadiran kita dalam masa sulit mereka ini. Tapi sesungguhnya kita juga butuh banget kok. Mungkin malah lebih butuh.

Bagiku, pertemuan dengan mereka membuatku lebih bersyukur, selain belajar mengenai ketegaran dan kekuatan mereka menghadapi ujian yang tak mudah. Hal ini membuka mataku, melihat mereka dari kaca mata lain, dengan syukur yang bertambah. Alhamdulillah.

Hana happy banget. Penghasilan ang paw nya buanyaaaak.. Alhamdulillah.
Ayah pun dapat sumber pemasukan ang paw baru.. Dari Baby Fia. Hehehe.
Hana pun happy bagi-bagi angpaw untuk semua saudara.
Alhamdulillah semua anak happy.

Saat kubuka media sosial, bahagia melihat semua teman tampil sumringah bersama keluarga. Cantik, cakep, happy, cerah, dan bukan hanya yang Muslim. Yang non muslim pun punya acara penting, ikutan silaturahmi, berlibur.
Bahagia semua.
Alhamdulillah. Rasanya dunia damai sekali. Semua indah.
Alhamdulillah untuk semuanya.

Aku, Indira Abidin, bersyukur dan berjanji menjalankan hari dengan bahagia, bersama-sama…
Dengan izinNya.
Aamiin yra

Untuk semua sahabat,

Terima kasih untuk kebersamaan kita selama ini.
Selamat Hari Raya Iedul Fitri
Taqabbalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir batin

Siraj, Indira, Hana, Fia

🥘❤🥘❤🥘❤

Advertisements

2 Comments »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: