Skip to content
Advertisements

Berbuat baiklah sampai semua asisten setia padamu

“People don't care how much you know until they know how much you care”.png

Zaid bin Haritsah adalah orang bebas yang kemudian menjadi tawanan perang saat sukunya kalah perang. Zaid kemudian menjadi budak dan dibeli oleh Khadijah, istri Rasulullah saw. Zaid membantu berbagai urusan Rasulullah saw.

Suatu hari ayahnya, Haritsah, ingin menebus Zaid dari Rasulullah saw. Maka didatanginya Rasulullah saw dan dinyatakannya keinginannya untuk menebus Zaid. Rasulullah saw mengatakan bahwa Haritsah tak perlu menebus, kalau Zaid mau, Zaid bebas untuk pulang ke rumah Haritsah.

Maka Haritsah pun mengatakan pada Zaid bahwa kini Zaid sudah bebas, dan diajaknya anaknya pulang. Disangkanya mana mungkin ada anak yang tak mau pulang bersama ayahnya dan meninggalkan tuannya sebagai budak.

Ternyata Zaid mengatakan, “Demi Allah aku tak akan mengedepankan seseorang pun di atas Muhammad.”

Ternyata Zaid tak mau pulang bersama ayahnya karena merasa bahwa ia diperlakukan lebih baik oleh Muhammad. Zaid pun oleh seluruh sahabat dipanggil sebagai anak angkat Rasulullah saw, tapi Allah menegaskan bahwa semua anak harus terus bernasab pada ayah kandungnya. Silakan memperlakukan anak asuh, asisten yang sudah seperti anak, anak adopsi, dengan baik dan penuh kasih sayang. Tapi nama mereka tetap harus bernasab ke ayah kandung, atau ke ibu kandung untuk anak zinah.

Para ulama mengatakan bahwa kisah ini menggambarkan bahwa Rasulullah saw benar-benar memiliki akhlak mulia, termasuk dalam memperlakukan seorang budak. Zaid diperlakukan seperti anaknya sendiri, dan sangat disayang. Hal inilah yang membangun kesetiaan Zaid pada Rasulullah saw. Dan terbukti Zaid sangat banyak peranannya dalam kesuksesan Rasulullah saw dalam menjalankan tugasnya sebagai utusan Allah.

Inilah kisah yang Allah sajikan bagi kita semua untuk kita contoh. Perlakukanlah semua asisten rumah tangga, asisten di kantor, dan semua asisten lainnya, dengan baik. Asisten yang diperlakukan dengan baik insya Allah akan setia dan menjadi pendukung hidup yang penting bagi kita. Coba bayangkan tanpa asisten-asisten kita, tentu hidup kita akan lebih repot. Maka hargailah mereka dan jangan bedakan mereka, karena di mata Allah bisa jadi mereka lebih mulia daripada kita.

Nah, apa yang bisa kita lakukan dengan lebih baik lagi untuk berbuat baik pada semua asisten kita?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: