Skip to content
Advertisements

Seorang remaja pun bisa berjuang membela bangsanya

imgres-2

Merasa masih remaja dan remaja perempuan belum layak berkontribusi dalam masyarakat? Atau merasa anak desa tidak mampu menjadi figur inspirasi? Jangan salah. Ada seorang gadis desa yang sangat berani, dan berkat keberaniannya, gadis desa ini pun diangkat sebagai pahlawan nasional. Namanya Martha Christina Tiahahu.

Martha adalah putri dari Kapitan Paulus Tiahahu, seorang kapitan dari negeri Abubu. Ayahnya ini adalah asisten Thomas Matulessy dalam perang Pattimura tahun 1817 melawan Belanda.

Meskipun masih berusia belasan tahun Martha selalu ikut ayahnya bertempur melawan Belanda. Rambutnya yang panjang dibiarkan terurai. Sebuah ikat kepala merah menjadi ciri khasnya sampai saat ini di berbagai gambarnya. Martha ikut ayahnya bertempur di Pulau Nusalaut maupun di Pulau Saparua. Martha bukan hanya prajurit yang tangguh, tapi juga inspirator, motivator dan api semangat bagi prajurit lainnya. Belanda pun kewalahan dibuatnya.

Sampai suatu saat, ketika para raja, patih dan prajurit kerajaan bertempur di Saparua membantu Kapitan Pattimura, benteng Beverwijk jatuh ke tangan Belanda. Terdapat tokoh pengkhianat bernama Guru Soselissa yang memihak Belanda, mengatas namakan rakyat menyatakan menyerah kepada Belanda.

Pasukan di Saparua pun terus berjuang sampai persediaan menipis. Belanda berhasil dipukul mundur. Kapten Berlanda berhasil ditumbangkan. Pasukan rakyat mengepung dari segala penjuru, bercakalele, dan berteriak. Martha ada di tengah mereka. Dengan berani ia terus menyalakan semangat pasukan rakyat dan mendorong semua perempuan dari Ulath dan Ouw untuk turut bertempur.

imgres-1

Belanda pun dipaksa untuk berhadapan dengan pasukan perempuan dalam pertempuran ini. Pimpinan perang mereka, Meyer, terbunuh. Kringer mengambil alih dan mengumumkan serangan umum terhadap pasukan rakyat.

Saat itu pasukan rakyat sudah kehabisan peluru dan benteng sudah dikuasai Belanda akibat tokoh pengkhianat yang menyerahkan diri mengatasnamakan rakyat. Ulath dan Ouw dihabiskan, dibakar dan dirampok habis. Martha dan ayahnya ditangkap. Martha harus menyaksikan hukuman mati ayahnya. Ia sampai merebahkan diri memohonkan ampun bagi ayahnya, tanpa hasil.

Martha dibawa ke Pulau Jawa untuk kerja rodi. Kesehatannya memburuk. Martha meninggal di usia 17 tahun di atas kapal.  Jenazah Martha Christina Tiahahu disemayamkan dengan penghormatan militer ke Laut Banda.

Allah hadirkan seorang Martha untuk membuktikan bahwa jiwa kepahlawanan bukan hanya milik mereka yang sudah dewasa dan bukan pula dominasi orang kota. Seorang gadis desa pun bisa menjadi pahlawan, inspirator dan pembakar semangat yang sangat hebat dan tangguh. Seorang gadis desa yang masih sangat muda, bisa menunjukkan bahwa membela bangsanya adalah kehormatan yang perlu diperjuangkan.

Hal terbaik apakah yang dapat kita pelajari dari seorang gadis yang gagah berani membela bangsanya?

Hal terbaik apa yang dapat kita lakukan hari ini untuk membangun masyarakat meneruskan perjuangan Martha, mengingat kita bisa merdeka antara lain karena perjuangannya?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: