Semua perusahaan dijalankan untuk mengejar profit dan akumulasi kapital, padahal bukan itu yang harus kita pertanggungjawabkan

Semua makhluk diciptakan di dunia untuk beribadah. Dan khusus manusia, diciptakan untuk menjadi wakilNya dalam menjaga bumi, membawa kebaikan dan mencegah kemunkaran. Simpel.

Ini tujuan yang akan ditanya olehNya nanti, perlu kita siapkan jawabannya dari sekarang.
Nah, sekarang mari kita lihat apa tujuan kita bekerja? Sebagian besar orang masih menjawab “Untuk mencari uang,” “Supaya kaya.” Kalau fokusnya hanya ini, seberapa mampu kita memberikan jawaban yang menyenangkanNya? Sejauh apa kita dianggap bertanggung jawab dan melaksanakan tugas dengan baik? Sebesar apa kemungkinan kita mendapat hadiah surgaNya?

Di dunia kerja kita kenal Triple Bottom Line, 3 hal yang harus diukur dalam menjalankan usaha (atau menjalankan hidup di dunia usaha): Profit, People, Planet.
Kita juga kenal Balance Score Card dan Strategy Into Action(SIA). Dan lihat apa yang menjadi fokus? profit. Jarang sekali yang menempatkan planet atau people sebagai tujuan akhir. Sudah bagus diukur, banyak yang masih juga tidak peduli.

Mari kita lihat pertanyaan Sang Pencipta terkait People, Profit, Planet:

Profit: dari mana dan digunakan untuk apa? 

Tidak akan ada penghargaan terhadap akumulasi asset atau kapital saja. Jelas bagiNya ini adalah alat untuk mencapai tujuan yang lebih besar, bukan tujuan itu sendiri.

Planet: bagaimana dikelola, berapa banyak kebaikan yang telah kauciptakan darinya?
Planet pun bagiNya adalah alat, karena jelas disebutkan bahwa seluruh alam semesta diciptakan untuk kepentingan manusia.

People: bagaimana kau perlakukan dan sudah berapa banyak yang kau jaga untuk masuk ke dalam surgaNya?

Kita akan ditanya bagaimana kita “memperlakukan (aka mengelola) manusia” tapi banyak pertanyaan yang menunjukkan bahwa kita harus memimpin manusia (termasuk diri sendiri) untuk menuju surga. Jadi bukan hanya sarana, tapi tujuan.

Dari sini kita bisa lihat, inilah sesungguhnya yang menjadi “tujuan kita diciptakan” dan ini yang akan ditanya. Ini pula yang menentukan kebaikan dan kebahagiaan kita di bumi dan langit.

Ini yang belum pas. Penetapan profit dan target uang yang sebagai tujuan utama perusahaan tidak membantu pemiliknya, investornya, dan seluruh warganya untuk bisa mempersiapkan semua pertanyaanNya. Padahal sebagian besar waktu kita lewatkan untuk bekerja.

Penetapan profit sebagai aspek paling penting dalam usaha bisa berakibat kita mengeksploitasi tubuh kita sendiri, warga dan alam. Kita tak peduli kalau kita boros energi, karena energi disubsidi dan dibayar pajak, termasuk uang rakyat kecil. Kita tak peduli kalau dalam bekerja kita nyampah dalam berbagai bentuk. Karena people dan planet tidak dianggap sepenting profit.

Maka banyak orang yang bunuh diri dalam bekerja, atau lembur tanpa ingat kesehatan dan keluarga, stress karena hubungan yang tidak harmonis di dunia kerja. Banyak pula yang kanker karena cara kerja dan prinsip serta nilai-nilai hidup tidak sejalan. “Karoshi” kata orang Jepang, stress bekerja. Jepang sampai punya kata khusus untuk itu.

Manusia yang selalu ingat bahwa tugas utamanya adalah terhadap “people” dengan mengelola planet dan profit sebaik mungkin, akan fokus memuliakan tubuhnya, pikirannya, jiwanya dan orang lain. Mereka akan fokus bekerja agar semua yang terkait dengannya meningkat kualitas hidupnya secara material, spiritual, emosional, fisikal, intelektual. Dan ini yang harus diukur dan dipandu. Karena kita hanya akan mendapatkan apa yang kita ukur. We’ll only get what we measure.

Bangunlah usaha sebesar mungkin di berbagai negara di seluruh dunia. Karena makin besar usaha makin banyak manusia yang kita sentuh kehidupannya. Untuk itu dapatkan profit sebanyaknya dengan cara yang baik dan dari sumber yang baik. Untuk itu pula kelola planet sebaik mungkin secara lestari. Karena kitalah wakilNya menjaga planet untuk kepentingan umat manusia.

Bangunlah keluarga yang sesejahtera mungkin, dengan memberdayakan sesama manusia dan alam untuk mencapai potensi terbaiknya, bersama memuliakanNya sebagai pembawa berkahNya bagi semesta. Vibrant living, atau rahmatan lil alamin. Uang penting sebagai alat, sehingga tidak bisa mengorbankan aspek people dan planet. Termasuk kesehatan kita dan keluarga.

I have a dream…

Semoga suatu hari semua perusahaan bisa dibangun dengan memuliakan manusia, mengelola alam dan kapital secara berkelanjutan, untuk menjadi wakilNya yang dikasihiNya, diberkahi dan diridloiNya.

Dan suatu hari “people” bisa menempati posisinya yang tepat dalam balance score card, TBL dan SIA. Sebagai manusia yang harus dimuliakan, bersama-sama mengelola alamNya dan kekayaanNya untuk mencari surgaNya di bumi dan di langit.

Aamiin.

Jadi,

Kalau hari ini adalah hari terakhir kita di muka bumi, apa yang dapat kita lakukan lebih baik lagi melalui pekerjaan kita terkait people profit planet, agar dapat menjawab pertanyaanNya besok?

Dan kenapa itu penting bagi kita?

Apa yang dapat kita lakukan untuk membantu keluarga kita menjawab, karena mereka pun bisa dipanggil setiap saat?

Dan kenapa itu penting bagi mereka?

🌿🦋🌺🌿🦋🌺🌿🦋🌺

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s