Skip to content
Advertisements

Menyalahkan orang lain: cara paling mudah untuk gagal

blaming (3).png

Dalam berbagai kondisi yang tidak enak, paling enak memang menyalahkan.
Menyalahkan pemerintah yang tidak becus
Si boss yang tidak kompeten
Keluarga yang merepotkan
Pasangan yang tidak sesuai harapan
Menyalahkan itu paling mudah
Semua salah, dan harus diperbaiki,
Semua kecuali diri sendiri.

Telat datang rapat, telat hadir?
Macet yang salah.
Padahal macet dari dulu juga sama saja, bukan?

Konsumen marah-marah, konsumen mengeluh?
Konsumen yang salah dan tidak tahu diri
Maka konsumen pun dituntut ke meja hijau.
Padahal kalau konsumen masih peduli untuk marah dan mengeluh,
Artinya ia masih mau mengeluarkan uang untuk kita bukan?
Dan kalau ia tak lagi punya masalah,
Ia tak butuh kita bukan?

Diberi masukan agar bekerja lebih baik,
Jadwal yang sudah padat kambing hitamnya.
Tak ada lagi waktu untuk menjadi lebih baik
Padahal kalau diatur dan ditata kerja pun jadi lebih efisien
Lebih banyak waktu untuk yang lain.
Semua orang punya 24 jam, yang satu gagal dan yang lain sukses
Bukan waktu yang salah kan?

Dan sering media penuh dengan pejabat yang saling menyalahkan
Si ini salah, si itu salah.
Padahal semua sama saja, semua bisa menjadi lebih baik.

Inilah dia Blame Trap, jebakan salah menyalahkan
Karena kita tak cukup besar untuk mengakui bahwa kita masih bisa lebih baik
Bahwa kita masih bisa tumbuh dan mencapai lebih banyak
Masih bisa menyebar berkah lebih luas lagi.

Menyalahkan lebih mudah dan lebih tak menantang
Ia tak membuat kita harus introspeksi
Tapi ia pun tak membuat kita menemukan potensi-potensi besar dalam diri
Bahwa kita bisa jauh lebih hebat, lebih maju, lebih mapan
Kalau saja setiap saat kita mau mengakui bahwa kita bisa lebih baik lagi

Setiap kejadian adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik
Kalau kita mau berhenti dan bertanya, apa yang bisa saya perbaiki?
Dan berhenti menyalahkan yang lain
Tak membuang waktu untuk mecari kambing hitam

Kritikan, masukan, nasehat, bukanlah dinosaurus atau ular
Semua itu mungkin menyebalkan tapi penting untuk kita
Dan bagaimana kalau sesungguhnya Allah yang sedang memberi pesan
Melalui orang-orang yang mengkritik, mengeluh, memarahi, atau menasehati?

Jadi, apa yang bisa kita perbaiki hari ini?
Bagaimana kita bisa berhenti mencari kambing hitam mulai hari ini?
Apa pesanNya hari ini melalui kejadian, ujian hidup
…atau sekedar nasehat, masukan dan kritik?

Advertisements

3 Comments »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: