Skip to content
Advertisements

Sebutlah namaKu, maka kau akan merasa tenang

kalau-hari-ini-adalah-hari-terakhirmu-apa-yang-akan-kau-lakukan-hari-ini

Kita fikir hidup ini milik kita
Kita fikir tubuh ini pun milik kita
Seharusnya tubuh selalu ikut kemauan kita
Seharusnya hidup ada selamanya
Dan semua yang kita cintai selalu menemani
Dan semua yang kita benci jauh dari kita
Kanker tak mungkin muncul
Segala yang “menyeramkan” itu bukan untuk kita

Tapi ternyata tidak
Tubuh tidak peduli
Hidup tidak peduli
Kita pun kaget dengan berbagai kejadian
Kita tidak mau terima
Kitapun berkata, “seharusnya…” atau “kenapa aku?”

Ternyata hidup bukan milik kita
Tubuh kita bukan milik kita
Hanya Allah yang memiliki kita
Dan kasih sayang Allah yang memutuskan
Siapa orang tua kita dan sifat perilakunya
Pasangan kita, kekurangan dan kelebihannya
Sakit, bencana, musibah yang hadir
Suka atau tidak suka, mereka ada
Suka atau tidak suka, inilah semua jalan hidup kita

Berita bagusnya, Disainer hidup ini tahu yang terbaik
Kabar baiknya, ia sangat cinta pada kita
Dan semua yang diberikanNya sarat dengan kasih sayangNya
Keinginan kita belum tentu yang terbaik
“Seharusnya begini…” kita bilang
Malaikat mungkin akan bilang, “Nggak juga. Nanti lihat. Percaya deh.”
Percaya saja yuk.

Asiknya, kita tinggal menikmati,
Terima fakta bahwa Sang Maha Pencipta tahu lebih banyak
IlmuNya seluas samudra, dan ilmu kita seujung jari
Enak kan? Terima beres.
Sampai di batas hidup yang kita juga tak tahu kapan hadirnya
Bisa hari ini, bisa 100 tahun lagi

Nikmati saja hari ini,
Karena esok belum tentu ada
Nikmati nafas ini,
Karena banyak yang sudah tidak punya lagi
Setiap nafas adalah nafas baru,
Harapan baru,
Kehidupan baru,
Karunia baru,
Tinggal kita isi dengan kebaikan,
Karena nafas berikutnya kita tak pernah tahu

Jaga tubuh sebaik mungkin
Karena mungkin juga 100 tahun lagi kita ada di sini
Kita butuh tubuh pikiran dan jiwa prima untuk terus berkarya
Mengejar surga di dunia sini dan sana.

Kalau hari ini adalah hari terakhir yang Allah berikan,
Apa hal terbaik yang bisa kita lakukan hari ini?
Kalau hari ini adalah hari terakhir bagi mereka yang kita sayangi,
Hal terbaik apa yang bisa kita lakukan untuk meyakinkan mereka akan cinta kita?
Dan kalau masih ada 100 tahun lagi bagi kita,
Bagaimanakah kita harus jaga tubuh, pikiran kita?
Bagaimanakah kita dapat lakukan yang terbaik hari ini?
Dengan syukur akan hari yang masih diberi?
Dengan penuh cinta terbaik karena cinta belum tentu bisa tersampaikan

Kedengarannya klise ya?
Tapi apa rasanya kalau saat hari akhir datang dan kita belum lakukan apa-apa?

Dan apa rasanya kalau kita siap sepenuh hati saat Sang Pencipta memanggil?

 

Ditayangkan juga di

Kalau esok tak ada lagi, apa hal terbaik untuk hari ini?

Advertisements

2 Comments »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: