Skip to content
Advertisements

Jangan pernah merasa sendiri, karena kau tak pernah sendiri

Autumn is here

Seorang murid bertanya pada gurunya, “Guru, saat aku bersamamu aku merasa tenang, tapi saat aku sendiri aku ketakutan. Apalagi kalau ingat kankerku. Aku takut.”

Gurunya pun menjawab:

“Kapan kamu sendirian? Saat kau lahir pun malaikat sudah hadir bersamamu. Sampai saat ini mereka bersamamu, mencatat semua yang kau lakukan.

Dan ada satu yang lebih dekat lagi, yaitu Sang Penciptamu, yang lebih dekat daripada urat nadimu. Ia selalu besertamu.

Saat kau bahagia, tenang dan merasa damai, saat itulah kau merasakan keberadaanNya. Saat kau takut, galau dan khawatir, saat itulah kau lupa akan kehadiranNya. Maka ingatlah selalu bahwa Sang Pencipta selalu ada, sebut namaNya, maka kau tak akan pernah merasa takut.

Kalau kau berani menyatakan bahwa kau adalah manusia beriman, kau tak akan pernah ketakutan, kesepian dan khawatir. Perasaan-perasaan itu adalah perasaan mereka yang tak beriman, tak percaya akan kebesaranNya dan penjagaanNya terhadap ciptaanNya.

Sesungguhnya kau tak butuh aku, aku hanya mengingatkanmu padaNya. Kau hanya, hanya dan hanya butuh Ia, Sang Pengasih Penyayang yang selalu hadir bersamamu. Suatu hari aku akan berpisah denganmu, tapi Ia tak akan pernah meinggalkanmu. Ia mendampingimu selalu. Ingatlah itu selalu.”

“Guru, benar, tapi aku sering lupa. Bagaimana caranya agar selalu ingat?”

“Jangan biarkan bibirmu kering dari menyebut namaNya, jangan biarkan pikiranmu melayang tanpa mengingatNya. Bangunlah kebiasaan untuk selalu menyebutNya, dan menghubungkan segala yang kau lihat, dengar dan rasakan denganNya.
Saat bangun tidur, langsung syukuri nikmat tidur dariNya. Banyak yang tak bisa tidur nyenyak malam itu.
Saat bertemu seseorang, langsung doakan ia, karena Sang Pencipta senang orang yang berdoa.
Saat bertemu hewan, berikan kasih sayangmu, karena Ia bahagia melihat makhlukNya saling mencintai.
Saat melihat keindahan alam, pujilah kebesaranNya, karena semua itu diciptakanNya untukmu.
Saat merasa kesulitan dan kesusahan, sebut pula namaNya, syukuri, karena Ia sedang membuatmu lebih kuat.
Saat merasa kesakitan, nikmatilah, karena setiap sakit yang dsyukuri akan membawa nikmat dan karunia.
Biasakan hal itu mulai hari ini. Maka kanker tak akan pernah membuatmu ketakutan, hanya bersyukur.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: