Skip to content
Advertisements

Komitmen kerja demi kinerja yang tinggi dalam era yang sulit

Effective leaders build commitment, not compliance..png

Komitmen warga: bagaimana cara membangunnya? Kenapa hal itu penting?

Komitmen dalam sebuah organisasi mencerminkan tingkat kedekatan warga (karyawan) dengan perusahaannya. Mereka yang memiliki komitmen tinggi terhadap perusahaannya adalah mereka yang merasa bahwa mereka cocok bekerja di perusahaan tersebut, dan mengerti tujuan perusahaan.

Mereka lebih produktif, proaktif, inisiatif dan menunjukkan usaha yang besar untuk berhasil dalam perusahaan tersebut.

Kenapa penting?

Karena mereka memberikan nilai tambah yang besar bagi perusahaan melalui tekad mereka, dukungan proaktif, produktivitas dan kualitas kerja yang relatif lebih tinggi disbanding yang lain. Mereka lebih sehat, karena mereka happy dan tidak menghadapi konflik-konflik yang tak penting dalam bekerja. Karyawan yang berkomitmen menunjukkan perilaku positif di dalam perusahaan, mampu memberi masukan kepada perusahaan secara positif  dan mengadopsi visi dan sasaran perusahaan  (baik secara profesional maupun pribadi).

Mereka lebih kerasan dan menyenangi pekerjaannya, dan akhirnya loyal.

Dengan demikian perusahaan menikmati turn over yang lebih rendah, lebih hemat dalam mencari talent terbaik, tak usah susah-susah bolak balik harus rekrutmen, dan punya kesempatan membangun rising stars dari dalam, daripada mencari dari luar dengan harga mahal. Perusahaan menikmati biaya pengobatan yang lebih sedikit dan akhirnya kinerja serta inovasi yang lebih tinggi.

Hemat, lebih baik reputasinya dan lebih besar kemungkinan maju dalam dunia disruption. Penting kan?

Berdasarkan survei hal-hal di bawah ini sangat penting untuk membangun komitmen seluruh warga:

  1. Tujuan perusahaan yang jelas

Tahukah anggota team anda, perusahaan mau di bawa ke mana? Apa dreams nya? Visi missi dan values nya? Apakah tujuan perusahaan hanya ada di poster, annual report dan tak pernah ada di dalam hati, pikiran dan diskusi-diskusi sehari-hari? Apakah tujuan tersebut juga selaras dengan tujuan mereka secara pribadi dan mendasari semua passion dan gairah kerja mereka sehari-hari?

Tujuan usaha yang jelas, selaras dengan tujuan pribadi setiap anggota team membangun kelancaran dan kemudahan dalam bekerja secara proaktif, penuh gairah, efisien dan positif.

Perusahaan akan diuntungkan sekali dengan peningkatan efisiensi dan efektivitas bekerja. Juga jauh dari pemborosan sumber daya karena warga merasa “kurang tune in” dengan impiannya pribadi.

Rumuskanlah tujuan perusahaan yang jelas, mudah dimengerti, menggambarkan kontribusi positif dalam masyarakat. Turunkan dalam strategi yang jelas dan terkait dengan pekerjaan sehari-hari untuk setiap group usaha. Komunikasikan dengan baik, dan adakan sesi-sesi coaching untuk memastikan keselarasan antara tujuan perusahaan, group usaha, team dan akhirnya pribadi.

Pastikan setiap pemimpin membahas hal ini secara pribadi setiap minggu, menghubungkan tujuan usaha, strategi group dan akhirnya tujuan pribadi bersama setiap anggota team.

Komunikasikan setiap pencapaian sekecil apapun, agar setiap anggota team makin bersemangat dan tekun mencapai tujuan perusahaan yang selaras dengan tujuan pribadinya.

  1. Kecocokan kerja yang membangun energy dan atmosfir yang kondusif

Mereka yang merasa bekerja di tempat yang tepat akan merasa nyaman dengan diri mereka sendiri dan menikmati pekerjaan mereka. Mereka pada umumnya lebih produktif, bekerja lebih baik dengan rekan kerja dan lebih bersedia untuk berkembang.

Pastikan kecocokan yang baik antara setiap anggota team dan pekerjaan mereka. Setiap peimpin harus sensitif dalam coaching mingguan yang harus dijalankan dengan baik untuk menggali potensi setiap anggota team nya. Adakan mentoring, coaching dan training untuk menjembatani kesenjangan.

Perhatikan obrolan informal sehari-hari, dan tangkap suasana hati anggota team. KInerja saja tidak bisa menjadi ukuran. Bisa saja mereka terlihat baik kinerjanya tapi sesungguhnya bisa menjadi super rising star, kalau saja mereka diberikan pekerjaan yang lebih cocok dan mendapat coaching yang tepat. Ingat, coaching bukanlah memberi tahu, menasehati atau memberikan konsultasi. Coaching adalah bertanya, menggali potensi terdalam yang ada dan belum dikeluarkan, untuk mencapai kinerja yang jauh lebih tinggi, sesuai dengan potensi terdalam yang dimiliki.

Adakan berbagai kegiatan informal untuk membangun kecocokan dan sinergi antar anggota team. Bangun semangat saling mendukung, saling membantu dan meningkatkan kinerja. Awasi gejala tak sehat, saling sikut atau iri hati.

Kalau segalanya sudah dilakukan dan tetap saja ada yang tak cocok, jangan takut untuk memindahkan mereka ke bagian lain atau perusahaan lain. Hal ini penting bagi pertumbuhan perusahaan dan warga yang bersangkutan.

  1. Tantangan

Karyawan yang mendapat tantangan merasa dihargai dan dipercaya potensinya. Mereka terdorong untuk menantang diri sendiri untuk bisa mencapai hasil yang lebih tinggi.

Jangan berikan target perusahaan yang terlepas dari potensi pribadi setiap anggota team. Setiap pemimpin perlu benar-benar mengenali impian dan kebutuhan yang unik dari setiap anggota team untuk tumbuh lebih pesat. Warga yang merasa tertantang akan termotivasi secara sifnifikan, gembira dan bersemangat. Mereka cenderung tampil lebih baik dan lebih loyal.

Target yang tak dikaitkan dengan semangat pribadi akan menjadi target yang tak relevan secara pribadi bahkan bisa menimbulkan stress yang mematikan kreativitas.

Perhatikan bahwa untuk ini setiap pemimpin perlu:

  • Memberikan umpan balik secara teratur. Bahas dulu: “what works” untuk menggali apa saja yang sudah baik dilaksanakan. Ini adalah modal pribadi mereka untuk meyakinkan bahwa mereka “bisa” dan “mampu.” Baru setelahnya bahas “what can be improved” untuk memberikan refleksi mengenai pertumbuhan pribadi mereka agar mereka bisa menemukan tantangan-tantangan baru yang terkait dengan potensi mereka.
  • Berikan tantangan yang tinggi, dan mereka bisa melihat mereka mampu mencapainya. Target yang terlalu tinggi dan tak dirasakan realistis akan mematikan semangat dan kreativitas.
  • Perluas wawasan warga. Ajak mereka belajar dan berkarya dengan cara baru, pendekatan baru yang selama ini belum terfikir oleh mereka.
  • Coaching mingguan penting sekali dalam membantu mereka melakukan hal ini, di mana setiap warga dapat mengemukakan sendiri ide dan pandangan gila nya untuk bisa maju ke ranah yang belum mereka jangkau selama ini. Dan tentu secara otomatis akhirnya perusahaan pun ikut maju secara signifikan.

Banyak perusahaan yang tak mau atau tak merasa punya waktu membangun hal-hal di atas. Sayang sekali, perusahaan-perusahaan ini sesungguhnya membuang waktu dan sangat boros. Mereka tak sadar bahwa ketidak mampuan mereka membangun skill para pemimpin untuk melaksanakan hal-hal di atas membuat mereka menjadi perusahaan yang tak menyenangkan, boros, membuang-buang sumber daya tak perlu, dan rentan terhadap kehancuran dalam dunia disrupsi.

Sumber : https://www.effectory.com/knowledge/themes/how-to-increase-employee-commitment/

Ditayangkan juga di: Bukan Semata Kepatuhan, tapi Komitmen

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: