Skip to content
Advertisements

Bagaimanakah tata krama asisten pada tuannya? dan kita pada Sang Pencipta?

img_1539

Sahabat,

Bagaimana kalau ada seorang tuan yang sangat menyayangi asistennya, lalu memberi asistennya berbagai hal, lalu asisten tersebut merasa memang tuannya sudah seharusnya memberikan sesuatu padanya, sehingga ia tak merasa perlu bilang terima kasih?
Apa rasanya jadi sang tuan?

Bagaimana pula kalau ia mengambil sebanyak-banyaknya yang disediakan sang tuan bagi semua asisten yang ada, dan tak mau berbagi dengan yang lain? Padahal banyak yang lain yang belum mampu mendapatkan, dan sang tuan memintanya berbagi dengan yang lain?

Bagaimanakah pula kalau bukan hanya tidak berterima kasih, tapi mengeluhkan apa yang diberikan. Warnanya tidak pas, bentuknya tidak bagus, dll?
Apa rasanya jadi sang tuan?

Dan bagaimana kalau ia bukan hanya mengeluh tapi marah-marah pula pada tuannya karena memberikan hadiah itu?
Apa rasanya jadi tuannya?
Bagaimanakah seharusnya tata krama asisten yang baik?

Dan bagaimana pula kalau asisten tersebut tak mau kembali untuk mempertanggungjawabkan tugasnya?
Apa rasanya jadi tuannya?

Itulah dia Sang Pencipta dan kita, asistenNya di dunia.
Seberapa sering kita mengucap terima kasih saat pagi-pagi bangun, menemukan bahwa Sang Pencipta memberikan kita hidup sehari lagi, masih menghirup oksigen, masih ada tempat tidur, masih punya tangan, kaki, hidung, mata?
Seberapa sering kita langsung berbagi pada orang-orang lain sejak bangun pagi sampai malam hari?
Seberapa sering kita mubazir dengan listrik, air, makanan, minuman, dan berbagai hal yang sesungguhnya banyak orang tak bisa mendapatkan dengan mudah?
Seberapa sering kita mengeluh karena suami begini, orang tua begitu, boss begini, kerjaan begitu, teman kita begini, rumah begini, badan kita sakit?
Seberapa sering pula kita dengar ada yang bilang,
“Tuhan tidak adil, kenapa aku dilahirkan miskin?”
“Kenapa begini, kenapa begitu?”
“Seharusnya kan begini, seharusnya begitu… dooong”
Dan ketakutan nomor satu di dunia adalah takut ajal
Takut dipanggil pulang oleh Sang Tuan, yang memiliki manusia.

Bagaimana seharusnya tata krama asisten terhadap tuan yang menghidupinya?

Segala hal sesungguhnya diberikan dengan dasar cinta.
Semua orang yang ada dalam hidup kita dikirim dengan suatu maksud baik,
termasuk mereka yang mendzalimi dan membuat marah
Bahkan semua musibah pun diberikanNya atas dasar cinta.

Bangunlah setiap pagi dengan ucapan syukur,
terimalah semua hadiahNya,
baik yang sesuai keinginan hati maupun yang tidak,
karena semua pasti yang terbaik.
Jangan lupa berbagi setiap detik,
meskipun hanya dengan senyum, prasangka baik dan doa.

Bagaimanakah kita bisa membangun tata krama yang lebh baik lagi hari ini,
bagi Sang Pencipta, Tuan dan Tuhan kita semua?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: