Skip to content
Advertisements

Kembali kepadaNya setiap hari yuk, tak usah tunggu panggilanNya

one

Manusia itu sungguh sangat lucu
Kalau ada yang meninggal, galau
Katanya jadi takut mati juga
Tidak siap jiwanya dipanggil Ilahi
Masih belum siap bertanggung jawab
Tapi kalau disuruh ibadah mempersiapkan jiwa
Tidak buru-buru, malah larut dengan nikmat dunia
Sibuk bekerja sampai lupa ibadah tepat waktu
Sibuk mengurus “aku mau ini” atau “aku mau itu”
dan tak peduli maunya jiwa yang ingin tenang

Lalu..
Takut juga anak dan pasangan tak terurus.
Memang selama ini yang mencukupi rizki mereka kita gitu?
Bukannya ada yang Maha Mencukupi?
Yang selama ini mengurus kita dan mengurus mereka semua?

Lalu kita bilang
Kita merasa kehilangan mereka yang berpulang
Tapi di lain sisi juga ketakutan
“Kapan giliran kita?”

Laah.. Katanya kehilangan
Tapi kok takut juga kalau giliran datang?
Bukannya kalau giliran datang, kita kumpul kembali?
Harusnya bahagia bukan? Ingin cepat kumpul kembali?

Jadi sesungguhnya apa yang ditakuti?

Hidup adalah masa tugas
Menjadi wakilNya membangun bumi
Menjadi wakilNya menjaga jiwa dan nurani
Agar selalu fitrah, indah dan suci
Itulah hidup
Kalau tugas selesai, kita bisa kembali
Ke pelukan Sang Ilahi
Yang Maha Mencintai dan Mengasihi
Lebih dari orang tua sendiri
Jadi apa yang ditakuti?

Lebih baik kita siapkan jiwa dan ruh kita
Agar kita selalu kembali ke hadapanNya
Selama nyawa masih bersama dengan raga
Setiap detik menyatu denganNya
Sepanjang hidup menyebut namaNya
Setiap saat ada yang berpulang kita mengingatNya
Mengenang pelajaranNya yang diberikan
Melalui kehidupan yang barus saja ditutupNya
Dan menjadikannya sebagai inspirasi kebaikan
Untuk lebih siap lagi bertemu denganNya

Saat kita selalu menyatu denganNya
Saat jiwa kita selalu berusaha fitrah dalam jalanNya
Saat namaNya selalu tersebut dalam setiap kata dan rasa
Maka pertemuan denganNya akan menjadi sesuatu yang indah
Pertemuan dengan Sang Kekasih Hati
Yang mencintai lebih dari cinta Ibu di bumi

Kembalilah kepadaNya setiap hari
Setiap kali kita hadir di hadapanNya
Kembalikkan jiwa, pikiran, akal, tubuh
Sungguh-sungguh kembali kepadaNya
Tak perlu menunggu ajal tiba hadir utuh di hadapanNya

Yuk kita kembali ke Allah selalu dalam hati
Atur pertemuan 17x setiap hari
Melalui al fatihah dalam setiap rakaat
Dalam setiap doa, ucapan dan harapan
Maka insya Allah kita tak lagi takut bertemu denganNya
Tak perlu galau setiap kali ada yang pulang dalam pelukanNya
Karena kita kembali kepadaNya setiap saat
Seumur hidup selama ada di dunia

Bismillah ya…

 

Ditayangkan juga di: Pulang kepadaNya setiap hari yuk, tak perlu menunggu Ia memanggil
Terima kasih kepada Mas Thommy Setiawan, Guruku yang membukakan kesadaran bahwa kematian dan kepulangan kepadaNya adalah dua hal yang berbeda.

Advertisements

2 Comments »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: