Skip to content
Advertisements

Bersyukur seperti anak kecil setiap hari

Thank You (1).png
Beberapa hari lalu aku berbagi video mengenai anak kecil yang mengucap terima kasih untuk setiap hal kecil yang diberikan padanya. Dan seorang sahabat kemudian berkata, “Kangen dengar anak-anak bilang terima kasih untuk setiap hal kecil. Begitu besar beda.”

Aku terhenyak mendengar komentar itu. Itulah kita semua, begitu besar kita lupa untuk berterima kasih akan segala hal yang Allah berikan. Kurenungi kata-kata tersebut dan seakan-akan Allah pun berkata, “Aku kangen dengar kamu bersyukur atas hal-hal kecil.” Aku pun menangis.

Jangan-jangan Allah beri aku kanker karena Allah ingin aku bisa mensyukuri tubuhku, kesehatanku, dan kebugaranku.
Sesuatu yang kulupakan, kudzalimi dan tak kuperhatikan selama ini.
Impian, pekerjaan, hobi.. semua lebih penting daripada semua nikmat yang ada di tubuhku.

Jangan-jangan Allah beri aku sakit karena ingin aku menyadari dulu betapa besar nikmat dan karunia yang telah diberikanNya, sebelum mulai melangkah mengejar impian dan cita-cita.
Setiap kali mencapai sesuatu, selama ini aku selalu melihat ke depan dan bertanya, “What’s next? apa lagi?”
Jarang aku berhenti dan menikmati dulu, merayakan kemenangan yang ada.

Jangan-jangan Allah beri aku berbagai cobaan karena Allah ingin aku merunduk.
Begitu banyak pencapaian dan prestasi, sehingga aku lupa bahwa aku hanya hamba.
Aku terbiasa menopang segalanya di atas pundakku.
Aku bisa, aku kuat, fikirku. Lupa bahwa ada yang Maha Bisa, Maha Kuat.

Kini aku merunduk, bersujud, menghamba.
Dan begitu nikmat rasanya.
Merasakan detik demi detik hidup
Merasakan hangatnya matahari yang menghangatkan kulit,
Air yang membasahi tenggorokan,
Tanpa harus bertanya, “What’s next?
Tanpa harus multitasking demi mengejar produktivitas.

Kini aku serahkan segalanya hanya padaNya
Percaya bahwa apapun yang terjadi, semua akan baik-baik saja
Dan semua ujianNya adalah indah
Berat, tapi pasti penuh hikmah.
Terasa menghimpit, tapi yakin ada yang akan membebaskan.

Hellen Keller benar, tiap manusia perlu kehilangan dulu untuk bisa menyadari betapa besar nikmat dan karuniaNya.
Kalau kita sadar, kita tak perlu kehilangan dulu kan?
Bisakah kita bersyukur tanpa harus ditegur dulu?
Diingkatkan dengan cara yang keras?

Bagaimana denganmu, sahabat?
Kalau sampai Allah berkata, “Aku rindu kau mengucap terima kasih untuk hal-hal kecil,” apa yang akan kau katakan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: