Skip to content
Advertisements

Selamatkan orang lain di dunia, insya Allah kita pun selamat dunia akhirat.

Ada seorang lelaki tua,
Pakaiannya lusuh, ia tampak sangat miskin
Ia masuk ke sebuah toko pakaian.
Dipilihnya lima buah pakaian hangat, mungkin untuk keluarganya,
Karena memang saat itu udara dingin sekali.
Hujan deras berhari-hari dan anak-anaknya sering kedinginan.
Dilihatnya, dipegangnya, ditimang-timanya lima pakaian itu.
Dibayangkannya, betapa nikmatnya keluarganya memakainya.
Dirasakannya betapa bahagia keluarganya bila ia bisa membelinya.

Tapi.. apa daya uangnya hanya sedikit.
Ia hanya punya 100.000
Tak ada toko yang mau menjual lima pakaian dengan uang 100.000.
Lama dibelai-belainya lima baju itu.

Si pemilik toko melihatnya.
Disapanya Bapak tua itu, “Bapak mau beli?”
Si Bapak tua menjawab, “Saya mau beli.” Pandangannya tertahan pada baju-baju itu
“Tapi uang saya tak cukup.”

“Berapa Bapak punya uang?”
“100.000 saja, Pak. Apakah bisa 100.000 dapat lima baju hangat?”
“Bisa,” tegas si pemilik toko sambil tersenyum.

Si Bapak tua kaget dan mulai tersenyum pula.

“Lima ini bisa kok saya kasih 100.000 untuk Bapak,” tegas si pemilik toko.
“Harganya muat untuk empat baju. Beli empat dapat satu. Bapak bisa bawa pulang semua. Promosi,” tambahnya.

Maka si Bapak tua pun mengeluarkan uang 100.000 miliknya dengan gembira.
Matanya berbinar-binar, senyumnya mengembang.
Si pemilik toko pun membungkus lima baju itu dan si Bapak tua pun segera mengambilnya.
Dilangkahkannya kakinya dengan ringan.
Dibayangkannya betapa bahagia keluarganya menerima oleh-oleh hari itu.

Si pemilik toko pun tersenyum bahagia.
Gembira hatinya melihat wajah si bapak tua yang tiba-tiba bersinar bahagia.
Setiap hari ia berdagang dengan manusia.
Tapi hari ini ia berdagang dengan Sang Maha Pemberi, Maha Pemurah, Maha Kaya.
Ia berpromosi untuk Sang Maha Pengasih.
Ia menjadi wakil Sang Maha Mencukupi.
Ia ingin Bapak Tua itu bisa membahagiakan keluarganya.
Dan ia cukup berharap mendapat kebahagiaan dari Sang Maha Pemberi Kebahagiaan
Ia menyelamatkan keluarga Bapak tua itu dari kedinginan
Dan ia berupaya menyelamatkan keluarganya dari hukuman di hari akhir.

Hal terbaik apa yang bisa kita berikan hari ini, sebagai wakil Sang Maha Penyelamat?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: