Skip to content
Advertisements

Benci dan cinta ekstrim sama-sama bahaya, dan sama-sama merugikan

img_3803

Hati-hati dengan benci dan cinta. Apalagi gara-gara pilkada. Ternyata pilkada dan pilpres membawa benci dan cinta ekstrim. Tiba-tiba banyak yang mendukung tanpa analisa dan membenci tanpa pandang bulu pada semua yang tidak sefaham.

Waktu saya remaja, saya sering dengar nasehat, “Jangan terlalu benci, nanti jatuh cinta lho.” Dan adapula yang mengatakan, “Awalnya saya benci luar biasa padanya, eh kok ternyata belakangan malah jadi jatuh cinta.” Nah, ilmu neurosains telah menjelaskan fenomena ini.

  • Cinta erotis mengaktifkan bagian system penghargaan di otak, dan memadamkan bagian otak yang terkait penilaian.
  • Sebaliknya benci mengaktikan bagian otak yang terkait penilaian. Jadi orang yang sedang mabuk cinta tak ingin menilai, tidak kritis, dan hanya ingin menghargai saja. Sebaliknya orang yang sedang dipenuhi rasa benci banyak sekali menilai, melihat bahaya, menghitung, merasa terluka, sampai ingin balas dendam.
  • Cinta dan benci sama-sama mengaktifkan insula, bagian otak yang aktif saat ada yang menyusahkan atau menggelisahkan. Ternyata otak menilai cinta dan benci sama-sama menyusahkan dan menggelisahkan bagi tubuh, sehingga bagian inilah yang aktif. Itulah sebabnyak dalam kondisi cinta dan kondisi benci kita sama-sama merasa gelisah.
  • Cinta dan benci sama-sama mengaktifkan pitamen yang merancang tindakan agresif. Cinta bisa membuat seseorang agresif saat ada pesaing, saat ada yang dinilai mengancam hubungan, dll. Orang yang benci terdorong untuk membalas atau melawan.

Prof Taruna Ikrar, pakar neurosains Indonesia mengingatkan, bahwa cinta berlebihan merugikan, dan benci berlebihan menimbulkan berbagai penyakit yang membahayakan.

Cinta berlebihan membuat kita tidak berfikir panjang, tidak kritis, mudah dipermainkan dan dikendalikan, bahkan bisa sampai tahap merugikan dan mebahayakan hidup. Dan kalau ada yang mengganggu hal itu, maka cinta bisa dengan sangat mudah berubah menjadi benci. Karena bagian otak yang terkena pengaruh adalah sama.

Benci berlebihan membuat tubuh memproduksi zat-zat kimiawi terkait stress yang membuat imunitas tubuh turun, otot menegang, jantung berdebar lebih cepat, tekanan darah naik, meridien tersumbat dan energipun tak bisa mengalir. Kalau hal ini berlangsung dalam jangka waktu lama, sel yang tak mendapatkan energi bisa berubah sifat untuk mempertahankan dirinya dengan berubah menjadi sel kanker. Dan kalau hal itu terjadi di saat imunitas turun akibat rasa benci, maka sel kanker tak bisa diatasi dan bisa berkembang.

Seringkali kita tidak sadar bahwa kita sedang mencintai atau membenci secara ekstrim dalam jangka waktu panjang. Pada saat benci atau cinta ekstrim itu dialami lebih dari 21 hari benci atau cinta ekstrim itu berpotensi menjadi kebiasaan dan menjadi zona nyaman. Begitu jadi kebiasaan, sangat sulit untuk disadari dan dihindari. Maka sangat penting untuk selalu sadar/aware/conscious mengenai apa yang kita rasakan.

Ingatlah selalu bahwa hanya Allah yang benar-benar secara totalitas mencintai kita lebih dari makhluk apapun di dunia ini, sehingga tak ada makhluk yang layak dicintai melebih cinta kita kepadaNya. Maka kita bisa bebas dari rasa cinta ekstrim.

Dan ingatlah bahwa semua orang yang kita benci sesungguhnya dikirim olehNya untuk menguji kesabaran dan ketakwaan kita kepadaNya. Tanpa mereka belum tentu kita punya “mata ujian” yang kita butuhkan untuk masuk surga. Sehingga mereka pun harus disyukuri keberadaannya, dan tak layak dibenci sedemikian rupa. Dan kita bisa bebas dari rasa benci ekstrim.

Percayalah bahwa setiap manusia yang dihadirkan dalam hidup kita, untuk jangka waktu sedetik maupun seumur hidup, punya peran dalam program kebahagiaan kita baik di dunia maupun akhirat. Jadi terima semuanya, dan syukuri semuanya.

Maafkan semua, lepas semua beban, hanya dengan cara itu kita bisa menyembuhkan penyakit apapun yang ada. 

Pada saat kita menyerahkan segalanya padaNya, tak akan lagi ada benci ekstrim dan cinta ekstrim. Dan kita akan lebih sehat lahir batin. Bismillah ya.

Referensi: Kenapa Cinta dan Benci Kerap Dibilang Beda Tipis?

Tayang juga di:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: