Skip to content
Advertisements

Berserahlah pada semua takdir dan ketentuanNya, karena semua pasti yang terbaik 


Iedul Adha 1435H. Waktu itu Hari Tarwiyah, Mabit di Mina dan Wukuf Arafah. Hari-hari itu benar-benar istimewa bagi rombongan haji kami. Sebelum berangkat banyak yang mengatakan hari-hari ini sungguh berat. Kami pun sudah bersiap-siap. Ternyata apa yang kami alami jauh lebih baik dari apa yang telah kami siapkan sebelumnya. Kami tak merasa kepanasan, tak harus mengalami mengantri toilet dengan antrian 6 orang di depan kami, makanan berlimpah, wudlu pun mudah. Alhamdulillah, semua proses menyenangkan, lancar, mudah dan nikmat.

Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu akbar tak henti kami ucapkan. Mungkin sebenarnya memang sulit tapi karena kami tetap bahagia maka semua nikmat dibuatNya bagi kami.

Namun… Dalam perjalanan menuju Mekah, ada kejadian tak terduga. Jalan menuju Mekah ditutup dan bis kami harus mencari jalan-jalan alternatif sehingga kami baru sampai Mekah menjelang shalat subuh. Seharusnya kami tiba di Mekah pukul 2 pagi dan kembali ke apartemen sebelum shalat subuh.

Saya tak mengeluh. Saya happy saja, meskipun saya tahu panitya pasti kebat kebit memikirkan konsekuensinya karena tak mudah mengganti rencana dalam kondisi seperti itu.

Alhamdulillah di luar rencana kami tiba di Masjidil Haram menjelang subuh, jauh di luar rencana. Dan saya tetap bersyukur. Ternyata asyiknya, Masjidil Haram tak sepadat sebelumnya. Kami bisa shalat subuh dalam kondisi longgar, thawaf dengan lancar.

Tenggorokanku saat itu sangat sakit. Aku pun thawaf tanpa suara. Hanya doa di dalam hati. Tapi semua tak menghalangi bahagiaku.

Dan kami dapat merasakan shalat Ied tepat di hadapan kabah. Saya sampai nangis… Subhanallah. Semua di luar rencana, dan semua sangat membahagiakan.

Setelah thawaf kami pun minum air zam zam dan aku berdoa agar disehatkan olehNya.

Waktu mulai sai.. aku mencoba untuk berdoa dengan mengeluarkan suara, dan ajaib, tenggorokanku tak terasa sakit lagi. Aku pun dapat berdoa dengan mengeluarkan suara setelah itu. Luar biasa ajaibnya.

Tiba saatnya pulang ke apartemen. Panitya bingung karena biasanya bis tidak bisa masuk ke wilayah Masjidil Haram setelah shalat Ied. Mereka pun sudah siap-siap dengan berbagai rencana.

Namun Alhamdulillah bis yang membawa kami kembali ke Aziziah pun dapat dengan mudah masuk ke terowongan di bawah pelataran bis Masjidil Haram untuk menjemput kami. Hal ini benar-benar luar biasa, karena setelah shalat ied biasanya tak ada bis yang bisa masuk. 

Rupanya Pak Ali, supir bis kami, menghubungi ibunya yang memang sangat rajin ibadah, untuk mendoakan agar ia dapat memasuki terowongan di bawah pelataran Masjidil Haram. Ibunya pun mendoakannya dan ajaib… bis yang dibawanya tak dihalangi oleh petugas seperti bis lainnya. Subhanallah..

Alhamdulillah, Allah Maha Baik.

Tak ada yang sesuai rencana… semua berantakan karena ada rombongan yang menghalangi kami masuk Mekah pada waktunya. Dan ternyata yang di mata kami berantakan ini luar biasa indah. Semua ini memang skenario Allah. Allah memberikan yang jauh lebih baik daripada yang direncanakan.

Memang manusia bisa berencana, Allah yang menentukan. Dan ketentuannya lebih baik daripada rencana manusia.

Berserahlah pada takdirNya. Apapun kebahagiaan atau kesengsaraan yang terjadi hari ini sudah tertulis dalam kitabNya ribuan tahun sebelum kita dilahirkan di dunia. Dan semua tertulis atas dasar cintaNya. Bahagia saja.

Kata-kata yang paling merusak adalah: “Seharusnya…” atau “Kok…?” Dan berbagai keluhan dengan hati tidak enak.

Dan kata-kata yang terbaik adalah: “Alhamdulillah…” atau “Untung saja…” dan “Baguslah…” semua terucap sambil tersenyum, apapun yang terjadi. Coba saja ucapkan tiga kata ini, apapun yang terjadi. Otak akan melengkapinya dengan hikmahNya di balik berbagai kejadian dan takdirNya.

Sungguh nikmat menjadi manusia yang percaya pada cintaNya. Dalam kegembiraan bisa bersyukur, dalam sakit dan kesulitan pun tetap bersyukur. Atas dirinya ia bersyukur, atas semua orang yang hadir dalam hidupnya ia bersyukur. Segala urusannya baik dan membahagiakan.

Dan bahagia pun selalu hadir dalam hati yang penuh syukur, apapun yang terjadi, meskipun semua tak sesuai rencana. Karena tak ada yang mengalahkan kebaikan rencanaNya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: