Kita rutinkan shalat dluha yuk. Kenapa itu penting bagimu? 

Ya Allah,Apabila rizkiku ada di atas langit, Apabila ada dalam bumi, keluarkanlah.Apabila sukar, mudahkanlah.Apabila haram, sucikanlah.Apabila jauh dekatkanlah. Aamiin.png

Teman-teman,

Kita semua pasti banyak deh yang diinginkan. Ada yang mau sembuh, mau sejahtera, pingin bisa sekolah di sekolah terbaik, ingin kirim anak ke kota terbaik, berharap dapat jodoh dan lain-lain. Nah, kita banyak mau, banyak minta sama yang Maha Pemberi, Pengasih dan Penyayang, Sang Maha Penyembuh dan Pemilik Kekayaan. Dan karena permintaan kita semua bukan permintaan yang basic, bukan sekedar ingin bernafas, sudahkah kita mencoba mencari perhatianNya?

Perhatian dan kelebihan-kelebihanNya tentu bisa didapat, kalau kita benar-benar ikuti semua perintahNya, hindari laranganNya. Dan karena ini permintaan extra, ibarat sekolah, kita mau daftar kursus tambahan, harganya harus ekstra juga bukan?

Harga ekstra inilah yang butuh ibadah ekstra, di luar yang wajib. Nah, salah satunya, selain tahajud, adalah shalat dluha.

Kenapa penting sekali bagi kita untuk rutin shalat dluha?

Sedekah untuk semua anggota tubuh.

Jangan sampai kita cuma mau enaknya saja menikmati semua karunia organ yang sehat. Kita perlu sedekah atas semua organ tersebut.

“Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat Sholat Dluha.” (HR Muslim)

Mensucikan diri

Kita banyak mau, bukan? Ya usahakanlah mendapatkan semua dengan “cari muka” kepadaNya. Mana bisa cari muka kalau kita tidak suci. Nah, orang yang Shalat Dluha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah.

“Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dluha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Turmudzi)

Allah juga senang dengan mereka yang rajin bertaubat. Semua manusia punya dosa, jadi kita harus selalu meminta ampun padaNya.

“Barangsiapa yang menunaikan shalat Dhuha ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Allah. *”Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.” (HR. Hakim).

Tercatat sebagai ahli ibadah

Orang yang menunaikan shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah.

“Barangsiapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai.
Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah.
Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu.
Barangsiapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat.
Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.” (HR. At-Thabrani).

Allah berjanji mencukupkan rizki mereka yang rajin shalat dluha

“Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu.” (HR. Abu Darda).

Masuk pintu surga khusus Shalat Dluha

Hidup di dunia sesungguhnya hanya sementara, dan tujuannya hanya untuk mencari bekal untuk masuk surga. Rutin Shalat Dluha adalah salah satu bekal yang terbaik.

“Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dluha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan shalat Dluha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala.”  (HR. At-Thabrani).

Yuk, shalat dluha yuk. Memang kalau kita lihat banyak orang yang mendapatkan apapun yang kita inginkan, padahal mereka tidak melakukan ibadah apapun. Jangan lupa, Allah memberikan karunia bukan hanya sebagai hadiah tapi juga sebagai ujian. Banyak orang yang dibiarkan terlena di dunia dengan gelimang nikmat, dan akhirnya lupa pada jalanNya. Akhirnya tak akan ada bekal untuk hari akhir. Bukan nikmat seperti ini yang kita inginkan, bukan?

Jadi marilah kita bekerja, beribadah, berdoa, mencari izinNya dan ridloNya untuk mendapat kebaikan dunia, hanya dengan tujuan mendapatkan kebaikan di akhirat. Ajak seluruh anggota keluarga, agar kita semua berkumpul kembali nanti dalam surgaNya. Aamiin.

Nah, jadi..

Bagaimana caranya agar kita dapat melaksanakannya dengan lebih baik hari ini?

Bagaimana agar kita bisa menjalankannya dengan lebih baik setiap hari, hati yang satu lebih baik dari sebelumnya?

Dan akan menjadi manusia seperti apakah kita kalau kita rutin menjalankannya dengan lebih baik setiap hari?

Kira-kira apa kata Allah kalau kita kembali kepadaNya dalam kondisi rutin menjalankan Shalat Dluha?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s