Skip to content
Advertisements

Tiga ucapan yang mengangkat atau menjatuhkan derajat

thank you sorry please

Sejak kecil kita diajarkan untuk selalu mengatakan tiga hal: maaf, tolong, terima kasih.

Maaf untuk semua kata, perilaku atau apapun yang tak berkenan di hati orang lain, baik yang kita sengaja atau tidak.

Tolong saat kita meminta bantuan siapapun yang ada di sekitar kita, meskipun mereka wajib melakukannya atau dibayar untuk melakukannya.

Dan terima kasih untuk semua kebaikan yang kita terima, kecil atau besar, diberikan oleh siapapun, tak peduli kelompok dan golongan.

Tiga ucapan ini menentukan siapa kita, terpelajar atau tidak, berakhlak atau tidak, berderajat tinggi atau rendah, mulia atau tidak. Sekaya apapun seseorang, setinggi apapun jabatan seseorang, kalau tak mampu mengucapnya saat mereka harus mengucapnya, mereka bukan orang terpelajar dan sulit disebut orang yang mulia.

Kalau kepada orang lain kita wajib mengucapkannya, jangan lupa mengucapkannya pada seluruh organ tubuh kita. Karena mereka begitu hebat bekerja keras untuk kita, dan sering kita langgar hak-haknya. Tanpa mereka kita tak bisa apa-apa.

Dan kalau ke manusia kita wajib mengucapnya, maka bagaimana kepada Allah, Sang Pencipta yang memberikan begitu banyak kebaikan, satu-satunya yang bisa memberikan segala bantuan, yang sering kita langgar perintahnya, dan kita kerjakan larangannya.

Bagaimana mungkin bibir kita bisa berhenti bergerak untuk mengucap semua itu padaNya, karena setiap detik seluruh organ tubuh bekerja di bawah kendaliNya, udara keluar masuk paru-paru, sebagai karuniaNya, dan kita bisa melihat, mendengar, menulis, membaca, yang tak terhingga nilai dan manfaatnya.

Bagaimana bisa kita berhenti berucap, karena sebagai manusia betapa banyak kita melakukan kesalahan. Setiap detik ada saja yang tak sesuai dengan perintahNya. Ujian yang diberikanNya sering tidak kita ikhlaskan, tak kita syukuri, tak kita cari hikmahNya dan tak pula bisa kita bagi pelajaranNya kepada yang lain. Betapa sering kita mengecamNya, tak adil, tak mendengar doa, tak hadir saat kita butuh. Betapa banyak orang yang tak kita syukuri kehadirannya, betapa sering kita masih merasa kesal, galau, tak suka, benci. Padahal semua ujian, semua orang baik yang menyenangkan atau menyebalkan, adalah bagian dari kebaikanNya bagi kita.

Bagaimana bisa kita berhenti meminta, karena setiap detik memang diciptakan agar kita mau merendahkan diri meminta padaNya. Karena kita tak punya apa-apa tanpa pemberianNya, tak bisa apa-apa tanpa kekuatanNya, tak bisa mencintai dan dicintai tanpa kasih sayangNya. Siapalah kita tanpa karuniaNya yang seluas samudra tak bertepi?

Maka jangan pernah izinkan bibir kita kering, jangan biarkan hati kita kosong, dari ucapan maaf, terima kasih dan minta tolong kepadaNya dengan berbagai doa dan dalam segala bahasa. Dzikirlah selalu, tafakurlah selalu, dekatkan diri, pikiran dan hati padaNya.

Karena tiga ucapan inilah yang menentukan derajat kita, kemuliaan kita, baik di dunia maupun di akhirat. Baik untuk seluruh manusia, seluruh organ pikiran dan jiwa kita, maupun untuk Sang Pencipta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: