Skip to content
Advertisements

Baca doa ini banyak-banyak ya.

Allahumma innaka 'Afuwwun tuhibul 'afwa fa'fu 'anni

Ya Allah sungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau suka memberi ampunan, maka ampunilah daku..png

Assalamualaikum ww

Sahabat, berikut adalah doa yang perlu terus kita baca, terutama di 10 hari terakhir ini. Ada kisah yang sangat baik mengenai doa ini. Kita simak yuk.

Pada suatu malam, malam ke 27 Ramadhan, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin hafizhahumallah sedang bergegas menuju Masjid Nabawi bersama keluarganya. Di tengah jalan beliau mendengar ada sebuah mobil yang menyalakan musik sangat keras.

Malam kedua puluh tujuh Ramadlan adalah malam suci, termasuk salah satu malam-malam ganjil akhir Ramadlan di mana kemungkinan Lailatul Qadr turun. Lailatul Qadr, malam seribu bulan, di mana apapun ibadah yang dilakukan di malam itu setara dengan pahala ibadah tersebut selama 84 tahun tanpa putus. Maka, selayaknyalah semua umat beribadah dengan khusuk, dan tidak menyalakan musik dengan keras. Minimal tidak mengganggu yang ingin beribadah dengan khusuk.

Maka Syaikh Abdurrazzaq pun menghampiri mobil tersebut dan menegur pengendaranya, “Wahai para pemuda, jika kalian tidka sanggup untuk mengisi malam ini dengan ibadah, maka mohon dimatikan suara yang begitu keras ini. Hendaknya malam ini kalian memperbanyak mengucapkan:

Allahumma innaka ‘Afuwwun tuhibul ‘afwa fa’fu ‘anni

(Ya Allah sungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau suka memberi ampunan, maka ampunilah daku).

Seorang pemuda tersebut mengatakan, “Saya belum hafal.” Dan Syeikh pun mengulang doa tersebut sampai akhirnya pemuda tersebut dalam melafazkannya

Enam tahun pun berlalu. Suatu hari Syaikh Abdurrazzaq memberikan ceramah di sebuah kota. Di antara hadirin ada seorang pemuda yang dari wajahnya terlihat sangat taat.

Pemuda ini berkata, “Syaikh, ingatkah Syaikh akan sekelompok pemuda yang Syaikh pernah ajarkan untuk mematikan musik dan membaca doa lailatul qadr di malam kedua puluh tujuh Ramadlan?”

Pemuda itu mengatakan bahwa ia adalah salah satu dari pemuda di dalam mobil tersebut, dan ia benar-benar melaksanakan nasehat Syaikh tersebut. Sejak itu Allah membuatnya benci maksiat dan cinta ibadah. Alhamdulillah ia pun menjadi hamba yang taat pada Rabbnya, kembali pada jalanNya.

Sumber:  tulisan Ahmad Zainuddin Al Banjary, ditulis di Banjarmasin, Senin 24 Ramadhan 1438H.

Sahabat,

Kita tidak pernah tahu apa yang akan Allah lakukan dengan doa yang kita baca dan kita sampaikan kepada orang lain. Segala kebaikan akan membawa kebaikan, apapun itu, maka banyak-banyaklah berlomba berbuat kebaikan. Marilah kita terus lantunkan doa ini dan mengajak sebanyak-banyaknya umat turut membacanya.

Teriring doa, kutulis blog ini dengan penuh harap agar siapapun yang membacanya diberikan lindunganNya agar selalu ada dalam jalanNya, melembut hatinya, dan menjadi lebih baik akhlaknya, dari Ramadlan ke Ramadlan.

Taqabalallahu minna wa minkum, taqabal ya Karim.

Semoga Allah menerima (puasa dan amal) dari kami dan (puasa dan amal) sahabat semua. Terimalah, ya Allah. 

Aamiin yra.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: