Skip to content
Advertisements

Hiduplah detik demi detik, momen demi momen, untuk membangun penolong sampai akhir zaman

manusia paling cerdas (1).png

Saat kulihat berita hari ini, ada sahabat yang meninggal, ada yang baru lahir, ada yang berulang tahun. Semua jenis momen terjadi dalam satu detik.
Dan suatu hari kita pun akan dipanggil pulang.
Seperti mawar yang suatu hari layu dan luruh, tak lagi punya kesempatan membawa manfaat bagi dunia.
Sempatkah kita manfaatkan waktu di dunia ini untuk membawa manfaat dan tidak membawa keburukan?
Mungkin kita tidak bisa menjaga agar seumur hidup kita isinya hanya kebaikan dan tidak ada keburukan sama sekali. Tak ada manusia yang bebas kesalahan atau bebas dosa.
Tidak juga kita bisa jaga satu tahun bebas kesalahan.
Tapi kita bisa jaga satu detik yang satu ini untuk bebas kesalahan, dan mengisinya dengan kebaikan.
Satu detik ini saja.
Diikuti dengan detik berikutnya, dan detik berikutnya.
Karena hidup memang isinya adalah detik demi detik, momen demi momen.

Dan manusia paling cerdas adalah manusia yang mampu menjadikan tiap detik sebagai amal jariah,
Penolong sampai akhir zaman, di dunia dan di akhirat.

Setiap detik, jagalah hati
bersih dari segala dengki, keluhan, tidak puas, marah, dan segalanya yang tidak enak.
Pilih rasa yang enak dan nyaman saja.
Sadari setiap detik, kalau ada keluhan, ada yang bikin jengkel, ganti dengan doa, cari hikmahnya. Coba katakan.. “Bagus itu…” atau “Untung ada…”
Semoga titik-titik di belakangnya cepat terisi sehingga kita bisa jaga tiap detik dengan ikhlas, nikmat dan syukur.
Tanpa rasa tidak suka, tidak enak, tidak nyaman, benci, atau marah.

Setiap detik, jaga segala kata yang benar, baik dan bermanfaat.
Kalau tidak, lebih baik diam.
Bertanyalah dulu, benarkah? Atau aku melebih-lebihkan agar terlihat hebat?
Baik kah? Sopankah? Atau beresiko membuat orang lain marah?
Bermanfaatkah? Membahagiakan? Memotivasi? Mencerdaskan?
Kalau tidak, lebih baik diam. Ganti dengan doa agar kata yang keluar bisa menjadi kebaikan.
Dan lebih baik lagi kalau kebaikan ini bisa difahami, dan dibagikan lagi, agar kebaikannya bisa menyebar sampai akhir zaman.
Dan setiap kata pun bisa menjadi amal jariah, menjadi warisan bagi dunia
Penolong sampai akhir zaman.

Setiap detik, jagalah perilaku hanya yang baik dan bermanfaat
Seberapa penting kita melakukan hal ini?
Untuk siapa saja hal ini penting?
Bagaimana agar yang kita lakukan detik ini bisa menjadi amal sholeh dan amal jariah, yang membawa kebaikan sampai akhir zaman?
Bagaimana agar yang kita lakukan memberdayakan?
membuat orang lain menjadi lebih baik?
Warisan yang bisa ditiru sampai akhir zaman?

Apa rasanya kalau suatu hari di akhirat kita menemukan banyak sekali pertolongan yang datang, setiap saat setiap kali kita ditanya dalam masa pertanggung jawaban kita.
Ternyata pertolongan datang dari mereka yang menjadi lebih baik, yang terus ada sampai akhir zaman.
Tak henti henti, tak habis-habis.

Apa rasanya kalau suatu hari di dalam surga kita dihampiri banyak sekali orang yang berkata, “Terima kasih, berkatmu, atas izinNya, kami ada di sini.”

Apa rasanya kalau semua hal itu terjadi?

Apa yang bisa kita mulai lakukan lebih baik detik ini juga, untuk menjaga rasa, menjaga kata, dan menjaga perilaku, agar semua menjadi amal jariah?

Apa pula yang bisa kita lakukan lebih baik lagi detik ini juga, agar kita lebih siap kapanpun kita dipanggil olehNya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: