Skip to content
Advertisements

Sucikanlah diri, bersihkanlah hati, mohonlah ampunanNya, karena semua doa selalu didengarNya

 

istighfar 3.png

Siapa tak kenal Imam Ahmad bin Hambal? Seorang ulama besar kenamaan yang kitabnya menjadi rujukan sampai saat ini. Tapi di masa lalu tak semua orang kenal beliau. Apalagi memang masa itu tak ada koran, tak ada foto. Jadi mereka yang tahu Imam Ahmad pun belum tentu mengenali saat bertemu dengan beliau.

Suatu hari Imam Ahmad dalam perjalanan, sampai ke sebuah masjid, dan beribadah di sana. DIteruskannya ibadahnya sampai malam. Saat malam tiba beliau pun ingin beristirahat. Maka direbahkannya badannya di masjid tersebut.

Penjaga masjid melihatnya, dan merasa marah. “Siapa orang ini, tak tahu diri tidur di sini.” Tak diketahuinya bahwa yang dihadapinya adalah seorang imam besar. Diusirnya Imam Ahmad dari ruang masjid.

Lalu Imam Ahmad tidur di teras masjid. Kembali si penjaga masjid marah dan mengusir Imam Ahmad.

Maka terlunta-luntalah Imam Ahmad di depan masjid. Seorang pembuat roti yang tinggal di dekat masjid itu merasa iba. Diajaknya Imam Ahmad masuk ke dalam rumahnya, dan diberikannya tempat istirahat dan makanan. Imam Ahmad pun mengamati tuan rumahnya menjamunya dan bekerja di rumahnya.

Imam Ahmad merasa takjub karena dilihatnya tuan rumahnya ini mulutnya seperti terus bergerak seperti berdzikir. Ia pun bertanya, apa yang dilakukannya. Dan tuan rumahnya menjawab, “Saya ber-istighfar.”

Imam Ahmad makin takjub. “Sejak kapan kau jalankan hal ini?”

“Sejak muda, saya selalu beristighfar setiap saat,” jawabnya.

“Apa manfaat yang kau rasakan dengan mengerjakan hal ini?” tanya Imam Ahmad penasaran.

“Saya selalu mendapatkan apapun yang saya inginkan,” jawab tuan rumah tersebut.

“Tapi, hanya ada satu yang bertahun-tahun belum Allah kabulkan,” tambahnya lagi.

“Apakah itu?” tanya Imam Ahmad.

“Bertemu Imam Ahmad bin Hambal. Sudah lama saya ingin bertemu dengan beliau, tapi Allah belum kabulkan,” jawabnya.

Imam Ahmad pun menangis dan berkata, “Sayalah Imam Ahmad bin Hambal.”

Rupanya istighfar inilah yang membawanya ke masjid tadi.

Rupanya istighfar inilah yang membuat penjaga masjid marah dan mengusirnya dari masjid, karena bukan tempat itu yang Allah ingin ia datangi.

Rupanya istighfar inilah yang membuat pembuat roti ini menemukannya dan mengajaknya masuk ke dalam rumahnya.

Rupanya istighfar inilah yang membawanya beristirahat di sana.

 

Teman,

Tak ada yang tak mungkin bagi Sang Pencipta Alam Semesta. Apapun yang kita inginkan, dari hal kecil seperti tali sepatu, sampai rejeki besar sekalipun, semua mudah bagi Allah.

Tapi tak semua baik bagi kita, dan semua yang baik belum tentu diizinkanNya terjadi bagi kita. Dan salah satu hal yang bisa menahan rejeki kita turun dan hadir bagi kita, adalah dosa-dosa kita. Permohonan tobat kita dari hati yang paling dalam, dan istighfar kita bisa mencuci penghalang-penghalang rezeki turun dan harapan dikabulkan.

Nah, apa arti cerita di atas bagi teman?

Bagaimana agar kita bisa lebih baik lagi bertobat kepadaNya?
Bagaimana agar kita dapat menjadikan istighfar bagian kebiasaan kita sepanjang hari?

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: