Skip to content
Advertisements

Berubah: orang lain atau kita yang harus berubah?

change

Biasanya, bagi banyak orang, perubahan adalah sesuatu yang harus dilakukan orang lain supaya hidup kita menjadi lebih baik.
“Suami saya harusnya lebih penyayang, pasti saya lebih sayang lagi.”
“Anak saya harusnya lebih berbakti, supaya saya lebih bahagia.”
“Presiden Indonesia harusnya lebih perhatian, baru saya bisa tenang.”
“Dunia harusnya lebih nyaman bagi kita, jadi saya lebih sehat.”
“Media harusnya lebih berwibawa, jadi kita bisa mendapat berita yang bagus.”
“Boss harusnya lebih faham cara memimpin, jadi kita lebih sejahtera.”
Semua mulai dari orang lain. Jarang orang yang melihat ke dalam dan berkata,
“Saya bisa bahagia, sejahtera, tenang, dan mendapat berita yang bagus, tergantung saya, dengan izinNya.”

Jelas-jelas Sang Maha Pencipta tak akan mengubah nasib kalau kita tak mau berusaha mengubah nasib kita sendiri. Dan jelas-jelas juga Ia adalah sesuai persangkaan kita, bukan tergantung perubahan orang lain.

Kita semua berharap orang lain berubah agar kita bisa lebih baik. Hal itu seperti mencari kunci rumah di rumah orang lain. Kita tahu bahwa yang memegang kunci rumah kita sendiri adalah kita, tapi kita berharap kunci itu ada di rumah orang lain.

Yuk, daripada menyerahkan nasib pada orang lain, marilah kita mulai hijrah, mulai mengubah nasib sendiri. Dan semua bisa dimulai dari prasangka kita, pikiran kita. Karena Sang Maha Pencipta pun adalah seperti prasangka kita, dan saat kita mulai mengubah nasib kita, maka Ia pun akan membantu mengubah nasib kita. Ini janjiNya yang tak mungkin salah.

Sadarilah bahwa kita semua adalah hebat dengan segala keunikan, kelebihan dan kekurangan kita. Kita diciptakan sempurna dengan segala ketidak sempurnaan kita. Dan apapun yang kita pikirkan, itulah yang akan mengatur masa depan kita.

Semua orang suci punya masa lalu dan semua penjahat punya masa depan. Marilah kita mulai sadar, setiap kali kita berkata dalam hati atau keras-keras, “Saya akan bahagia/sukses/tenang kalau pasangan/anak/boss/perusahaan/lingkungan/teman-teman/presiden Indonesia begini dan begitu..” mulailah berfikir, “Apa hal paling sederhana yang bisa saya rubah mulai sekarang untuk bisa bahagia/sukses/tenang?”

Yuk, mulai hijrah yuk.
Mulai dari pikiran kita,
yang akan mempengaruhi perasaan kita,
yang akan mempengaruhi mood kita,
yang akan mempengaruhi kata-kata kita,
yang akan mempengaruhi perbuatan dan perilaku kita,
dan kalau terus dilakukan akan mempengaruhi kebiasaan kita,
dan mengubah sifat dan karakter kita,
dan insya Allah dengan izinNya akan mengubah nasib kita.

Bismillah.. bagiNya tak ada yang tak mungkin, bahkan langit pun bukan hambatan.

PS.
Semua yang saya tulis di blog ini adalah catatan untuk diri saya sendiri juga. Bukan berarti saya sudah sempurna dalam semua hal ini, tidak sama sekali. Yuk kita sama-sama melangkah, bergandengan tangan, saling mengingatkan untuk bisa menjadi lebih baik.
Demi pertemuan denganNya…
Demi kerinduan kita akan utusanNya…
Demi bakti untuk orang tua…
Demi manfaat bagi sesama…

Terima kasih bagi semua teman yang sudah menjadi teman melangkahku di muka bumi ini.
Semoga Allah ridlo dan membukakan jalan terbaikNya bagi kita semua. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: