Skip to content
Advertisements

Yang fana adalah waktu. Kita abadi. Sudah siapkah kita?

Assalamu’alaikum ww

Selamat pagi semuanya.
Ini ada lagi puisi Sapardi Djoko Damono yang sangat indah….

πŸŒΊπŸŽ€πŸŒΏπŸŒΊπŸŽ€πŸŒΏ

Pada Suatu Hari Nanti

pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau takkan kurelakan sendiri

pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasati
pada suatu hari nanti

impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
kau takkan letih-letihnya kucari

Sapardi Djoko Damono

πŸŽ€πŸŒΏβ€οΈ

Yang Fana Adalah Waktu

Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.

β€œTapi, yang fana adalah waktu, bukan?” tanyamu.
Kita abadi.

Perahu Kertas, Kumpulan Sajak, 1982. Sapardi Djoko Damono.

πŸŽ€πŸŒΏβ€οΈπŸŽ€πŸŒΏβ€οΈ

Semoga kita tak akan pernah lupa bahwa suatu hari kita akan tiada, untuk menghadap pada sang Maha Abadi.

Semoga kita tak akan pernah lupa
Semua detik kini kita lakukan hanya untuk mempersiapkan keabadian.

Sudahkah kita siap dengan iman dan amalan?
Yang membawa keabadian dalam surgaNya?
Yang tak letih-letih membawa berkah bagi dunia sampai akhir zaman?

Sudahkah?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: