Skip to content
Advertisements

Hajaar!!! Hadapi revolusi industri keempat dengan semangat Kendu

 

Alhamdulillah kemarin malam saya mewakili PT Fortune Indonesia Tbk dalam acara “Sharing Session and Business Dinner” yang diadakan oleh Kinerja Bisa dan Asosiasi Management Indonesia (AMA). Kinerja Bisa adalah mitra kita di Singapura yang selalu kami dukung dalam mengembangkan perusahaan-perusahaan Indonesia di Singapura dan perusahaan-perusahaan Singapura di Indonesia. Topik kali ini adalah suksesi dan kelangsungan usaha.

Hajaar!

https://www.youtube.com/watch?v=hTQa6woMgXE

Dari film Hajar kita bisa belajar, bahwa Fortune telah membuktikan diri sebagai perusahaan yang tangguh dan justru tumbuh dalam berbagai krisis. Beberapa krisis yang telah dilalui adalah:

  1. Kebangkrutan pemilik usaha, Fortune Australia.

Pak Indra Abidin, Pak Mulyadi Sulaiman, Pak Glen Bruce berhasil membangun kembali organisasi, menumbuhkan kepercayaan diri seluruh warga dan akhirnya kepercayaan diri klien terhadap Fortune.

Organisasi yang tak terorganisir saat itu kembali diorganisasi dan semangat Hajar mulai dijadikan dasar landasan untuk membangun keunggulan.

  1. Dilarangnya iklan di TV.

Fortune membuktikan bahwa kita tidak pernah mati gaya, warung-warung dijadikan media, PR dikembangkan, media-media lain meningkat, dan promosi lapangan dikembangkan.

Terbukti dalam krisis justru Fortune mampu tampil dengan berbagai terobosan kreatif

  1. Krisis keuangan Asia Pasifik 98

Fortune tampil unggul dengan pemasaran sosial, dan tumbuh pesat setelah memenangkan klien Kementrian Pendidikan Nasional dan World Bank dalam kampanye Aku Anak Sekolah.

Kampanye ini menjadi kampanye kebanggaan Fortune, dipuji oleh World Bank ke seluruh dunia sebagai kampanye yang paling berhasil memobilisasi kepercayaan terhadap sekolah dalam situasi krisis, mencegah menurunnya enrolment rate (terdaftarnya anak di sekolah akibat putus sekolah) yang lazim terjadi dalam situasi krisis.

Kampanye ini juga sangat membantu bisnis Fortune tumbuh pesat justru dalam situasi krisis.

Sementara banyak perusahaan sejenis tumbang atau menghilang namanya dalam krisis-krisis di atas Fortune mampu menjadi perusahaan komunikasi pertama yang go public dan  sukses pula melakukan suksesi usaha.

Apa kuncinya?

Dari film di atas kita bisa belajar bahwa ada beberapa hal penting:

  1. Bangun team dan organisasi

Leaders build the people and people build the business. Jangan dibalik.

Tugas utama pemimpin adalah membangun organisasi dan team, agar mereka bisa melayani klien dan membangun bisnis dengan baik. Saat mereka bisa melakukannya dengan lebih baik lagi daripada pemimpinnya, saat itulah proses suksesi diawali dan keberlanjutan usaha bisa terjamin.

  1. Bangun nilai-nilai dan culture

Landasan nilai-nilai dalam mengerjakan berbagai pekerjaan menjadi dasar semangat yang penting ditanamkan sehari-hari oleh pemimpin pada semua warganya.

Merekalah yang akan melanjutkan nilai-nilai ini, dan kalau tak ditanamkan dari sekarang, kita tak tahu nilai apa yang akan membawa usaha ini ke depan. Budaya kekeluargaan misalnya, terus dijaga sehingga benar-benar terasa sebagai diferensiasi. Budaya excellence, keunggulan dan kualitas, juga harus menjadi pembeda yang menjaga posisi kita unggul diantara pesaing.

Nilai ini diturunkan menjadi motto, seperti di Fortune ada Hajaar dan Kendu. Setiap saat, setiap waktu harus terus disebut dan diingatkan.

  1. Inovasi dan kreatifitas untuk selalu unggul

Hal ini sangat penting, kesempitan adalah kesempatan. Setiap krisis adalah kesempatan keunggulan. Setiap masalah adalah tantangan yang mengasah untuk maju.

Setiap hari setiap pemimpin harus memberikan tantangan untuk melatih team menemukan keunggulan-keunggulan kecil setiap hari. Hal-hal kecil setiap hari yang diasah terus akan menjadi keunggulan besar pada masanya. Mengasah diri di masa lapang akan menjadi modal ketangguhan di masa sempit.

Tantangan ke depan.

https://www.youtube.com/watch?v=kpW9JcWxKq0

Ke depan, kita ditantang bukan hanya oleh perusahaan kompetitor tapi juga oleh mesin. Puluhan ribu jenis pekerjaan akan hilang, puluhan ribu jenis produk dan layanan akan punah dan jutaan perusahaan akan tenggelam. Bagaimana kita bisa terus unggul dengan model ekonomi yang baru? Bagaimana kita bisa terus relevan dan mampu memenuhi kebutuhan yang tak terpenuhi?

Kita harus menciptakan model usaha baru, semangat baru, cara baru bekerja dan berinteraksi. More with less, bukan hanya slogan tapi harus menjadi cara kerja sehari-hari, detik demi detik, untuk tiap orang, untuk tiap jenis pekerjaan, internal maupun eksternal.

Komunikasi bukan hanya makin penting, bukan hanya dengan klien, tapi terutama dengan setiap warga, dengan cara baru yang lebih efektif, efisien, sesuai kebutuhan tiap warga, yang memungkinkan tiap warga berinovasi dan berkreasi dalam cara yang lebih baik dan nyaman. Cara yang memungkinkan tiap warga menjadi manusia seutuhnya, yang unggul secara body mind soul, dan bukan hanya mesin uang yang dieksploitasi tanpa dihargai keunikan potensi fisik, potensi spiritual, emosional dan potensi jiwanya.

Inilah tantangan ke depan, dan inilah tantangan teman-teman sekalian, sebagai pemimpin, sebagai warga.

Para pemimpin terdahulu sudah menunjukkan, sudah membuktikan, dan sudah membesarkan. Semua dilakukan untuk teman-teman semua bisa maju dan unggul sebagai penerus yang melanjutkan perjuangan ini.

The ball is in your hands. What are you going to do with it to bring blessings for the universe?

Advertisements

2 Comments »

  1. Terimkasih ya Bu Indira. Informasi yang sangat menarik dengan pemaparan tulisan yang mudah dipahami bu, isi tulisanya sangat epic sekaligus memperluas wawasan saya bu 🙂

    Harus banyak belajar nih bu saya hehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: