Skip to content
Advertisements

Bagaimanakah kita bisa membuat warga lebih happy lagi hari ini?

happy employeed.png

Happy employees are productive employees. Warga (karyawan) yang happy 12% lebih produktif dan yang tidak happy 10% lebih tidak produktif dibanding warga biasa, menurut riset yang diadakan oleh Warwick Business School.

Sayangnya ada sebuah artikel di New York Daily News melaporkan bahwa hampir 70% warga Amerika Serikat sangat tidak happy saat bekerja. Penelitian yang dilakukan oleh Gallup Poll menunjukkan bahwa mayoritas orang Amerika merasa tidak engaged dalam pekerjaan. Padahal bagaimana mungkin warga yang di hire mahal-mahal untuk bekerja bisa berkontribusi pada kemajuan perusahaan kalau mereka tidak merasa di-engage.

Semua perusahaan wajib meng-engage warganya agar semua warga bisa mengeluarkan potensi mereka yang terbaik, menantang diri mereka lebih tinggi dan akhirnya puas karena mereka menghasilkan karya-karya terbaik dalam berkontribusi di perusahaan tempat di mana mereka bekerja.

Banyak kasus membuktikan bahwa warga-warga yang dipercaya, diberi kesempatan dan mendapat tanggung jawab yang menantang tumbuh sangat pesat dan berkontribusi besar dalam perusahaan, menghasilkan ROI yang diharapkan – bahkan lebih dari target perusahaan. Banyak kasus membuktikan hal ini. Warga happy telah membuktikan dirinya berhasil, perusahaan pun happy mendapatkan pertumbuhan yang pesat dari warganya.

Untuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan pemimpin:

1. Berhenti menekan, mulai membangun

Seringkali tanpa sadar pemimpin menciptakan tekanan yang tak membuat warganya nyaman dengan mengharapkan warganya bisa mengerjakan tugasnya seperti mereka. Mereka lupa bahwa setiap warga unik dan bisa lebih hebat dari si pemimpin kalau saja mereka diberikan bimbingan dan kesempatan yang tepat.

Lakukan coaching untuk membantu warga menemukan kekuatan-kekuatan mereka sendiri setiap minggu. Sikap kewirausahaan akan muncul saat digali dan mendapat jalan untuk dikembangkan.

Luangkan waktu untuk membahas perkembangan setiap warga secara regular, gaji, benefit dan berbagai hal sehingga tak ada hal yang menekan mereka di dalam atau luar diri mereka sendiri.

2. Kenali kemampuan terbaik

Everyone is OK. Berhentilah menghabiskan waktu mengkritik dan sediakan waktu untuk menggali potensi untuk menjadi lebih baik pada area yang paling mereka sukai. Rencanakan bersama bagaimana tim bisa memanfaatkan kemampuan mereka yang paling positif untuk menciptakan hasil yang Anda inginkan, sesuai target perusahaan.

Warga bisa terlibat dengan bisnis dan menghasilkan apa yang Anda butuhkan. Berikan mereka fleksibilitas untuk bernavigasi dan mengeksplorasi bagaimana mereka dapat berkontribusi dengan cara terbaik. Lihatlah lebih jauh. Perluaslah pandangan kepemimpinan Anda untuk mendeteksi apa yang paling penting bagi warga Anda dan biarkan mereka berkembang dengan caranya.

3. Berdayakan warga untuk menemukan potensi terbaik mereka

Stop micromanaging dan mulai temukan hal-hal terbaik yang dapat dicapai warga anda. Berdayakan penuh potensi mereka. Masukkan mereka dalam situasi yang membangun dan memperkuat kepercayaan diri mereka.

Memberdayakan warga terdengar sederhana. Namun tak semua pemimpin mampu untuk “let go” dan melangkah mundur untuk bisa mengamati. Untuk bisa melakukan hal ini pemimpin harus mampu percaya diri dan bersedia memberikan kesempatan untuk belajar dan gagal, sehingga tiap warga bisa belajar dari kegagalan tersebut dan bangkit lebih baik.

4. Letakkan warga pada posisi yang berpengaruh

Lihatlah reaksi mereka dalam menjalankan peran baru mereka. Biarkan warga Anda menemukan potensi mereka sendiri dan mintalah mereka untuk mengujinya. Saksikan bagaimana mereka memimpin dan berkolaborasi dengan orang lain.

Warga yang paling terlibat dan engaged adalah mereka yang memiliki kepercayaan pada pemimpin merasa bertanggung jawab dan menjadi contoh kinerja mereka bagi orang lain.

5. Share pengalaman untuk membangun momentum

Berbagilah pengalaman kepemimpinan dengan transparan, termasuk kisah gagal untuk dijadikan pelajaran. Warga tidak membutuhkan pemimpin yang selalu harus benar (atau dianggap sempurna) – mereka menginginkan pemimpin yang terbuka dan jujur, yang mampu belajar dari kekalahannya.

6. Konsisten dalam memberikan dukungan

Saat pemimpin on/off tidak terus terang dan tidak dirasakan mendukung, warga menjadi sangat rentan dan tidak terlalu tahu siapa yang harus dipercaya, diandalkan atau diikuti. Banyak pemimpin tidak menghargai dan tidak memprioritaskan pengembangan karir warganya. Warga manapun tak akan betah dan siap meninggalkan organisasi tersebut untuk mencari pemimpin yang bisa menghargainya. Semua ingin menjadi bagian dari tim yang penting, tanpa agenda tersembunyi.

Inilah sebabnya para pemimpin banyak kehilangan talent terbaik. Pemimpin akan kehilangan warga dan kehilangan talent-talent terbaik saat ia kehilangan kemampuan untuk membangun engagement.

Sumber: 6 Things Wise Leaders Do To Engage Their Employees

Ditayangkan juga di: Mau dibantu orang-orang terbaik? Engagement kuncinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: