Skip to content
Advertisements

Meraih ampunan di bulan Ramadlan

ramadlan dosa hapus.png

Sahabat blog,

Sebentar lagi Ramadlan tiba. Salah satu hal yang sangat penting untuk kita raih di akhir Ramadlan adalah agar kita mendapat ampunanNya, ridloNya, agar kita kembali kepada fitrah, kondisi kita dilahirkan, seperti bayi yang tak bernoda.

Sangat rugi kalau Ramadlan berlalu tanpa kita bisa kembali kepada fitrah, tak menerima ampunanNya. Rugi sekali, celaka sekali bagi kehidupan kita dunia akhirat. Karena hidup ada di tanganNya. Maka tanpa ampunanNya, akan jadi apa hidup kita?

“Celakalah seorang hamba yang masuk padanya bulan Ramadhān kemudian dia keluar dari bulan Ramadhān dalam keadaan tidak mendapatkan ampunan Allāh Subhānahu wa Ta’āla.” HR Tirmidzi.

Marilah kita persiapkan Ramadlan baik-baik dari sekarang dengan beberapa hal di bawah ini:

1. Menjaga keesaanNya

Ikhlas mengakui dan menjaga keesaan Allah dalam hati, pikiran, perasaan, perkataan dan tindakan.
Mereka yang menjaga keesaan Allah tidak akan menduakanNya dengan pekerjaan, dengan pasangan, anak, harta, apalagi sesembahan lainnya.
Tidak akan ada alasan “sedang sibuk” sehingga shalat dilaksanakan di akhir waktu.
Tidak akan ada perasaan galau, khawatir, sedih, karena hal-hal dunia, karena ada satu yang lebih penting: ridlo Allah. Dan yang lain kalah.

“Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali agar mereka beribadah hanya kepada Allāh saja, dengan mengikhlāskan ibadah itu hanya kepada Allāh.”
(QS Al Bayyinah: 5)

Inilah hal utama yang mendatangkan ampunanNya.
“Wahai anak Ādam, jika kamu datang kepadaKu dengan membawa dosa sepenuh bumi, kemudian kamu bertemu denganKu (meninggal dunia) dalam keadaan kamu tidak mempersekutukan Aku sedikitpun juga, maka Aku akan datang membawa ampunan dengan sepenuh bumi.” HR At Tirmirdzi.

Puasa adalah amalan yang menjadi rahasiaNya. Hanya Allah yang tahu kualitas puasa kita. Maka kalau semua amal ibadah kita didasari oleh tauhid, maka insya Allah semua dosa kita akan diampuniNya.

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhān karena keimānan dan mengharap pahala, dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” HR Bukhari.

2. Memperbanyak istighfar

Allah mengampuni mereka yang tak lelah selalu memohon ampun padaNya.
“Wahai anak Ādam! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, Aku akan ampuni dosa-dosamu.” HR Tirmidzi

AmpunanNya akan membuka pintu rizki, memudahkan semua urusan, dan menguatkan jiwa raga.

“Kata Nabi Nūh ‘alayhissalām: Aku berkata kepada kaumku, Wahai kaumku beristighfārlah kalian kepada Allāh, sesungguhnya Allāh Maha Pengampun, niscaya Allāh akan mengirimkan kepadamu hujan yang lebat dan Allāh akan memberikan kepadamu harta dan anak-anak, dan Allāh akan menjadikan untuk kalian kebun-kebun dan sungai-sungai yang mengalir.”
(QS Nūh: 10-12)

“Dan Allāh akan tambahkan kekuatan di atas kekuatan kalian.”
(QS Hud: 52)

Rasulullah saw yang sudah dijamin masuk surga pun setiap hari beristighfar 100 kali. Bagaimana dengan kita yang tak pernah dijamin akan masuk surga?

3. Banyaklah berdoa

Ramadlan adalah bulan di mana doa-doa dikabulkan. Doa orang yang berpuasa adalah doa yang dikabulkan. Maka mulailah banyak berdoa dari sekarang.

“…Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli.” HR Timidzi

Saat-saat yang perlu dimanfaatkan untuk berdoa adalah:
– sepertiga malam terakhir
– akhir malam.
– antara ādzān dan iqamah
– ketika sedang berpuasa

Manfaatkanlah saat-saat menjelang buka puasa sebagai saat-saat penting untuk berdoa. Ngabuburit harus dimanfaatkan untuk doa, bukan untuk hal-hal yang tak bermanfaat.

4. Menyempurnakan ibadah puasa

Sempurnakanlah ibadah puasa dengan menjaga nafsu, bukan hanya tidak makan. Tinggalkan segala hal yang sia-sia.

“Bukanlah puasa itu sebatas menahan dari lapar dan haus, tetapi hakikat puasa itu menahan diri dari perbuatan yang sia-sia dan ucapan-ucapan yang tidak layak.” HR Ibnu Majah dan Hakim

Hal ini penting diperhatikan agar Ramadlan benar-benar membawa manfaat lahir batin dunia akhirat bagi kita.

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” HR Ath Thabraniy

Mintalah pertolongan padaNya agar kita tak jatuh dalam perangkap gossip, ghibah, mencela orang lain, menyebar hoax atau berita yang bisa jadi mencelakakan kita dunia akhirat. Mintalah padaNya agar puasa kita sempurna sebagai penahan nafsu makan dan nafsu lainnya, serta untuk meninggalkan semua yang tak diridloiNya.

“Siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan terus menerus mengamalkannya, maka Allāh tidak membutuhkan rasa lapar dan haus yang dia tahan.” HR Bukhāri

6. Memperbanyak sedekah

Balasan kebaikan sedekah dilipatgandakan selama Ramadlan. Maka mulailah dari sekarang, jangan tunggu besok. Biasakan sedekah apa saja, setiap hari. Buat kebiasaan keluarga bersama-sama untuk gemar sedekah.

“Rasūlullāh saw adalah orang yang paling dermawan dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhān, ketika bertemu dengan malāikat Jibrīl. Beliau bertemu dengan malāikat Jibrīl setiap malam bulan Ramadhān.” HR Bukhāri

“Puasa adalah tameng, seorang hamba menamengi diri dengannya dari api neraka. Dan sedekah itu memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.” HR At Tirmidzi

“Sedekah yang sembunyi-sembunyi bisa memadamkan kemurkaan Allāh SWT.” HR Thabrani

7. Mencari malam Lailatul Qadr

“Malam Lailatul Qadr lebih baik daripada 1000 bulan.”
(QS Al Qadr: 3)

Kata Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam:
“Siapa yang bangun di malam Lailatul Qadr karena imān dan berharap pahala maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” HR Bukhari Muslim

Maka mulailah atur strategi dari sekarang, bagaimana agar kita bisa fokus mencari Malam Lailatul Qadr. Persiapkan dari sekarang, jangan tunggu 10 malam terakhir, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Minta izin padaNya, lakukan sebaik mungkin bersama-sama keluarga. Semoga malam seribu bulan Allah ridloi untuk kita semua.

Apabila ada kesalahan, kekeliruan, kalau pernah ada kata yang tidak berkenan di hati, mohon maaf lahir batin ya.

Aamiin.

Sumber: Bimbingan Islam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: