Teman dan ibadah

come and join the.png

“Bersahabat dengan orang yang soleh dan dengan orang yang jahat persis seperti berkawan dengan pengedar minyak wangi dan tukang besi (yang menghembus bara api).

Pengedar minyak wangi memberimu atau menjual padamu atau sekurang-kurangnya anda mendapat juga bau wanginya.

Bersama tukang besi bajumu bisa terbakar atau mendapat bau yang apek.” (Riwayat Abu Daud)

Ibadah itu prioritas, di atas apapun, karena kita diciptakanNya hanya untuk ibadah. Dan ibadah di sini adalah ibadah dalam arti luas, termasuk selalu ikhlas, menerima ketentuanNya, bersyukur, sabar, tulus berbagi. Ibadah adalah juga berkeluarga, menjaga makanan, menjaga kesehatan, berkata-kata baik, belajar dan bekerja. Semua itu adalah ibadah, jalan kebaikan menuju keabadian, demi pertemuan dengan Sang Pencipta dan kerinduan kita pada utusanNya, demi bakti pada orang tua dan negara.

Ibadah juga perlu menjadi kesenangan. Saat itulah kita dekat dengan Sang Pencipta. Apa rasanya dekat dengan Yang Maha Sayang, Maha Baik, Maha Pengampun. Rasanya senang sekali kan?

Ada empat jenis teman dan kaitannya dengan ibadah kita:

1. Teman guru ibadah

Berada di dekatnya kita belajar banyak mengenai hakikat dan tata cara ibadah. Kita pun menjadi lebih faham, cerdas dan rajin ibadah, cerdas dalam berbuat kebaikan dan meningkatkan ketakwaan dalam segala aspek kehidupan. Berdekatan dengannya menjadikan kita recharged. Kita diingatkan untuk selalu ikhas, selalu bersyukur, berkata baik dan berprasangka baik padaNya. Inilah sebaik-baik kawan.

2. Teman beribadah

Teman ini adalah sparing partner kita, pendamping dalam beribadah, sahabat tukar pikiran. Bersamanya kita mengupas berbagai hal mengenai ibadah. Kita bisa sama-sama berguru, sama-sama saling mengingatkan dan mendukung. Saat kita lupa ia mengingatkan, saat ia lupa kita selalu senang hati untuk menolong.

Insya Allah bersamanya pula kita saling menarik menuju surga suatu hari nanti. Jaga mereka baik-baik.

3. Teman murid ibadah

Mereka selalu meminta informasi mengenai ibadah, dan membuat kita banyak belajar mengenai ibadah agar bisa menjawab pertanyaan mereka. Jangan merasa lelah atau kesal dengan semua pertanyaan yang tampak bodoh sekalipun, karena kita pun seperti mereka, masih harus selalu berguru. Cuma tingkatannya saja yang berbeda.

Jangan sombong, karena mungkin mereka dikirim Allah kepada kita untuk menambah amal sholeh dan amal jariah kita. Mungkin ilmu yang kita bagi kepada merekalah yang dapat menjadi ilmu yang bermanfaat dan membawa kebaikan bahkan sampai saat kita di akhirat sekalipun.

Syukurilah keberadaan mereka dan bantulah mereka selalu, di manapun mereka berada.

4. Teman monggo ibadah

Keberadaannya tidak membuat kita lebih rajin ibadah atau lebih malas. Mereka senang saja kalau kita ibadah, dan tidak mengganggu ibadah kita. Coba bantu agar mereka dapat menjadi teman beribadah bersama-sama. Siapa tahu keberadaan kita bisa menjadi berkah bagi mereka. Ajak mereka, bangun inspirasi dan buka mata mereka.

Kalau mereka yang tadinya tak rajin ibadah bisa menjadi rajin ibadah, siapa tahu itupun bisa menjadi jalan surga kita kan?

5. Teman pengganggu ibadah

Mereka tidak suka kalau kita ibadah atau berbuat baik dalam jalanNya. “Sok ikhlas, baik hati, sok sok tahu, sok suci, sok dekat dengan Tuhan, aneh, nggak kayak orang biasanya, sombong”.. ada saja sebutan bagi kita setiap kali kita berbuat baik, berkata-kata atau berperilaku baik dalam rangka ibadah.

Bukan hanya itu, mereka juga adalah teman yang senang gossip, suka mengeluh, tidak pernah puas atau galau berkelanjutan. Berdekatan dengan mereka bisa pula menggoda kita ikut menggosip, ikut galau atau ikut mengeluh tiada habis. Belum lagi kalau sampai kita terbawa ikut-ikutan merasa tidak berkecukupan, tak puas dengan hidup, dan marah pada Allah.

Sesungguhnya Allah hadirkan mereka sebagai ujian dan cobaan. Kuatkah kita menahan gempuran mereka? Mampukah kita tetap tegak dalam jalanNya berbuat baik dan berpikiran positif?

Kalau kita kuat, tegaklah di dekat mereka, dan coba bantu mereka melihat manfaat dan nilai-nilai kebaikan ibadah. Siapa tahu mereka bisa menjadi pendorong kita ibadah suatu hari nanti. Dan tentu hal itu menjadi kebaikan bagi kita.

Tapi kalau kita tidak kuat, libur dululah dari mereka, hindari dulu whats app group atau lingkungan yang isinya teman jenis ini. Hati-hati, karena ibadah kita bisa melemah karenanya. Jauhi dulu sampai kita cukup kuat untuk menahan gempuran mereka dan mencoba membantu mereka.

Nah.. itu teman kita.. bagaimana dengan kita sendiri? Kita masuk kelompok mana bagi teman-teman kita?

Dalam upaya kita meraih surga, ingin menjadi teman ibadah seperti apakah kita?

Mengapa itu penting?

Apa hal terkecil yang dapat kita lakukan untuk menjadi teman ibadah yang lebih baik lagi hari ini?

Dan bagaimana kita bisa secara konsisten menjadi lebih baik lagi setiap hari?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s