Alimatoe Saadiah dan Ida Loemongga, ibu anak hebat dari Sumatra

 

image001.png

Dr. Ida Loemongga Nasoetion, PhD, 1932 (De Tijd)

Di Padangsidimpuan ada seorang perempuan hebat, Alimatoe Saadiah br Harahap namanya. Ia putri Dja Endar Moeda Harahap, mantan guru, pengarang novel, pendiri sekolah swasta pertama di Padang, editor surat kabar Perjta Barat di Padang tahun 1895.

Tahun 1900 Alimatoe Saadiah sudah menyelesaikan pendidikannya dari ELS (sekolah Eropa tujuh tahun) di Padang, dilanjutkan di Sekolah Radja di Fort de Kock (Bukit Tinggi). Ialah perempuan pribumi pertama yang mendapat pelajaran dari kurikulum sekolah Eropa.

Tahun 1903 Alimatoe Saadiah menikah dengan dr Harun Al Rasjid Nasoetion di Padang. Mereka pindah ke Sibolga lalu menetap di Lampung. Putri mereka bernama Ida Loemongga Nasoetion. Harun Al Rasjid ternyata adalah ayah yang sangat perhatian pada pendidikan dan menginginkan sekolah tertinggi bagi anaknya.

Ida Loemongga belajar di ELS Tandjong Karang, dan Prins Hendrik School (afdeeling-B/IPA) di Batavia tahun 1918. Setelah lulus tahun 1922, Ida diterima ujian masuk STOVIA (Sekolah Kedokteran pertama di Hindia Belanda yang jadi cikal bakal Universitas Indonesia). Berkat kecerdasannya Ida direkomendasikan untuk melanjutkan pendidikan ke Negeri Belanda.

Kurang berani apa Si Boru Suti ini. Di usia 18 tahun, Ida Loemongga berangkat sendiri ke Amsterdam Belanda naik kapal laut. Di usia 23 tahun, saat hanya segelintir perempuan Indonesia mengecap pendidikan, Ida Loemongga berhasil memperoleh gelar sarjana kedokteran pada tahun 1927 di Universiteit Utrecht dan langsung mengambil dokter spesialis di Universiteit Lieden.

Di usia 26 tahun Ida Loemongga dipromosikan sebagai Doktor di bidang kedokteran. Ia berhasil mempertahankan disertasinya dengan judul _”Diangnose en Prognose van aangeboren Hartgebreken”_ (Diagnosa dan Prognosa Cacat Jantung Bawaan).

Atas keberhasilannya itu koran Bataviaasch Nieuwsblad memberitakan bahwa Ida Loemongga Nasution, putri dari Haroen Al Rasjid, adalah perempuan pribumi pertama yang meraih Doktor, Ph.D., di bidang kedokteran.

Banggalah menjadi perempuan Indonesia, lanjutkan keteladanan mereka.

Apa hal terbaik yang bisa dilakukan hari ini untuk menjadi perempuan terbaik yang bisa kita berikan pada bangsa, negara dan orang tua, belajar dari Dr. Ida Loemongga Nasoetion, PhD, dan ibunya, Aalimatoe Saadiyah?

 

Sumber: http://akhirmh.blogspot.co.id/2014/12/bag-8-sejarah-padang-sidempuan-dr-ida.html

Advertisements

2 comments

  1. I am Evert Reerink, the eldest son of Ida Loemongga Haroen Nasution, living in Negara Belanda. Can I start a discussion with the author of the information provided above? There is so much that dr. Ida’s children do not know. Thank you very much

    Like

  2. Thank you for reaching out to me. This is the source of this blog post:

    Tapanuli Selatan Dalam Angka: Bag-8. Sejarah Padang Sidempuan: ‘Dr. Ida Loemongga, PhD, Dinasti Guru dan Dokter: Like Son, Like Father; Like Girl, Like Mother’
    http://akhirmh.blogspot.co.id/2014/12/bag-8-sejarah-padang-sidempuan-dr-ida.html?m=1

    The author has written a lot about Tapanuli, so it must be very good for you to find out the author of this blog and be in touch with him or her. I will also do the same, and if I can help you find out I will be in touch with you again.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s