Skip to content
Advertisements

Bully tidak hanya ada di sekolah. Apakah kita siap hadapi bully dewasa?

jaga kata.png

Banyak orang tua resah mengenai bully. Apakah anaknya terancam menjadi korban bully? Atau apakah anaknya menjadi bully?
Dan orang tua pun sibuk melengkapi anak agar tak menjadi bully dan jangan sampai juga jadi korban bully.

Setelah pagi-pagi melengkapi anak, membekali dengan berbagai pesan, orang tua pergi menuju komunitas masing-masing. Apakah mereka pun siap untuk tidak menjadi korban bully atau menjadi bully?

Masih banyak orang yang setiap kali berkelompok mencari topik mengenai keburukan orang lain. Dan kalau si korban perbincangan muncul, mereka merasa hebat kalau bisa mewakili group nya untuk tampil judes atau berkata tidak enak pada si korban.
Bully dewasa?

Dan sebagai korban, banyak pula yang tak mampu menghalau galau dan sedih, dan akhirnya menjadi korban abuse. Mereka merasa dikucilkan, merasa dibenci, dan akhirnya sakit.

Siapkah kita sebagai orang dewasa mencegah bully?

Yuk, jangan sampai kita jadi bully dewasa.
Hati-hati kalau kita cepat tidak suka pada orang lain, merendahkan orang lain, membincangkan orang lain, larut dengan emosi orang lain yang negatif. Janganlah kita ikut pada keburukan. Orang cepat sakit hati, kita ikut-ikutan sakit hati. Orang sebal kita ikutan sebal.
Padahal orang yang “dianggap menyakiti” atau “dianggap dzalim” atau sekedar jadi korban kekesalan, bisa saja orang baik yang menjadi korban salah faham. Ia tak mampu menjelaskan dirinya atau membela dirinya sendiri.
Dan bisa saja sesungguhnya ia lebih baik, lebih mulia daripada kita di mata Sang Pencipta. Minimal dalam kasus ini yang menggunjing yang sudah pasti salah.

Ingatkanlah langsung kepada yang bersangkutan untuk menjadi lebih baik. Alihkan perbincangan kalau ada si bully yang ingin mengajak kita menjadi bully dengan membicarakan keburukan orang lain. Ingatkan bahwa yang hendak dibully bisa saja lebih baik.

Masalah hasil? Belajarlah dari tiap kegagalan dan keberhasilan. Dan kalau tidak berhasil juga, itu urusan Sang Pembolak Balik Hati. Nabi pun tak selalu sukses mengajak umatnya.

Dan marilah kita belajar untuk menang dari bully.
Kalau ada orang yang menggunjing, memfitnah, menganggap kita dzalim, inilah kesempatan kita untuk introspeksi. Apa benar kita dzalim? Apa sesungguhnya kita memang kita telah menyinggung?
Kalau ya, minta maaflah sesegera mungkin.
Berusahalah perbaiki diri.
Mereka tetap jadi bully?
Bukan urusan kita. Biarkan Sang Pencipta yang menilai.

Mintalah pertolongan hanya padaNya. Serahkan segala urusan hanya padaNya.

Bahagialah menjadi korban gunjingan. Syukuri.
Karena kita sendang menabung pahala.
Bahagialah menjadi orang yang berusaha menjalin persahabatan tapi ditolak.
Bersyukurlah kalau kita merentangkan tangan tanpa dibalas
Atau memberi salam tanpa disambut.
Karena Allah yang akan membalas dan menyambut.
Jadikan keburukan yang menimpa kita sebagai kesempatan belajar
Menjadi manusia yang lebih kuat
Lebih tangguh
Dan lebih siap menjadi khalifahNya, rahmatan lil alamin.
Karena Rasulullah saw pun seumur hidupnya ditempa dengan berbagai jenis bully.

Yuk,
Bersihkan hati dari rasa tidak enak apapun.
Jaga mulut dari kata apapun yang tak berkah
Jaga perbuatan agar selalu membawa keutamaan akhlak
Insya Allah segala hal yang muncul di hadapan kita
Baik itu kesempatan menggunjing menjadi bully
Atau digunjingkan dan dikucilkan sebagai korban bully
Adalah kesempatan untuk mengasah jiwa, hati dan lidah
Untuk selalu menjaga kesucian hati, pikiran dan kata
Untuk selalu mendekat padaNya
Meraih ridloNya
Sampai kita masuk istana surgaNya.

Aamiin yra

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: