Skip to content
Advertisements

Apa benar sunnah itu dikerjakan berpahala, tidak dikerjakan tidak apa-apa?


Pagi ini Bu Male (Ibu Maria Adi Sasono) berbagi tulisan cukup menohok bagiku. Kita simak sama-sama yuk.

🌿🌺🌿🌺

Arti Sunnah Yang Seharusnya

Kalau kita ditanya apa arti sunnah, pasti jawabannya “kalau di kerjakan dapat pahala, kalau tidak di kerjakan tidak apa-apa.”

Padahal kalau kita mengerjakan sholat sunnah rawatib 12 rakaat, Allah menjanjikan rumah di surga. Bayangkan kalau kita mengerjakannya setiap hari.

Yakin nih tidak apa-apa ditinggal?
Tidak mau rumah di surga?

Kalau kita sholat sunnah Fajar, pahalanya lebih baik dari dunia dan seisinya.

Yakin nih tidak apa-apa ditinggal?
Tidak mau pahala yang lebih baik dari dunia dan seisinya?

Seseorang yang sholat tahajud, Allah mudahkan urusannya, doa-doanya terkabul, Allah angkat derajatnya ke tempat yang terpuji, dijamin masuk surga dan selamat dari adzab neraka, dicatat sebagai orang yang berdzikir kepada Allah.

Yakin nih tidak apa-apa ditinggal ?
Tidak mau Allah mudahkan urusannya, doa-doanya terkabul, Allah angkat derajatnya ke tempat yang terpuji, dijamin masuk surga dan selamat dari adzab neraka, dicatat sebagai orang yang berdzikir kepada Allah?

Kalau kita sholat dhuha, sudah mencukupi sedekah 360 persendian dan Allah jamin rezekinya.

Yakin nih tidak apa-apa ditinggal?
Tidak mau mencukupi sedekah 360 persendian dan Allah jamin rezeki?

Seseorang yang sholat ke masjid, tiap langkahnya diangkat satu derajat dan dihapuskan satu dosa sampai ia masuk masjid.

Apabila ia di dalam masjid, dianggap mengerjakan sholat selama menunggu hingga sholat dilaksanakan, dan malaikat mendoakannya.

Yakin nih tidak apa-apa ditinggal?
Tidak mau tiap langkah diangkat satu derajat dan dihapuskan satu dosa sampai ia masuk masjid?
Tidak mau selama dalam masjid, dianggap mengerjakan sholat selama menunggu hingga sholat dilaksanakan, dan malaikat mendoakan?

Seharusnya di mindset kita bukan lagi “kalau di kerjakan dapat pahala, kalau tidak di kerjakan tidak apa-apa”.

Tapi diganti menjadi “kalau di kerjakan dapat pahala, kalau tidak di kerjakan akan RUGI.”

Kata-kata “ah, itu cuma sunnah” dari setan yang membisiki, agar kita tidak melaksanakan amalan-amalan tersebut.

Seharusnya saat inilah waktunya kita berlomba-lomba mengumpulkan amal sholeh mumpung masih di dunia, karena kematian bergerak konsisten kepada kita dengan kecepatan 60 detik/menit tanpa pernah berhenti untuk beristirahat.

Benar sekali, sahabat.

Sunnah itu bukan “dikerjakan berpahala, tidak dikerjakan tidak apa-apa” tapi “dikerjakan berpahala, tidak dikerjakan rugi.”

Yuk, ibadah sunnah apa yang dapat kita kerjakan lebih baik, lebih rutin, lebih disiplin lagi mulai sekarang?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: