Skip to content
Advertisements

BagiNya tak ada yang tak mungkin. Maka, mohon ampunlah padaNya

istighfar 2.png

Ada seorang ibu miskin tinggal di sebuah desa pedalaman di Kashmir. Anak perempuan kesayangannya sakit tulang. Semua dokter di desa tersebut sudah angkat tangan, tak mampu lagi mengobatinya. Mereka semua menyarankan agar Ibu tersebut membawa anak ini ke seorang dokter di India, karena hanya dokter ahli tulang inilah yang memiliki ilmu yang terkait dengan sakit tulang anaknya ini.

Ibu ini hanya bisa nelangsa mendengar saran-saran ini. Bagaimana tidak, ia tinggal di desa pedalaman di Kashmir. Ia tak punya uang, tak punya energi untuk bisa membawa anaknya ke India. Belum lagi berobat ke seorang dokter spesialis tulang kenamaan di India. Pasti mahal.

“Aku tak mampu, tapi Allah pasti mampu. Kuserahkan saja kepadaNya,” Ibu itupun berbisik dalam hati.

Maka ibu tersebutpun terus berdoa tanpa meninggalkan istighfar, bertobat padaNya setiap hari. Ia hanya memohon agar Allah turun tangan membantunya mengobati anaknya.

Dokter spesialis tulang tersebut tak pernah mendengar mengenai ibu dan anak ini. Suatu hari ia harus pergi ke luar negeri untuk menghadiri sebuah seminar. Di tengah perjalanan, cuaca menjadi sangat buruk dan pesawat yang ditumpanginya harus mendarat darurat.

Dokter tersebut mencari penyewaan mobil dan memutuskan untuk menempuh jalan darat. Ditemukannya mobil sewaan dan pergilah mereka naik mobil. Di tengah jalan cuaca kembali memburuk. Dan sopirnya merasa tak mampu melanjutkan perjalanan. Mereka pun sampai ke sebuah desa. Maka mereka mencari tempat istirahat di desa tersebut. Masuklah mereka ke dalam sebuah rumah yang mereka temui.

Ditemukannya seorang ibu, yang alhamdulillah menerima dokter dan supir tersebut masuk ke dalam rumahnya. Diberikannya sebuah ruangan untuk mereka beristirahat. Tiba-tiba terdengar suara tangis anak kecil. Ibu tersebut menceritakan mengenai anaknya yang sedang sakit dan hanya ada satu dokter di India yang bisa mengobatinya.

Dokter tersebut terhenyak dan menangis, karena namanyalah yang disebut oleh ibu tersebut. Segera dilihatnya anak tersebut dan diajaknya anak tersebut berobat gratis di tempatnya praktek.

Rupanya doa dan istighfar ibu itulah yang membuat pesawatnya mendarat darurat.

Doa dan istighfar ibu itulah yang membuat ia harus menyewa mobil melalui desa tersebut.

Doa dan istighfar ibu itulah yang membuat cuaca makin buruk dan ia harus berhenti di desa tersebut, di dekat rumah tersebut, dan membawanya masuk ke dalam rumah tersebut.

Doa dan istighfar ibu itulah yang membuat dokter tersebut kemudian membawa anak tersebut dan akhirnya mengobatinya.

Dokter hanyalah tangan Allah.

Bukan dokternya, bukan obatnya, tapi Allah lah yang menyembuhkan.

Dan dokter ini telah menjadi tangan Allah dalam proses penyembuhan ini.

Jadi, apakah teman merasa stuck, merasa putus asa dan tak punya harapan? Jangan pernah putus asa, karena hidup ini adalah milikNya, bukan milik kita. Ujian dan cobaan diturunkan olehNya, dan hanya Allah yang bisa mengangkat ujian dan cobaan tersebut. Mungkin selain berusaha, doa kita masih kurang. Mungkin dosa kita menutup jalan ridloNya, Mungkin kita harus terus bertobat padaNya dan menyebut istighfar tanpa henti di mulut kita.

Bagaimana agar kita bisa lebih baik lagi bertobat kepadaNya?

Bagaimana agar kita dapat menjadikan istighfar bagian kebiasaan kita sepanjang hari?

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: