Skip to content
Advertisements

Nikmatnya punya hati fleksibel

Ada hati yang penuh tuntutan
Orang lain harus seperti keinginannya
Harus begini dan harus begitu
Ada yang salah bicara,
Langsung komentar, “Kok begini?”
Ada yang menyebalkan dan mengesalkan
Langsung marah, “Kok begitu?”
Sulit minta maaf, sulit memaafkan
Padahal Allah pun sangat murah ampunannya

Ada hati yang senang menderita
Berusaha menyenangkan hati seluruh dunia
Melayani, merasa menjadi “keset” semua
Dan mengeluh, “Aku sudah lakukan semuanya.”
“Kepentinganku hanya nomor dua.”
Dan jadilah ia korban selamanya

Ada hati pedagang otomatis
Tanpa komando ia selalu berdagang
“Kalau dia baik, aku baik juga.
Kalau dia nyebelin, ya aku balas.”
“Ia selingkuh, ya aku selingkuh juga.”
Seakan dunia adalah pasar besar tak berbatas
Dan kebaikan menjadi komoditi yang murah
“Dia kasih aku bayar
Dia ga kasih, ya aku bubar.”

Ada lagi pengikut setia
Teman merasa didzalimi ia pun ikut memusuhi
Padahal bisa jadi penengah kan?
Yang dibilang dzalim belum tentu juga kan?
Bully pun jadi berjamaah
Solider tanpa batas
Persahabatan pembawa petaka

Memang sudah takdirnya manusia
Lahir didampingi penggoda
Yang bahagia saat manusia tak bahagia
Kalau hati kaku tertutup jelaga
Kaku dan mudah hancur

Hanya ada satu hati yang tak bisa digodanya
Hati yang ikhlas
Yang fleksibel dengan segala ujianNya
Ada yang mengkhianati?
Ada yang menghina?
Oh, aku sedang diuji
Agar aku lebih sabar

Ada teman yang merasa didzalimi?
Mungkin aku sedang diutusNya jadi juru damai
Ada yang tak sesuai “yang seharusnya?”
Oh aku sedang dilatih untuk bisa menerima
Mencari hikmah di balik segalanya
Karena segala keburukan dihadirkan olehNya
Dan pasti ada kebaikan dibaliknya

Hati yang selalu penuh syukur
Sakit? Alhamdulillah. Dosa dihapus.
Dikhianati? Alhamdulillah. Belajar memaafkan
Dirampok? Alhamdulillah. Diganti di akhirat
Difitnah? Alhamdulillah. Ada tabungan surga
Baik ga dibalas? Emang kenapa?
Emang tujuannya buat dibalas manusia?
Nggak lah ya. Murah amat harga kebaikan?

Nikmat lho punya hati seperti ini
Tak pernah sakit
Karena semua… alhamdulillah.
Semua indah
Meskipun tak terlihat indah
Tapi pasti indah
Alhamdulillah saja, yuk ah.

Advertisements

3 Comments »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: