Palingkan mukamu selalu untuk menghadapNya, agar rasa dan kata mengikuti 


🌹Mutiara hikmah juz 2.🌹

Di zaman Rasulullah Allah memerintahkan  umat Islam memindahkan kiblat dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram. Pemindahan ini bukan hal mudah karena umat sudah keburu nyaman dengan apa yang ada. Dengan demikian dapat dilihat bahwa mereka yang bersedia keluar dari zona nyaman demi mematuhi perintahNya, maka mereka benar-benar mengutamakan Allah dari kenyamanan mereka atau kebiasaan orang tua mereka.

– Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu [sekarang] melainkan agar Kami mengetahui [supaya nyata] siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh [pemindahan kiblat] itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. 2:143

Kita diperintahkan untuk selalu memalingkan wajah menghadap kiblat untuk selalu ingat bahwa hidup kita hanyalah diciptakanNya untuk beribadah padaNya. Saat kita melakukan sesuatu menghadap kiblat dengan sadar kita menggunakan kekuatan fisik kita untuk benar-benar menghadapNya.

– Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram; sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. 2:149

– Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu [sekalian] berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan agar Kusempurnakan nimat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk. 2:150 

(Diulang oleh Allah sebagai penekanan untuk selalu memalingkan wajah ke arah Masjidil Haram).

Dengan menghadap secara fisik kepadaNya kita diingatkan akan niat awal kita diciptakan. Dan juga pada berbagai petunjuk dan panduan yang telat disediaknNya.

– Sebagaimana [Kami telah menyempurnakan nimat Kami kepadamu] Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah [As Sunnah], serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. 2:151

– Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat [pula] kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari [nimat] -Ku. Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan [kepada Allah] dengan sabar dan [mengerjakan] shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. 2:152-153

Dan setelah semua itu dilengkapi, maka kita diberi tahu bahwa kita akan diberi ujian dan cobaan hidup. 

Apabila kita mampu menyerahkan hati padaNya seperti kita ikhlas menghadapkan wajah ke kiblat untuk mengingat niat kita diciptakan, berpegang pada panduanNya, maka kita akan selamat. Hanya mereka yang mampu benar-benar ikhlas berserah diri yang akan mendapat berkah sempurna.

– Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, [yaitu] orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun” (dari Allah semua berasal, kepada Allah semua kembali). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. 2:155-157

*Definisi beriman dan bertakwa yang sesungguhnya*

Selamjutnya Allah ingatkan lagi bahwa bukan menghadapkan mukanya yang menjadi kebaikan. Itu hanya awal dan pemicu. Tapi apa yang ada di hati, mulut dan tangan yang membuat manusia menjadi takwa.

– Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah:

  • beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi 
  • dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir [yang memerlukan pertolongan] dan orang-orang yang meminta-minta; 
  • dan [memerdekakan] hamba sahaya, 
  • mendirikan shalat, 
  • dan menunaikan zakat; 
  • dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, 
  • dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. 

Mereka itulah orang-orang yang benar [imannya]; dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. 2:177

Nah marilah mulai sekarang kita arahkan wajah menghadap kiblat selalu, mendorong hati agar selalu merujuk padaNya, menghasilkan kata dan perilaku yang selalu ada pada jalanNya. 

Apa hal terbaik yang dapat kita lakukan untuk mengarahkan tubuh, pikiran dan jiwa untuk selalum menghadapNya 24 jam?

🌿🌹🌿🌹🌿🌹

Berikut adalah yat-ayat juz 2 lain yang juga “kena” di hatiku kali ini. Semoga ada waktunya untuk kita kupas bersama ya.

Kita adalah umat yang adil. Maka berlaku adil lah

– Dan demikian [pula] Kami telah menjadikan kamu [umat Islam], umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas [perbuatan] manusia dan agar Rasul [Muhammad] menjadi saksi atas [perbuatan] kamu. 2:143

*Hukum Wasiat*

– Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan [tanda-tanda] maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara maruf, [ini adalah] kewajiban atas orang-orang yang bertakwa. 2:180

– Maka barangsiapa yang merobah wasiat itu, setelah ia mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang merobahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [Akan tetapi] barangsiapa khawatir terhadap orang yang berwasiat itu, berlaku berat sebelah atau berbuat dosa, lalu ia mendamaikan antara mereka, maka tidaklah ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 2:181-182

*Allah dekat dan mengabulkan doa, maka ikuti perintahNya dan berimanlah*

– Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka [jawablah], bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi [segala perintah] Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. 2:186

*Berdoalah untuk dunia dan akhirat*

– Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami [kebaikan] di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian [yang menyenangkan] di akhirat.

–  Dan di antara mereka ada orang yang berdo?a: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka” Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. 2:200-202

– Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi [pula] kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. 2:216

*Hukum nikah dengan yang musyrik*

– Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mumin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. 

– Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik [dengan wanita-wanita mumin] sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mumin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. 

– Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya [perintah-perintah-Nya] kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. 2:221

*Hukum talak dan cerai*

– Kepada orang-orang yang meng-ilaa isterinya  diberi tangguh empat bulan [lamanya]. Kemudian jika mereka kembali [kepada isterinya], maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan jika mereka berazam [bertetap hati untuk] talak, maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. 2:226-227

– Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri [menunggu] tiga kali quru. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka [para suami] itu menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang maruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. 2:228

– Talak [yang dapat dirujuki] dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang maruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu khawatir bahwa keduanya [suami isteri] tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh isteri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zalim. 2:229

– Kemudian jika si suami menalaknya [sesudah talak yang kedua], maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya [bekas suami pertama dan isteri] untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang [mau] mengetahui. 2:230

 – Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu mereka mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan cara yang maruf, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang maruf [pula]. Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudharatan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka. Barangsiapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah sebagai permainan. Dan ingatlah nimat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu yaitu Al Kitab [Al Quran] dan Al Hikmah [As Sunnah]. Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. 2:231

– Apabila kamu menalak isteri-isterimu, lalu habis iddahnya, maka janganlah kamu [para wali] menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya [2], apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang maruf. Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada Allah dan hari kemudian. Itu lebih baik bagimu dan lebih suci. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. 2:232

Advertisements

2 comments

  1. Mba indira saya minta no wa dong mba …saya mau tanya2 saya ibu sari 3 orang anak …sya mau ke dr.warsito dan ubah pola makan

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s