Berlaku baiklah bagi istrimu, berlaku adil bagi orang tua dan kerabatmu

juz 5.png

🌹Mutiara Quran juz 5🌹

*Kelompok yang boleh dan tak boleh dinikahi*

– Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan [yang ditempuh]. 4:22

– Diharamkan atas kamu [mengawini]

  •  ibu-ibumu; 
  • anak-anakmu yang perempuan; 
  • saudara-saudaramu yang perempuan, 
  • saudara-saudara bapakmu yang perempuan; 
  • saudara-saudara ibumu yang perempuan; 
  • anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; 
  • anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; 
  • ibu-ibumu yang menyusui kamu; 
  • saudara perempuan sepersusuan; 
  • ibu-ibu isterimu [mertua]; 
  • anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu [dan sudah kamu ceraikan], maka tidak berdosa kamu mengawininya; 
  • isteri-isteri anak kandungmu [menantu]; 
  • dan menghimpunkan [dalam perkawinan] dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; 

sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 4:23

– Dan [diharamkan juga kamu mengawini] wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki sebagai ketetapan-Nya atas kamu. 

– Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian [yaitu] mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. 

– Maka isteri-isteri yang telah kamu campuri di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya [dengan sempurna], sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. 4:24

– Dan barangsiapa di antara kamu [orang merdeka] yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan [pula] wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; 

– dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji [zina], maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. [Kebolehan mengawini budak] itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kesulitan menjaga diri [dari perbuatan zina] di antaramu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 4:25

*Berlaku baiklah kepada perempuan*

– Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang para wanita. Katakanlah: “Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al Quran [juga memfatwakan] tentang para wanita yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin mengawini mereka

– dan tentang anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan [Allah menyuruh kamu] supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahuinya.” 4:127

*Suami, istri, berdamai dan bergaullah dengan baik dan adil.*

– Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya 

– dan perdamaian itu lebih baik [bagi mereka] walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir 

– Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu [dari nusyuz dan sikap tak acuh], maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. 4:128

– Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri- isteri [mu], walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung [kepada yang kamu cintai], sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. 

– Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri [dari kecurangan], maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 4:129

– Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari limpahan karunia-Nya. Dan adalah Allah Maha Luas [karunia-Nya] lagi Maha Bijaksana. 4:130

– Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. 

– Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan [kata-kata] atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan. 4:135

– Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. 4:136

– Jika kamu menyatakan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan [orang lain], maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa. 4:149

*Jangan ambil hak orang lain dan jangan iri. Semua ada bagiannya.*

– Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. 4:29-30 

– Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. [Karena] bagi orang laki-laki ada bahagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita [pun] ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. 4:32

*Hukum pembagian harta peninggalan*

– Bagi tiap-tiap harta peninggalan dari harta yang ditinggalkan ibu bapak dan karib kerabat, Kami jadikan pewaris-pewarisnya. Dan [jika ada] orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka, maka berilah kepada mereka bahagiannya. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu. 4:33

– Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka [laki-laki] atas sebahagian yang lain [wanita], dan karena mereka [laki-laki] telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara [mereka].

– Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. 4:34

– Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam  dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufiq kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. 4:35

– Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. 

– Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, [yaitu] orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir [8] siksa yang menghinakan. 

– Dan [juga] orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya. 4:36-38

– Apakah kemudharatannya bagi mereka, kalau mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menafkahkan sebahagian rezki yang telah diberikan Allah kepada mereka? Dan adalah Allah Maha Mengetahui keadaan mereka. 4:39

Kira-kira apa pesanNya saat teman-teman membaca ayat-ayat ini kali ini?

Apa rasanya kalau kita benar-benar bisa menjadi wakilNya untuk menegakkan hukumNya seperti yang dipesankanNya dalam ayat-ayat di atas?

🌿🌹🌿🌹

Hal-hal penting lain dari juz 5 yang insya Allah bisa kita bahas di lain kesempatan:

*Bersuci untuk shalat*

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, 

– [jangan pula hampiri masjid] sedang kamu dalam keadaan junub [5], terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. 

 Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau kembali dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik [suci]; sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema?af lagi Maha Pengampun. 4:43

*Dilarang membunuh*

 Dan tidak layak bagi seorang mumin membunuh seorang mumin [yang lain], kecuali karena tidak sengaja, dan barangsiapa membunuh seorang mumin karena tidak sengaja ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat [2] yang diserahkan kepada keluarganya [si terbunuh itu], kecuali jika mereka [keluarga terbunuh] bersedekah.

– Jika ia [si terbunuh] dari kaum yang memusuhimu, padahal ia mumin, maka [hendaklah si pembunuh] memerdekakan hamba-sahaya yang mumin.

– Dan jika ia [si terbunuh] dari kaum [kafir] yang ada perjanjian [damai] antara mereka dengan kamu, maka [hendaklah si pembunuh] membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya [si terbunuh] serta memerdekakan hamba sahaya yang mumin. Barangsiapa yang tidak memperolehnya maka hendaklah ia [si pembunuh] berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. 4:92

– Dan barangsiapa yang membunuh seorang mumin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. 4:93

*Hijrahlah untuk mencegah aniaya *

– Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri  [kepada mereka] malaikat bertanya: 

“Dalam keadaan bagaimana kamu ini?”. Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri [Mekah]”. 

Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?”. 

Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali,  

– kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan [untuk hijrah], mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. 4:97-99

– Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya [sebelum sampai ke tempat yang dituju], maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 4:100

*Fahami hukum-hukum Allah dan bersikap adil lah sesuai denagn hukum-hukum itu.*

– Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang [orang yang tidak bersalah], karena [membela] orang-orang yang khianat dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 4:105-106

– Dan janganlah kamu berdebat [untuk membela] orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa, 

– mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhai. Dan adalah Allah Maha Meliputi [ilmu-Nya] terhadap apa yang mereka kerjakan. 4:107-108

– Beginilah kamu, kamu sekalian adalah orang-orang yang berdebat untuk [membela] mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang akan mendebat Allah untuk [membela] mereka pada hari kiamat? Atau siapakah yang jadi pelindung mereka [terhadap siksa Allah]? 4:109

– Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 4:110

*Jangan pernah menyalahkan orang lain atas dosa kita sendiri.*

– Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk [kemudharatan] dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. 4:111

– Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata. 4:112

*Jangan pernah menyekutukan Allah*

– Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan [sesuatu] dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.

– Barangsiapa yang mempersekutukan [sesuatu] dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.  Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala dan [dengan menyembah berhala itu] mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka, yang dilanati Allah 

– dan syaitan itu mengatakan: “Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan [untuk saya] 

– dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka [memotong telinga-telinga binatang ternak], lalu mereka benar-benar memotongnya

– dan akan aku suruh mereka [merobah ciptaan Allah], lalu benar-benar mereka merobahnya.”

– . Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. 4:116-119

– Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. 4:120


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s