Skip to content
Advertisements

Tidak mudah memaafkan, tapi tidak memaafkan membuat hidup lebih sengsara 

maaf (3).png

Namanya Nettie.
Suatu hari, dalam perjalanannya menuju tempat kerjanya, mobil Nettie ditabrak oleh seorang perempuan yang sedang mabuk. Nettie hampir dinyatakan meninggal karena kondisinya begitu parah. Limpa dan ususnya harus dipotong. Kakinya pun hampir diamputasi. Alhamdulillah ia selamat, dan bisa hidup.

Awalnya ia sangat marah pada pengemudi mabuk yang menabraknya. Tapi ia merasa bahwa kemarahannya tak membantunya sembuh. Setiap kali ia ingat kejadian itu ia makin sakit. Sampai suatu hari dengan bantuan seorang terapis ia belajar untuk memaafkan penabraknya. “Memang susah, tapi menyesali keadaan membuat kondisiku tidak membaik.”

Setahun setelah kejadian tersebut, Nettie hadir di pengadilan yang menentukan nasib perempuan penabraknya. Dengan berani, Nettie memberikan maaf kepada perempuan tersebut.

“Aku merasa sangat lega. Aku tak bisa mengendalikan kejadian tabrakan itu, tapi aku bisa mengendalikan reaksiku untuk pengemudi yang menabrakku. Aku bisa memaafkannya.”

Kini Nettie aktif menjadi pembicara mewakili organisasi Ibu Melawan Pengemudi Mabuk (Mothers Against Drunk Driving). Pelan-pelan ia mulai bisa belajar berjalan. “Setiap hari aku merasa bersyukur. Aku tak akan pernah bisa bersyukur kalau aku tak bisa memaafkan,” serunya.

Namanya Pascale.
Ibu Pascale pernah mengalami kekerasan di masa kecilnya. Dan saat ia melahirkan Pascale, ia melampiaskan kekerasan yang sama pada Pascale dan adiknya. Sampai Pascale dewasa pun ibunya terus menjadikannya korban kekerasan rumah tangga. Bahkan saat Pascale melahirkan anak permpuan, anak perempuannya yang menjadi sasaran kekerasan ibunya.

Pascale tak bisa menahan kebencian pada ibunya. Ia sampai harus menjalani treatment untuk mengatasi traumanya.

Sampai suatu hari ia mendengar kabar bahwa ibunya mengalami stroke. Ayahnya dan saudaranya sudah meninggal, maka Pascale pun harus merawatnya. Pascale merawat ibunya dengan kasih sayang. Kejadian itu melembutkan hatinya dan Pascale mampu memaafkan ibunya secara total. Suatu hari Pascale merebahkan kepalanya di pangkuan ibunya. Dan Pascale merasa sangat mencintai ibunya, dan memaafkan semua kekejaman ibunya sejak ia kecil.

Kini Pascale menjadi konsultan kesehatan. “Memaafkan itu bukan sesuatu yamg kita terima, tapi apa yang kita berikan kepada orang lain,” kata Pascale. Pengalamannya membantunya untuk bisa membantu banyak orang lain untuk belajar memaafkan.

Pascale dan Netty pernah merasa tersakiti, korban dari kejadian-kejadian yang sangat berat untuk dimaafkan. Dan mereka pernah mengalami kesengsaraan dalam kebencian dan kemarahan. Mereka merasakan langsung bahwa kemarahan dan kebencian justru memperburuk kondisi mereka. Dan mereka mampu memutuskan untuk memaafkan dan melepas semua kebencian terhadap mereka yang pernah menyengsarakan mereka.

Ternyata bukan kejahatan orang lain yang membuat kita sengsara, tapi kebencian dan kemarahan kita terhadap kejahatan itu yang menyengsrakan kita. Saat mereka mampu melepas kemarahan dan kebencian itu, menggantinya dengan maaf, ternyata semua kesengsaraan itu hilang. Dan mereka bisa menjadi pembawa rahmat bagi banyak orang.

Maaf bukan berarti mereka membiarkan kejahatan-kejahatan itu terjadi, karena Nettie dan Pascale bekerja untuk mencegah kejahatan yang sama terjadi pada orang lain. Tapi maaf membuat mereka bebas dan merdeka dari cengkeraman perasaan mereka sendiri. Dengan memaafkan mereka bisa menjadi diri mereka sendiri, dan menjadikan kejahatan yang menimpa mereka sebagai berkah dan karunia.

Yuk, ah…

Siapa lagi yang masih harus kita maafkan?
Apa rasanya merdeka dari penjara kebencian dan kemarahan diri kita sendiri?
Siapa lagi yang perlu kita mintakan maafnya?
Agar mereka pun bisa merdeka dari kebencian mereka terhadap kita?

 

Sumber:  realsimple.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: