Modelling, meneladani para tokoh untuk naik kelas, mengatasi berbagai ujian hidup

teladan rasul.png

Pusing? Banyak masalah? Hidup penuh ujian?

Tidak perlu pusing atau lebay, apapun yang kita anggap berat banget, sudah banyak dialami banyak orang lain selama bumi berputar. Makin tinggi “kelas” seorang manusia, makin berat pula ujiannya. Dan suatu hari nanti kita akan tengok hari ini dengan penuh kemenangan. Seperti kita menengok masalah-masalah yang berhasil kita lalui di masa lalu.

Kata Einstein, kita tidak bisa menyelesaikan sebuah tantangan (masalah) pada level tantangan tersebut muncul. Jadi kita harus naik kelas untuk bisa mengatasi tantangan-tantangan kita saat ini.

Salah satu cara paling mudah adalah meneladani tokoh atau mereka yang sudah berhasil. Meneladani tokoh inilah yang menjadi salah satu cara untuk naik ke level yang lebih tinggi, dengan pola pikir, pola hidup dan pola hidup baru.

Banyak sekali tokoh yang kita bisa pilih.

Dalam manual kehidupan yang dikirimkan Sang Pencipta Kehidupan kepada kita semua, kita diberikan banyak sekali contoh-contoh teladan.

Sakit? Coba tengok kisah Nabi Ayub.
Kesal karena nasehat kita tidak digubris? Wah, hampir semua tokoh mengalami hal ini. Semua bisa diambil.
Ada dalam lubang kegelapan tanpa harapan? Tengok kisah Nabi Yunus dalam perut ikan.
Bingung soal LGBT? Tengok kisah Nabi Luth as.
Punya anak perempuan? Tengok kisah Maryam, perempuan suci ibunda Nabi Isa as.
Tidak punya anak? Tengok kisah Nabi Zakaria as dan Nabi Ibrahim saat berdoa meminta anak.
Didzalimi saudara sendiri? Pelajari kisah Nabi Yusuf as.

Rasulullah pun sudah mengalami berbagai kasus yang kita alami. Dijamin. Karena memang sudah dibuat begitu olehNya. Kalau kita tengok hidup Rasulullah saw pun kita bisa temukan berbagai kepribadian menarik dari sahabat-sahabatnya:
Abu Bakar yang lembut hati dan sangat dermawan.
Umar, kaisar yang ditakuti, tegas luar biasa, dan juga sederhana dan sangat rendah hati.
Usman yang sangat halus, pemimpin konglomerat multi dimensi yang mampu membaca energi.
Ali, ilmuwan cerdas gagah berani yang unggul dalam berbagai medan perang, dan juga sangat sederhana hidupnya.

Semua sudah Allah sediakan sebagai teladan hidup kita dalam menghadapi berbagai masalah. Kita tinggal pelajari Quran dan Hadits, lengkap sudah semua petunjuk yang sangat relevan bagi keseharian kita.

Bagaimanakah kita bisa menjadi seperti mereka?

1. Tentukan teladan hidup
Tentukan tokoh yang ingin kita jadikan teladan, sesuai dengan kebutuhan hidup kita. Bagi orang Islam, ambillah Rasulullah saw sebagai salah satu model kita, dan tentukan satu dua lagi. Jangan lebih dari tiga total.

2. Pelajari apa saja yang mereka katakan, lakukan dan rasakan
Pelajari baik-baik, dalam setiap kondisi, apa yang terjadi. Bayangkan kira-kira apa yang mereka rasakan, bagaimana emosi hatinya, dan bagaimana mereka mengelola emosi tersebut.

Untuk setiap tantangan hidup yang kita sedang alami saat ini, cari tahu apa yang terjadi.

3. Bayangkan kalau kita jadi mereka, dan tirulah mereka.
Bayangkan mereka ada di depan kita, dan melangkahlah, masuk ke dalam tubuh mereka, pakai sepatu mereka.
Jadilah mereka. Ikuti saja, tak usah difikirkan atau dianalisa. Ikuti.
Dan dalam situasi khusus yang sedang kita alami tersebut, katakan apa yang mereka katakan, lakukan apa yang mereka lakukan dan rasakan apa yang mereka rasakan. Lengkap dengan intonasi, cara mengucap, dan lain sebagainya, utuh.
Jadilah mereka seutuhnya. Lakukan ini minimal 1 bulan lamanya, atau sampai sikap, pemikiran, perbuatan dan kata-kata mereka menjadi sikap, pemikiran, perbuatan dan kata-kata kita dalam kondisi itu.

Misalnya: sedang sakit?
Contoh yang Allah berikan adalah Nabi Ayub as.
Sikap beliau adalah menerima penuh sakit yang Allah berikan, karena Allah sudah memberikan banyak sekali nikmat dan karunia. Kenapa yang enak saja yang diterima? Kenapa yang tidak enak tidak mau diterima?
Meskipun setan berupaya keras menggoda Nabi Ayub untuk ingkar pada Allah swt, Nabi Ayub terus sabar dan bersyukur.
Dan Nabi Ayub merayu Allah dengan doa, “…sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”

Rayuan yang isinya hanya pujian, tanpa menyebut permintaan itulah yang membawa kesembuhan pada beliau setelah 18 tahun didera sakit. Bukan cuma kesembuhan, tapi semua kekayaan, kemuliaan, keluarga dan segala nikmat dunia dilimpahkan kembali pada beliau.

Nah, bagi yang dalam kondisi sakit, coba benar-benar masuk ke pemikiran, emosi, penghayatan dan semua yang dilakukan Nabi Ayub as. Karena memang kisah beliau sengaja dikisahkan untuk teladan bagi yang sakit.

Diangkat menjadi pemimpin? Bisa coba cara Umar atau Abu Bakar, contohnya banyak sekali bisa kita temukan. Utuh.
Jadi pejabat negara? Tiru habis Nabi Yusuf as. Utuh. Tidak usah difikirkan.

4. Lihat hasilnya
Sabar, tekuni dan yakini hasilnya.
Lalu lihat, pasti akan ada perubahan dari pola hasil yang kita jalani sebelumnya karena dengan meneladani tokoh, kita mengubah pola pikir, pola pandang, sikap dan perilaku kita.
Belum tentu persis sama, tapi akan muncul solusi-solusi baru yang sejalan dengan tokoh yang kita teladani.

5. Temukan model baru
Dalam perjalanan kita akan temukan sikap baru yang unik kita, sebagai kombinasi dari pola kita, dan pola tokoh-tokoh yang kita teladani. Inilah kita yang sudah naik kelas.

Nah, mudah kan?
Kita mulai yuk.
Apa kondisi yang harus kita atasi saat ini?
Siapa tokoh yang sukses menghadapi kondisi ini?
Apa sikap mereka dalam menghadapi kondisi ini?
Apa yang mereka pikirkan, rasakan, katakan dan lakukan?
Bagaimana kira-kira intonasi mereka?
Bagaimana gerak tubuh mereka?
Kalau kita masuk dan lakukan seutuhnya seperti itu, bagaimana rasanya sekarang?

Semoga Allah berikan kekuatan pada kita semua untuk mengatasi berbagai tantangan hidup kita, apapun itu, untuk meraih ridloNya, dan menggapai surgaNya.
Karena setiap ujian yang kita syukuri hanya membawa kita ke surga.
Aamiin.
Referensi: http://EzineArticles.com/916059

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s