Skip to content
Advertisements

Jangan Cela Orang Lain, Lihat Dulu Diri Sendiri. Jangan-jangan Kita Sedang Menipu Diri


Mutiara hikmah Juz 1, 1 Ramadlan 1438H

Allah menjelaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang taqwa. Siapakah mereka yang taqwa itu? Allah jelaskan dalam juz 1:

Kitab [Al Quran] ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, [yaitu]:
– mereka yang beriman kepada yang ghaib 
– yang mendirikan shalat
– dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka
– dan mereka yang beriman kepada Kitab [Al Quran] yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu
– serta mereka yakin akan adanya [kehidupan] akhirat.
Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. 2:2-5

Marilah kita periksa selalu diri kita, dan jangan pernah meghakimi orang lain karena hati mereka, hidup mereka bisa saja Allah tutup bagi kita. Hanya hidup kita yang terbuka bagi kita.

Dan kita harus benar-benar sadar, membuka hati dan membuka mata, karena banyak orang yang merasa beriman, merasa sudah berkontribusi, merasa paling hebat, padahal mereka adalah pembuat kerusakan yang sesungguhnya.

Inilah kelompok munafik yang Allah jelaskan dalam juz 1 ini:

Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. 2:12

– Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman”, mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu. 2:13


– Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman.” Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok.” 2:14

Sungguh malang manusia seperti ini. Teruslah periksa hati, periksa diri, jangan sampai kita ada dalam kelompok ini. Bisa saja kita merasa berbuat kebaikan, merasa paling pintar, padahal kitalah yang berbuat kerusakan dan bodoh. Dan kesibukan kita menilai orang lain membuat kita terkunci hatinya dari menilai diri sendiri.

Banyak orang yang menentang berbagai perintah dan seruanNya, dengan berbagai dalil. Sebut saja isyu LGBT yang banyak dianggap “normal” dan “baik-baik saja.” Padahal jelas-jelas Allah larang. Para pembelanya merasa bahwa merekalah yang membuat kebaikan, meluruskan kekeliruan, dan menjaga hak azasi manusia. Padahal dalam kaca mata Allah tidak sama sekali. Dalam Islam LGBT jelas salah dan menjadi penyakit.

Kita harus menerima, mencintai mereka untuk membantu mereka sembuh atau minimal mencegah kekejian terjadi.

Berhati-hatilah. Jangan sampai keilmuan kita membuat kita menjadi pelaku kerusakan yang sombong.

Berhentilah menilai orang lain dan bukalah hati dan mata lebar-lebar untuk terus memeriksakan diri.

Setiap kali kita mencela orang lain, kita menjauhkan diri dari kebenaran.
Setiap kali kita mengatakan diri kita yang paling benar kita membuat hati kita keras dan kaku.
Setiap kali kita merasa paling suci dan paling berkontribusi di dunia, kita menjauhkan diri dari petunjukNya.

Teruslah berbuat yang terbaik dan jangan pernah merasa cukup darinya, apalagi merasa paling baik. Belajarlah dari semuanya, agar kita terus tumbuh mendekat kepadaNya.

Dan jalanNya pun akan dibuka lebar, dan hati kita pun akan diterangi cahayaNya.
Karena kita sediakan jiwa kita untukNya, bukan untuk pengakuan diri semata.

Bismillah…

Apa hal terbaik yang bisa kita lakukan hari ini untuk menjadi manusia yang terus memperbaiki diri?

🌿🌹🌿🌹

Selama Ramadlan ini saya akan mengulas ayat-ayat yang paling berkesan bagi saya saat saya mempelajari Quran di bulan ini. Insya Allah setiap hari saya akan ulas hikmah dari 1 juz.

Silakan disebar kalau bermanfaat. Semoga menjadi ilmu jariah yang terus berkembang sampai akhir zaman.

Bismillah… semoga Allah ridlo hal ini menjadi kebaikan bagi kita semua. Aamiin yra.

🌿🌹🌿🌹

Berikut adalah ayat-ayat juz 1 yang juga menyentuh hati kali ini. Semoga ayat juz 1 lain bisa kita bahas di lain waktu ya:

Mutiara hikmah juz 1

*Definisi taqwa*

Kitab [Al Quran] ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, [yaitu]:

– mereka yang beriman kepada yang ghaib 

– yang mendirikan shalat 

– dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka

– dan mereka yang beriman kepada Kitab [Al Quran] yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu

– serta mereka yakin akan adanya [kehidupan] akhirat.

Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. 2:2-5

*Orang munafik yang menipu diri*

– Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. 2:12

– Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman”, mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu. 2:13

– Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman.” Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok.” 2:14

*Manusi diciptakan sebagai khalifah*

– Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan [khalifah] di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” 2:30

*Manusia sudah ditakdirkan sebagian akan bermusuhan.*

– Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu [4] dan dikeluarkan dari keadaan semula [5] dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.” 2:36

– Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak [pula] mereka bersedih hati.” 2:37

*Kunci khusuk*

– Dan mintalah pertolongan [kepada Allah] dengan sabar dan [mengerjakan] shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu: [yaitu] orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. 2:45-46

Jadi tiap shalat, bayangkan itu shalat terakhir dan kita benar2 akan bertemu denganNya setelah itu.

*Orang yang selamat*

– Sesungguhnya orang-orang mumin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak [pula] mereka bersedih hati. 2:62
*Sebaik-baik wasiat: wasiat tauhid*

– Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yaqub. [Ibrahim berkata]: “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.” 2:132

– Adakah kamu hadir ketika Yaqub kedatangan [tanda-tanda] maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, [yaitu] Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” 2:133

– Dan mereka berkata: “Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk”. Katakanlah: “Tidak, bahkan [kami mengikuti] agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia [Ibrahim] dari golongan orang musyrik.” 2:135

– Katakanlah [hai orang-orang mumin]: “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yaqub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. 

🌺🌿🌺🌿🌺🌿

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: