Skip to content
Advertisements

Akhlakmu untukmu, akhlakku untukku, tak akan kukorbankan hanya karena akhlak buruk orang lain

Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” (QS.az-Zumar-10).png

Di masa lalu terjadi sebuah peristiwa berdarah, sebuah konflik yang menyebabkan banyak orang meninggal. Penguasa setempat pun langsung memerintahkan eksekusi terhadap beberapa jendral yang terlibat.

Karena merasa terancam, seorang lelaki yang terlibat melarikan diri ke Madinah. Di sana, ia menyembunyikan identitasnya dan tinggal di kediaman putra dari salah satu korban konflik berdarah di atas, yang selamat dari pembantaian. Pemilik rumah ini adalah seorang sholeh dan dikenal sebagai “As Sajjad” (orang yang banyak bersujud) ini. Tamu yang melarikan diri ini, yang sesungguhnya terlibat dalam pembunuhan ayahnya, betul-betul dijamu dengan baik.

Ia disambut dengan sangat ramah dan disuguhi jamuan yang layak dalam tiga hari. Setelah tiga hari, lelaki pembantai itu pamit pergi. As Sajjad memenuhi kantong kuda lelaki itu dengan berbagai macam bekal, air, dan makanan.
Lelaki itu sudah duduk di atas pelana kudanya, namun ia tak kuasa beranjak. Ia termenung atas kebaikan sikap As Sajjad. Ia merasa terenyuh, disangkanya sang tuan rumah tak mengenali siapa dia sebenarnya.

“Kenapa engkau tak beranjak?” tegur As Sajjad.
Lelaki itu diam sejenak, lalu ia menyahut, “Apakah engkau tidak mengenaliku, Tuan?”
Giliran As Sajjad yang diam sejenak, kemudian ia berkata, “Aku mengenalimu sejak kejadian yang menewaskan ayahku. Kau terlibat dalam pembunuhan ayahku.”
Lelaki itu tercengang. Ia memberanikan diri bertanya, “Kalau memang engkau sudah mengenaliku, mengapa kau masih mau menjamuku sedemikian ramah?”
As Sajjad menjawab, “Kejadian itu adalah akhlakmu. Sedangkan ini (keramahan) adalah akhlak kami. Itulah kalian, dan inilah kami.”

 

Sahabatku,

Betapa indahnya kisah ini.
Jangan rendahkan diri memperburuk akhlak dengan menyalahkan orang lain.
Tak ada yang dapat membuat kita marah tanpa kita mengizinkan
Tak ada yang dapat membuat kita benci tanpa kotornya hati kita
Tak ada yang bisa membuat kita galau tanpa kelemahan iman kita
Kita adalah penentu emosi kita.
Kita adalah pemilik hati, otak, jiwa, bibir dan tangan kita.
Bukan orang lain.
Dan Allah tak akan mengubah nasib kita tanpa usaha kita mengubahnya.

Ubahlah nasib dengan memperhalus hati
Menjaga rasa yang ikhlas, menikmati semua yang terjadi
Mensyukuri semua yang ada
Karena semua diciptakan dengan niat baikNya menguji kita
Agar suatu hari kita layak masuk surgaNya

Bangunlah hati yang penuh kasih tulus ikhlas, selalu memaafkan
Dan bahagia dengan kebahagiaan yang lain

Dengan hati yang baik, semoga kata pun indah
Dengan rasa penuh cinta, perilaku pun halus lembut membahagiakan

Dan akhlak kita selalu terjaga, apapun kejadian yang ada.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: