Skip to content
Advertisements

Berikan semua warga kesempatan tumbuh maka perusahaan pun akan tumbuh pesat

performance

 

Semua perusahaan wajib – wajib – benar, wajib membangun tim berkinerja tinggi. Bukan hanya untuk kepentingan perusahaan, agar perusahaan dapat terus tumbuh secara berkelanjutan dengan reputasi baik, tapi juga untuk seluruh anggota team yang menjadi tanggung jawab perusahaan. Karena begitu warga diterima bekerja dan mempunyai kewajiban untuk menjalankan tugasnya, perusahaan pun berkewajiban membangun warga yang bersangkutan untuk tumbuh sesuai dengan nilai-nilai dan visi missi perusahaan.

Seperti juga warga wajib bekerja sebaik mungkin, perusahaan pun wajib membangun warganya sebaik mungkin. Dan kalau dijalankan dengan baik, perusahaan akan tumbuh bersama tiap warganya, menikmati sustainable growth yang tak rentan hancur dengan disrupsi di era VUCA (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity).

Nah bagaimana caranya?

Pengalaman-pengalaman best practice dunia menunjukkan komponen-komponen di bawah ini penting untuk mewujudkan hal tersebut:

  1. Kepemimpinan

Setiap tim membutuhkan pemimpin yang bertanggung jawab atas seluruh pencapaian tim dan anggota tim, tanpa pernah menyalahkan anggota tim nya, dan mengerjakan pekerjaan anggota tim karena anggota tim dianggap “kurang mampu.”

Pemimpin yang tidak mempercayai anggota tim, atau menyalahkan anggota timnya akan keletihan karena pekerjaan yang begitu banyak diambilnya di pundaknya dan perusahaan akan sangat sulit tumbuh, karena setiap pemimpin punya keterbatasan. Anggota tim pun tidak diberdayakan, tidak belajar dan tidak tumbuh bersama. Akhirnya mereka dikeluarkan tanpa perusahaan mampu meraup hasil dari pertumbuhan kreatifitas dan daya inovasi mereka. Rugi, bukan?

  1. Fokus pada tujuan bersama

Tujuan bersama wajib dirumuskan bersama dan wajib menjadi darah daging di seluruh anggota tim.

Semua harus eksplisit, jelas dan ditulis dengan cara yang memungkinkan setiap orang mengetahui kapan kesuksesan dicapai, sebagai bukti nyata. Setiap anggota tim harus berkomitmen untuk mencapai tujuan tersebut dan beroperasi tanpa agenda tersembunyi atau prioritas yang saling bersaing.

  1. Peran setiap divisi didefinisikan secara jelas

Peran setiap divisi/departemen yang mendukung pencapaian tujuan perusahaan dan akhirnya visi perusahaan perlu dirumuskan pula di tingkatnya. Setiap anggota tim divisi/departemen harus memiliki esprit d’corps untuk tim nya yang selaras dengan divisi-divisi lain.

Penting untuk memberi setiap subkelompok tujuannya sendiri yang jelas sebagai bagian dari perusahaan, sehingga setiap warga tahu kenapa hal yang dikerjakannya penting bagi kelangsungan usaha seluruh perusahaan. Mereka pun perlu faham peran divisi lain dan bersemangat untuk saling mendukung dan terbuka untuk saling memajukan.

Pemimpin perusahaan dan pemimpin di tingkat divisi harus menjaga agar setiap anggota tim nya saling mendukung di dalam tim dan di luar tim. Silo yang memisahkan tiap divisi dan enggan bekerja sama atau bahkan saling membicarakan hal buruk tentang divisi lain harus diantisipasi dan diberantas sesegera mungkin. Inilah sumber perpecahan, pemborosan dan kehancuran dari dalam yang sesungguhnya.

  1. Berbagi sumber daya

Ada dua jenis sumber daya. Pertama adalah sumber daya tangible yang nyata, terlihat kasat mata sehingga lebih mudah diapresiasi dan dikelola, seperti uang, ruangan, peralatan dan manusia secara fisik. Kedua adalah sumber daya intangible yang tak terlihat kasat mata sehingga seringkali terabaikan bahkan dibuang-buang dengan mubazir, seperti ide, pengetahuan, pengalaman, umpan balik, inovasi, keratifitas dan wawasan yang luas.

Seringkali, sumber daya kedua ini tidak dihargai secara tepat, dan tidak dibagi, atau tidak segera dikenali sebagai hal yang bermanfaat dan karenanya disia-siakan, terbuang percuma. Hal ini menghambat pertumbuhan, mubazir potensi dan akhirnya dapat menyebabkan tim berkinerja buruk.

  1. Komunikasi yang efektif dan hangat

Komunikasi dalam tim adalah sumber kehidupan dan sumber pencapaian tujuan. Komunikasi membawa kejelasan dan pemahaman kepada setiap anggota, sama seperti darah membawa oksigen ke otak.

Komunikasi adalah “apa yang diterima, dan bukan apa yang disampaikan.” Banyak perusahaan merasa sudah melakukan segala sesuatunya untuk berkomunikasi dan warganya tetap merasa perusahan tak pernah berkomunikasi. Hal ini terjadi karena pemimpin dan perusahaan berkomunikasi dengan versinya, gayanya dan kebutuhannya, yang tidak dirasa menyentuh kebutuhan warganya.

Teruslah melakukan survey dan pengamatan di tingkat pribadi tiap warga, tingkat divisi dan akhirnya tingkat perusahaan, untuk memastikan bahwa komunikasi efektif sudah terjadi untuk membangun semangat dan gairah kerja tinggi yang meningkatkan pencapaian dan pertumbuhan.

  1. Usaha yang konsisten, bersatu dan antusias

Bekerja dalam tim yang tidak memiliki semangat bersama sungguh sangat menyebalkan. Pastikan bahwa tiap tim dalam tiap divisi benar-benar bersemangat mencapai tujuan bersama, dari tujuan tim, tujuan divisi sampai tujuan perusahaan. Kalau semua setengah-setengah tanpa antusiasme, mubazir sekali setiap potensi terbuang percuma.

Kenalil dan kelola konflik agar semua berujung pada keakraban dan semangat saling mendukung dalam sebuah keluarga besar yang saling menyayangi.  Perbedaan pendapat adalah sehat dan saling dibutuhkan, tapi perbedaan pendapat yang berujung pada konflik dan dibahas di belakang punggung orang yang bersangkutan adalah kelemahan yang menjatuhkan dan kemubaziran sumber daya perusahaan. Pemborosan besar-besaran.

  1. Penindasan berkala dan sementara terhadap ego

Ego itu bagus untuk mendorong kita mencapai keunggulan dan mempromosikan keberanian. Namun, ego yang tidak terkendali bisa sangat berbahaya bagi kinerja tim. Hal ini terjadi saat terjadi dominasi yang membuat orang lain tak mampu mengeluarkan pendapat dan kreatifitas secara efektif untuk kepentingan bersama.

Bangunlah system yang mendukung setiap warga untuk mampu memberikan pendapat dan kontribusi yang dihargai dan dibagi untuk dinikmati bersama. Ide bagus satu orang di satu divisi perlu diapresasi oleh divisi-divisi lain agar bisa memajukan divisi-divisi lain. Inilah efekfitifitas dan efisiensi yang sesungguhnya karena satu orang di tingkat manapun, termasuk tingkat staf paling rendah pun, bisa menjadi manfaat bagi seluruh perusahaan secara luas.

Doronglah semua warga untuk mau berbicara dan harga pendapat mereka.

Contoh dunia nyata

Restoran cepat saji yang berusaha memperbaiki kerja tim menggambarkan hal ini dengan baik. Di tingkat restoran, tim fokus pada peningkatan kinerja dengan banyak individu yang terlibat – mulai mengambil pesanan untuk mempersiapkan dan kemudian mengirimkannya, semuanya dengan kecepatan tinggi.

Mereka melihat hasil sebagai berikut:

  • Anggota tim menjadi lebih terlibat.
  • Komunikasi meningkat.
  • Umpan balik yang lebih baik diterima dari para tamu.
  • Pemimpin tim lebih bertanggung jawab atas hasil.

Dengan secara berkala berhenti, menmeriksa daftar komponen penting di atas dan bertanya, “Bagaimana kita sudah mengaplikasikan komponen-komponen ini?” tim manapun dapat memeriksa dan memutuskan suatu tindakan yang membuat mereka maju bersama untuk kepentingan bersama, dan kepentingan setiap individu.

Sumber : https://www.entrepreneur.com/article/295716

 

Ditayangkan juga di: Mau perusahaan berkinerja tinggi? Ini caranya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: