Skip to content
Advertisements

Superhero pun punya masalah keluarga

Screen Shot 2018-04-30 at 8.59.38 PM.png

Dalam film Avengers: Infinity War ada pembicaraan menarik mengenai keluarga.

Gomorah adalah anak tiri Thanos dan sangat membenci Thanos. Thanos melenyapkan ibunya dan separo populasi planetnya, saudara-saudaranya dan semua yang disayanginya. Bahkan Nebula, yang juga anak tiri Thanos, disiksanya habis-habisan. Bagi Thanos Gomorah adalah anak, tapi bagi Gomorah Thanos adalah monster gila yang harus dihentikan.

Peter Quill pun tak kalah bercerita.
Ayahnya membunuh ibunya yang makhluk bumi.
Dan Peter pun terpaksa harus membunuh ayahnya sebelum ayahnya menghancurkannya dan planetnya.

Kisah Thor tak kalah seru.
Thor punya adik tiri yang sangat licik, pembohong besar dan sangat iri padanya, Loki. Berkali-kali Loki menipu dan mengkhianati Thor, bahkan hendak menghancurkan Thor.
Belum lagi kakaknya Hela yang sangat kejam.
Hela menghancurkan palu andalan Thor, membuat Thor kehilangan sebelah matanya. Asgard, planet hebat Thor pun hancur gara-gara Hela.

Sejahat apapun Loki, Thor tetap sayang pada Loki. Saat Loki meninggal di tangan Thanos Thor pun sangat berduka. Thor cukup kuat dan menerima semua ujianNya. Kejahatan Loki tak membuatnya pahit atau membenci keluarganya.

Tidak seperti Gomorah.
Kepahitannya membuatnya sangat membenci hidup.
Ia tak pernah bisa menerima kenyataan yang harus dihadapinya.
Ia tak pernah bisa membuka pintu hikmah dari ujian hidupnya.
Ia menjadi lemah karena ujian ini.

Dan kita pun diberikan dua pilihan.
Mau menjadi seperti Thor yang menjadi kuat
Atau Gomorah yang melemah?
Karena kekuatan sesungguhnya hanya datang dari penerimaan dan keikhlasan
Bermain peran dengan taat yang penuh.
Bukan penolakan dan ketidakpuasan.

Keluarga diciptakan sebagai tempat yang aman, sumber kasih sayang yang mematangkan manusia, sampai ia siap menjadi sumber kasih sayang di dunianya. Itu seharusnya.
Tapi sutradara punya cerita. Dan Allah adalah sutradara alam semesta. Tak semua keluarga diciptakanNya seperti itu. Ada keluarga-keluarga yang jauh dari ideal. Ayah Ibu yang suka memukul, tak bertanggung jawab, atau bahkan jahat luar biasa. Semua bagian dari skenarioNya.

Dan satu hal yang pasti… Allah ciptakan semua itu atas dasar cinta dan kasihNya pada kita. Tak ada ujian yang diberikan tanpa bekal. Ini rumus pegangan alam semesta.
Kita semua berserah padaNya karena memang Ia yang paling tahu apa yang terbaik bagi kita.
Termasuk keluarga yang tidak seperti harapan kita.
Keluarga yang jauh dari ideal.

Dan apapun itu, seperti apapun keluarga kita, sejahat apapun mereka, tugas kita hanya taat dan bermain peran.
Jadi mainkan saja peranan kita.
Jadilah anak, saudara yang selalu mendekat padaNya,
berbakti pada orang tua,
menjaga kehormatan keluarga,
menutup aib orang tua,
dan terus mematuhiNya
dan terus .. terus .. mendekat padaNya
minta pertolonganNya.

Karena semua manusia, semua makhluk, dihadirkanNya untuk menguatkan kita. Yang baik dan penuh kasih menguatkan melalui kasih sayang. Yang jahat menguatkan melalui ujian. Semua agar kita siap menjalankan tugas sebagai khalifahNya di muka bumi ini.

Tak semua manusia siap menjalankan tugas hanya berkat kasih sayang. Ujian dan badai topan juga penting dihadapi. Dan kadang-kadang Allah mmeberikan topan dari keluarga. Dengan ujian inilah kita mendapat bekal lengkap untuk menghadapi tugas mulia dariNya di muka bumi ini.
Tak apa.
Jalankan saja peran kita.
Tugas kita hanya taat kan?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: