Skip to content
Advertisements

Hati-hati sampah emosi yang membinasakan

Seorang adik marah pada kakaknya yang dianggapnya tak mau mendengarkan keluhan-keluhannya. Maka dimakinya kakaknya dengan kata-kata penuh marah.

Kakaknya terkejut tapi hanya tersenyum dan diam.

Adiknya yang lain tidak terima. “Kak, kok diam saja sih? Nggak bisa dibiarkan dong seperti ini”

Kakaknya tersenyum.
“Tak apa. Adikmu sedang membuang sampah emosinya. Kalau sampai membuat hatimu terpengaruh dan ikut marah, tandanya sampah itu kamu terima dengan baik dan ikut mengotori hatimu. Kalau kau sampai ikut membalas dengan kata-kata marah juga, tak ada bedanya kau dengan pembuang sampah.

Ayo, kamu ikutan nggak terima? Ikutan marah? Sekarang bersihkan hatimu yuk. Fitrah kita sebagai manusia khalifahNya adalah manusia berjiwa tenang yang ikhlas dengan apapun yang terjadi, dan mensyukurinya, berbuat kebaikan dari tiap kejadian. Bukannya terpengaruh dan ikut marah.

Adikku sayang,
Banyak sekali caci maki di berbagai tempat. Inilah sampah yang menbinasakan karena tak disadari efek bahayanya.
Sampah ini dilempar melalui kata-kata penuh emosi dan mengotori banyak hati yang terpengaruh olehnya.
Saat ia dilempar langsung pada orangnya ia bisa membuat konflik, cek cok dan permusuhan. Yang tadinya tak tahu bisa ikut-ikutan bermusuhan. Sampah pun tersebar makin luas seiring dengan berbagai dampaknya. Benci, kesal, marah, dengki, iri dan berbagai jenisnya, mengotori seluruh kota, negara bahkan bola dunia, melalui media.

Saat ia dibahas di belakang punggung, sampah akan membentuk sampah-sampah prasangka, fitnah, gossip yang juga meluas ke seluruh penjuru.

Dan jangan pikir sampah yang dipendam di dalam hati tak berbahaya. Sampah manapun akan menjadi busuk, berbau dan merusak. Ia merusak hati, pikiran, jiwa dan tubuh.

Sampah emosi ini sungguh bahaya karena ia tak terlihat dan tak tercium baunya. Dan sesungguhnya ia lebih bau dari sampah fisik yang paling bau. Sampah ini merusak hati yang menyimpannya. Ia menutup nurani dan membuatmu susah menangkap petunjukNya. Ia mendorongmu berbuat lebih buruk lagi. Karatnya merusak sel-sel tubuhmu dan membuat organmu sulit mendapat energi. Dan saat hati menjadi buruk dibuatnya, maka buruk pulalah seluruh anggota tubuhmu. Berbagai penyakit mudah tiba, kanker sekalipun.

Sadarilah sampah emosi ada di sekeliling kita. Dan meskipun kita tak tahu energi amarah, benci dan kesal terhadap kita terlontar di balik punggung, sampah ini pun bisa menyakiti kita. Meskipun kita tidak menerimanya, tidak membalasnya, mendengarnya pun tidak.

Jadi lindungi diri dengan penuh kesadaran. Detik demi detik, momen demi momen. Doakan semua orang, dari keluarga, agar mereka semua sehat lahir batin, dan selalu ada dalam lindunganNya. Maafkan mereka dan mohon maaflah pada mereka. Mintalah perlindungan dari Sang Maha Pelindung.

Katakan setiap hari: ‘Aku berlindung padaNya dari segala dengki dan emosi buruk apapun.’ Dan sampaikan pada diri, ‘Aku kuat karena berlindung pada Sang Maha Kuat.’ Sadari detik demi detik akan hal ini. Jangan lepas dari doa karena kita tak pernah tahu kapan sampah emosi terlempar dan bisa mengganggu hati kita, sadar atau tidak, dengar atau tidak.”

“Wah… terus gimana dong TV juga banyak bahas gossip, Kak.”

“Cari yang bagus saja. Lindungi hatimu, sayang.”

“Gossip? Orang mengeluh? Kan ga enak kalau teman nggak didengar.”

“Senyum saja dan langsung ganti topik. Hanya manusia yang lemah yang membahas kelemahan manusia lain. Saat temanmu gossip dan mengeluh, artinya mereka sedang lemah. Bantu mereka agar mereka tumbuh menjadi lebih kuat. Bantu mereka ikhlas, bersyukur dan berbagi. Suatu hari mereka akan berterima kasih. Kalau tidak di dunia, di akhirat.”

“Kalau ada orang menghina kita gimana? Masak ga dibalas?”

“Selama kamu sabar dan tak membalas kamu diuntungkan. Bagaimana tidak, dosamu menjadi tanggungan mereka dan pahala mereka bisa menjadi milikmu. Asik banget kan?

Tapi kalau kau memaafkan dan mendoakan kau naik derajat. Makin dekat kepadaNya.
Sabar, maafkan dan doakan mereka. Minta perlindungan dari serangan emosi mereka yang bisa menyakitimu. Maka kemuliaan menjadi milikmu, derajatmu naik, dan mereka pun terlindung dari makian mereka sendiri.”

“Emosi bisa sampai bikin binasa maksudnya apa sih? Segitu bahayanya kah?”

“Iya. Dia bisa membuat orang yang tadinya tak kenal jadi membenci.
Yang damai jadi penuh permusuhan.
Yang hatinya tadinya damai jadi bergejolak.
Yang saling mengasihi jadi saling mendendam.
Dan yang kasihan semua sel-sel tubuhmu.
Saat kau terkena sampah ini dan masuk hatimu ia merusak seluruh organ tubuhmu.
Makanya makin banyak orang sakit sekarang.”

“Hmmm… nggak gampang ya Kak?”

“Ya iyalah. Memang Allah memberikan surga gratis tanpa ujian? Setiap saat Allah uji kita dengan melempar bola-bola ujian. Mampukah kita menangkis dengan cantik?
Dengan ikhlas, syukur, berbagi dan terus bahagia.
Atau kita keok kena smash?
Ya gapapa, bangkit lagi dengan kesadaran baru.
Setiap smash dari Allah adalah pelajaran, membuat kita belajar mengubah ujian jadi kesempatan berbuat baik. Untung Kakak kena smash hinaan tadi. Kakak bisa smash balik dengan membahas ini sama kamu kan?
Kalau sampai Kakak terpengaruh, wah, keok itu tandanya. Hehe.”

Yuk, sahabat yuk,

Kira-kira apa yang bisa kita lakukan detik ini untuk membersihkan hati dari sampah hati yang pernah ada?
Yang tersimpan rapih, membau tanpa ada orang tahu?
Yang terlontar dan menyakiti?
Yang tersebar ke mana-mana tanpa kita sadari?

Bagaimanakah kita bisa bangkit dengan kesadaran baru?

Semoga Allah bersihkan semua sisa sampah dalam hati, melindungi kita dari dampak kebinasaannya dan dari sampah yang sama di kemudian hari.
Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: