Skip to content
Advertisements

Kaya dan sederhana itu baru hebat

Mark and Priscilla

dailymail.co.uk

Siapa yang tak kenal pasangan Mark Zuckerberg dan Priscilla Chan? Mark dan Priscila adalah pasangan terkaya ketiga di dunia setelah Warren Buffet dan Bill Gates. Kekayaan Mark USD 45 Milyar, dan Mark hanya menyisihkan untuk keluarganya 1% saja.

Kalau kita lihat, ia pun berpenampilan sangat sederhana. Ia tak tampil vulgar dengan berbagai mainan kekayaannya. Pakaiannya sama terus hampir tiap hari, sederhana dan benar-benar tampil bersahaja. Padalah ia adalah manusia yang paling kaya ketiga di dunia.

Begitu juga istrinya. Istrinya tak tampil berkilau gemerlap seperti perempuan-perempuan kaya lain. Tak ada tiara dan berlian bling bling yang membuat dirinya bersinar. Sinarnya benar-benar beda, tak berasal dari barang-barang yang dipakainya, tapi tampil dari pancaran semangat dan bahagia dari dalam dirinya.

Apa kata Mark tentang bajunya itu? Kita simak yuk.

Betul, sepanjang tahun saya memakai T-shirt abu-abu dan mobil yang sangat sederhana. Saya tegaskan, saya bukan orang yang berhari-hari tidak ganti baju. Namun, saya membeli banyak T-shirt berwarna abu-abu. Saya berusaha menjalani hidup ini sesederhana mungkin, supaya menghemat pikiran dan waktu memutuskan berbagai hal yang tidak penting. Sebab memilih memakai pakaian, makan pagi, dan berbagai hal kecil itu menyita cukup banyak waktu dan pikiran. Saya tidak ingin membuang waktu hanya untuk hal2 kecil tersebut, sehingga saya bisa lebih konsentrasi melakukan berbagai hal yang lebih bermanfaat untuk masyarakat.

Saya memiliki tiga buah mobil, satu Toyota seharga USD 16 ribu, VW golf seharga USD 18 ribu dan Chevrolet TSX seharga USD 30 ribu. Setelah Facebook go public, saya ganti VW GTI seharga USD 30 ribu. Saya berpendapat, mobil hanya sebuah alat transportasi, tidak perlu yang mahal-mahal.

Saya tidak memakai berbagai barang branded, yang penting saya merasa nyaman. Mengapa butuh barang-barang yang berlebihan ? Kalau yang menyangkut kebutuhan berlebihan, justru otak, perasaan sendiri lebih butuh diutamakan.

Kata orang bijak Cina zaman dulu, “Manusia harus menaklukkan benda bukan ditaklukkan benda.” Maksudnya adalah, berbagai materi kehidupan untuk digunakan, dikendalikan manusia, bukan sebaliknya. Saya sangat setuju dengan pemikiran tersebut.

Saya sangat salut ucapan yang pernah diucapkan Mandela, yaitu : “Jiwa saya adalah pemimpin saya, nasib saya dikendalikan oleh diri saya sendiri.” Itulah sebabnya saya tidak gila branded, tidak ada manfaatnya dan sangat tidak masuk akal.

Apa yang ada dalam hati itulah kenyataan yang ada di dunia. Percayalah bahwa dunia ini adalah alam semesta yang indah, jika anda tidak percaya, anda tidak akan bisa memiliki dunia, alam semesta yang indah. Tidak akan memiliki kehidupan yang indah dan penuh kedamaian. Hal tersebut di atas merupakan keyakinan saya dan Priscilla.

Inilah Mark Zuckerberg, orang paling kaya nomor tiga di dunia.
Ia kaya tanpa harus tampil kaya
Ia bersinar tanpa harus memilik barang yang bersinar
Ia hebat tanpa harus mendapat pujian orang lain
Ia nyaman tanpa harus mencari kemewahan kenyamanan
Ia bahagia tanpa harus mencari kondisi yang membuatnya bahagia
Ia investasi bukan pada barang, tapi pada kecerdasan
Sehingga ia bisa cerdas intelektual, cerdas emosi, cerdas sosial.

Baginya keindahan tak hadir dari kepemilikan atas barang-barang, tapi pada hati yang penuh syukur. Ia mampu mensyukuri alam semesta yang indah, dan ini sumber bahagia dan kedamaiannya.

Ia tak dikendalikan barang, tak pula dikendalikan “apa kata orang” dan “gengsi” karena bisa punya ini dan itu. Punya ini dan itu malah bahaya baginya karena takut menjauhkannya dari hidup yang bermanfaat. Ia ingin fokus menciptakan manfaat, dan tak ingin berfikir soal baju atau barang apapun.

Merek mobil dan apapun yang dipakai bukanlah penanda kemakmuran baginya. Karena makmur dan sejahtera baginya dan istrinya datang dari dalam hati dan lubuk sanubari yang paling damai.

Nah, sahabat, apa yang bisa kita pelajari dari tulisan di atas? Kita tak pernah tahu bagaimana mereka ke depan, dan bagaimana mereka tumbuh sebagai seorang milyuner. Kalau kita fokus saja pada kebaikan baik-bait kata-kata di atas, pelajaran apa yang bisa kita ambil?

Bagaimanakah kita bisa menjadi manusia yang lebih baik belajar dari kata-kata di atas?
Perubahan apa yang paling mudah dan paling membawa kedamaian diri, belajar dari kata-kata dan pesan seorang Mark Zuckerberg?

Terima kasihku pada Mbak SB Mayaningsih, Group Indigo, yang berbagi tulisan di atas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: