Skip to content
Advertisements

Tak pernah bersekolah? bukan halangan menjadi pahlawan, pendidik dan wirausaha

roehanaaaa

Ada seorang perempuan hebat yang hidup di masa RA Kartini. Ia adalah kakak tiri dari Soetan Sjahrir, Perdana MenteriIndonesia pertama, mak tuo Chairil Anwar, dan sepupu H. Agus Salim. Namanya Roehana Kudus, pendiri surat kabar perempuan pertama di Indonesia.

Roehana Koeddoes tak menerima pendidikan formal. Ia belajar dari bahan bacaan yang dibawa ayahnya dari kantornya. Dengan cara ini ia berhasil belajar menulis, membaca, berbahasa Belanda, Arab, Latin, dan Arab-Melayu. Ia juga belajar menyulam, menjahit, merenda, dan merajut yang merupakan keahlian perempuan Belanda. Berbagai bacaan dan majalah Belanda membuatnya akrab dengan berbagai gaya penulisan, berita politik, dan gaya hidup.

Tahun 1911 ia mendirikan Sekolah Kerajinan Amai Setia. Di sekolah ini Roehana yang tak pernah bersekolah mengajarkan berbagai keterampilan untuk perempuan, keterampilan mengelola keuangan, tulis-baca, budi pekerti, pendidikan agama dan Bahasa Belanda.

Roehana juga memasarkan hasil kerajinan muridnya ke Eropa. Sekolahnya tumbuh menjadi pusat pembangunan wirausaha perempuan, dan menjadi koperasi simpan pinjam dan jual beli dari oleh dan untuk perempuan pertama di Minangkabau.

Roehana sangat dikagumi petinggi Belanda. Ia sangat kreatif dan produktif dalam kerajinan tangan dan menulis. Meskipun tak pernah sekolah, ia mampu tampil sebagai perempuan terhormat yang berwawasan luas dan cerdas, duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan para pejabat Belanda.

Roehana kesohor sampai ke Belanda. Berbagai surat kabar ternama Belanda memberitakannya sebagai perintis pendidikan perempuan pertama di Sumatera Barat.

Tahun 1912 Roehana mendirikan surat kabar perempuan, Sunting Melayu, surat kabar perempuan pertama di Indonesia yang pemimpin redaksi, redaktur dan penulisnya adalah perempuan.

Roehana pun mendirikan “Roehana School” di Bukittinggi. Reputasinya membawa banyak murid dari berbagai daerah. Di sini ia juga menjadi agen mesin jahit untuk murid-murid yang belajar bordir di sekolahnya. Hal ini menjadikan Roehana perempuan pertama di Bukittinggi yang menjadi agen mesin jahit Singer yang sebelumnya hanya dikuasai orang Tionghoa.

Roehana juga menjadi guru menyulam dan merenda di sekolah Dharma Putra, dengan murid laki dan perempuan. Roehana, sebagai satu-satunya guru yang tak pernah bersekolah, akhirnya mengajar juga agama, budi pekerti, Bahasa Belanda, politik, sastra, dan jurnalistik.

Bagi Roehana laki dan perempuan sederajat tapi tak sama. Emansipasi bukan berarti sama dalam segala hal, karena perempuan punya tugas yang beda dan unik. Pendidikan penting agar perempuan dapat menjalankan fungsi kodratinya dengan baik. Yang dilakukannya adalah untuk membangun perempuan agar optimal menjalankan perannya dalam keluarga dan masyarakat, bukan untuk “menyamakan diri” dengan laki-laki. Perempuan ya perempuan, dengan segala keunikannya, tidak akan pernah sama dengan laki-laki dan tidak perlu sama.
Tulisan Roehana sangat membakar dan mendorong pergerakan politik. Ia mempelopori berdirinya dapur umum dan badan sosial untuk membantu para gerilyawan. Ialah pencetus ide penyelundupan senjata dari Kotogadang ke Bukittinggi melalui Ngarai Sianok dalam sayuran dan buah-buahan ke Payakumbuh dengan kereta api.

Roehana merantau ke Lubuk Pakam dan Medan, mengajar dan memimpin surat kabar Perempuan Bergerak yang didirikan Butet Satidja. Perempuan pengajar, wirausaha yang tak pernah bersekolah ini lalu kembali ke Padang, menjadi redaktur surat kabar Radio yang diterbitkan Tionghoa-Melayu Padang dan surat kabar Cahaya Sumatera.

Wafat tanggal 17 Agustus 1972, pendidik, penggerak, motivator dan wirausahawati hebat ini kemudian menerima penghargaan sebagai Wartawati Pertama Indonesia, Perintis Pers Indonesia dan Bintang Jasa Utama.

 

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Roehana_Koeddoes

https://dejavaraditya.wordpress.com/2009/08/14/roehana-koedoes-ibu-pers-pendidikan-dan-pelopor-emansipasi-perempuan-melayu/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: