Skip to content
Advertisements

Ibu-ibu, mbak-mbak, shalat berjamaah, yuk

shalat berjamaah.png

Setiap saat ada di tempat-tempat umum di jam-jam shalat saya selalu mencari shalat berjamaah. Kalau kebetulan ada imam laki-laki saya tenang, karena selalu bisa ikut, meskipun kadang suaranya tidak terdengar di tempat perempuan. Nah, para imam, sadarilah bahwa yang ikut banyak, jadi mohon keraskan suara ya.

Kalau tidak ada, saya selalu mengajak yang disebelah-sebelah saya untuk shalat berjamaah. Ternyata tidak mudah. Kadang saya menepuk pundak yang sedang shalat di sebelah saya menandakan bahwa saya mengikutinya sebagai makmum, tapi tetap saja tidak dikeraskan suaranya.

Seringkali saya berhasil shalat berjamaah, tapi yang lain tak ada yang mengikuti dan lebih memilih shalat sendiri.

Ibu-ibu, akhwat sekalian, kita biasakan yuk shalat berjamaah yuk. Bahkan saat di rumah, kalau bisa berjamaah, berjamaah yuk.

Bagi perempuan, shalat di ruang khusus di rumahnya lebih baik, lebih afdol, lebih utama daripada di luar rumah, bahkan di masjid sekalipun. Dan shalat berjamaah lebih baik daripada shalat sendiri.

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” Al-Baqarah – 43

Maksudnya, shalatlah bersama-sama.

“Shalat wajib berjamaah lebih utama daripada shalat sendiri sebanyak 27 derajat.”  HR. al-Bukhari

“Shalat wajib bersama imam lebih utama daripada 25 kali shalat yang dikerjakan sendirian.” HR. Muslim

Khusus untuk perempuan Rasulullah saw pernah bersabda:

“Shalatnya salah seorang di makhda (kamar khusus yang digunakan untuk menyimpan barang berharga) lebih utama daripada shalatnya di kamarnya.
Dan shalatnya di kamar lebih utama daripada shalatnya di rumahnya.
Dan shalatnya di rumahnya lebih utama daripada shalatnya di masjid kaumnya.
Dan shalatnya di masjid kaumnya lebih utama daripada shalatnya bersamaku.”
HR. Ahmad

Jadi buatlah ruang khusus shalat di rumah, sebagai tempat paling afdol bagi perempuan untuk shalat.
Kalau tidak ada, shalat di kamar, lebih baik daripada di ruang-ruang lain.
Kalau tidak bisa shalat di kaumnya, di lingkungannya sendiri, di mana ia mengenal para jemaah di sana.
Ini yang afdol bagi perempuan, meskipun di mana saja ia shalat, tetap baik baginya.

“Jangan kalian mencegah hamba-hamba perempuan Allah dari shalat di masjid-masjid-Nya.” HR. Al-Bukhari  dan Muslim

Dalam riwayat Abu Dawud (no. 480) ada tambahan:
“…meskipun rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka.”

Jadi, bagi kita, perempuan, kalau bisa shalat di rumah, di rumahlah. Usahakan sudah tiba di rumah pada jam shalat. Dan kalau bisa berjamaah di rumah lebih baik lagi. Tapi bagi yang bekerja, atau sulilt ada di rumah pada jam shalat, shalat lah di manapun kita berada, dan upayakan berjamaah dengan jemaah perempuan lainnya, agar setiap shalat kita berlipat ganda derajatnya.

Coba kita bayangkan, pada saat mereka sedang tidak di rumah, para jemaah perempuan di berbagai mushalla shalat berjamaah dan tidak sendiri-sendiri, lebih indah kan?

Sumber:

Amalan Berpahala Berlipat Ganda: Shalat Berjama’ah

https://muslim.or.id/28381-wajibnya-melaksanakan-shalat-secara-berjamaah.htm

Hukum Shalat Berjamaah di Masjid Bagi Wanita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: