Skip to content
Advertisements

Sembuhkan hatimu, maka tubuhpun akan lebih mudah sembuh 

Sebagian besar pasien kalau sudah sakit, pasti nurut 100% pada dokternya. Disuruh scan langsung scan.
Diminta minum obat langsung minum obat.
Diinstruksikan infus, langsung infus.
Dibilang harus suntik, langsung suntik.

Beda dengan penyakit hati.
Kadang orang punya sakit hati yang benar-benar kronis.
Benci banget, dendam banget, nggak suka banget, sedih sekali, sampai trauma.
Tapi semua itu jarang dianggap serius sampai sakitnya berdampak pada tubuh.
Begitu muncul dalam bentuk kanker, diabetes, sakit jantung, baru diatasi.
Dan yang diatasi pun hanya permukannya saja.
Diatasi dengan operasi, obat bertahun-tahun bahkan seumur hidup, kemo, radiasi. Semua yang membuat sel-sel tubuh luluh lantak.
Tapi akar masalahnya tidak diatasi.
Darah tetap dibiarkan asam.
Kondisi tubuh asam.
Pikiran tetap stress, jiwa tak tenang.
Dendam masih banyak. Perasaan masih ga enak.

Maka kemo yang satu berlanjut dengan kemo lain. Obat yang satu harus dilanjut dengan berbagai jenis obat lain. Sampai akhirnya tubuh tak lagi mampu menahan serangan berbagai zat kimia tersebut.
“Stoooop,” jeritnya.
Itulah saat badan dinyatakan resisten terhadap obat dan kemo. Tak lagi merespon seperti sebelumnya.

Padahal sebenarnya semua itu bisa dicegah kalau kita atasi dari dalam sedini mungkin.

Deteksi dini tidak dimulai dengan cancer scan apalagi mammo.
Deteksi dini dimulai dengan cek kondisi hati, perasaan yang naik turun, kebahagiaan setiap hari.

Kalau ada perasaan tak enak, merasa tak berharga, benci, merasa lemah, stress setiap hari, sedih berkepanjangan, jangan tunggu sampai muncul dalam bentuk penyakit. Atasi segera.

Ada segumpal daging yang kalau ia baik maka seluruh tubuh akan baik. Dan kalau ia buruk maka seluruh tubuh akan buruk. Itulah hati.

Yang normal, sesuai dengan niat Sang Pencipta menciptakan, hati ini selalu ada dalam kondisi indah dan baik.
Selalu ikhlas, menerima ketentuanNya, bersyukur, tulus berbagi, dan bahagia bersama. Seperti anak yang selalu bahagia dan tertawa, murni melihat lingkungannya. Seperti itulah kita seharusnya.

Pada saat kita sudah tak lagi seperti itu, itulah saat penyakit muncul. Dan deteksi dini harus dilakukan. Akar permasalahan harus diatasi.
Hati perlu terus dicuci.

Tanda hati bersih dan suci adalah saat kita selalu bahagia atas kebahagiaan orang lain. Selalu semangat berbagi tanpa pamrih.
Selalu happy menerima semua ketentuanNya.
Dibenci? Gapapa. Dosaku jadi ada yang tanggung.
Disakiti? Jaga tubuh dan proteksi diri. Nasehati sebaik mungkin dan terus cintai siapapun ia yang menyakiti.
Didzalimi? Wah, ini dia saatnya doa-doa kita tak ada batasnya dengan Sang Pemberi, Pengasih Penyayang.

Hati akan selalu bahagia atas kebahagiaan orang lain, gembira, apapun yang terjadi, siapapun itu. Termasuk bahagia bagi mereka yang konon kata orang merugikan kita, tapi kita tak perlu merasa rugi. Karena semua ada hikmahnya.

Yuk, kita rajin-rajin sadari – atau periksa diri sendiri, yuk.
Caranya: saat sendiri hanya berdua denganNya, coba deteksi hati. Apa rasa yang ada di hati?
Kalau bahagia untuk diri dan semua orang, bersyukur untuk semuanya. Bagus. Insya Allah aman. Asal jangan kita sabotase diri. Merasa aman padahal sesungguhnya tidak.
Hati-hati karena nanti bisa kecolongan.

Kalau tidak baik, ada rasa sedih, kecewa, benci, dendam, segera action. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

1. Ikhlas
Tarik nafas, buang nafas.
Setiap nafas adalah nafas baru, harapan baru.
Jangan pusing dengan yang lalu dan jangan khawatir dengan yang belum terjadi. Semua kuasaNya, bukan hak kita untuk menggugat.

2. Terima dan hargai.
Allah Maha Besar dan Maha Tahu, jadi semua pasti baik dan bermanfaat. Percaya, yakin, dan hargai kekuasaanNya menciptakan berbagai hal dalam hidup, yang tak sesuai harapan kita.

3. Syukuri: balik bencana jadi karunia.
Bertanyalah: “Kenapa ya kira-kira Allah – Yang Maha Kasih dan sangat mengasihiku, memberikan apapun yang tidak kusukai dan tidak sesuai harapanku ini?
Kira-kira apa kebaikan di baliknya?
Bagaimana aku bisa mensyukurinya?
Apa rasanya bersyukur atas hal ini?

4. Berbagi tanpa pamrih
Apapun hikmah yang ada, pasti bisa dibagi.
Pasti ada pengalaman baru, kesadaran baru, yang bisa diberikan pada yang lain.
Bagilah senyum pada semua.
Doakan semua.
Apa doa yang harus kupanjatkan untuk diriku sendiri dan orang yang terkait?
Apa kira-kira yang kita bisa lakukan dengan lebih baik lagi untuk menjadi wakilNya menbawa kebaikan?

5. Bahagia saat orang lain bahagia
Termasuk orang yang awalnya tak kita sukai, kita benci, kita anggap merugikan.
Semua.
Bagaimana kita bisa bahagia untuk mereka semua?
Bagaimana kita bisa membahagiakan mereka?
Bagaimana kita bisa membawa berkahNya bagi mereka?
Akan menjadi manusia seperti apa kalau kita bisa bahagia untuk mereka semua?
Apa rasanya selalu bahagia untuk semua orang di luar sana?

Saat kita mampu benar-benar membawa kebaikan bagi semua, atas namaNya, sebagai wakilNya, hati akan pelan-pelan mulai menjadi sehat dan bersih kembali.
Penyakit hati pelan-pelan sembuh. Begitu juga penyakit tubuh.

Kita coba yuk, selalu SADARI dan selalu jaga kesehatan hati.
Bismillah ya.

 

Ditayangkan juga di:  Ini dia obat paling ampuh untuk kanker dan sakit seberat apapun

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: