Skip to content
Advertisements

Orang-orang yang sukses menjaga keseimbangan dua zat ini dalam tubuhnya

img_5025

Berdasarkan sebuah studi yang ditayangkan di The Journal of Personality and Social Psychology tahun 2016, para pimpinan perusahaan yang memiliki tanggung jawab paling besar memiliki kadar testosterone tertinggi dan kortisol yang terendah, tanpa pandang jenis kelamin, laki atau perempuan.

Penelitian lain menemukan bahwa para pimpinan perusahaan yang memiliki tanggung jawab terbesar kurang memiliki akurasi empati. Mereka tidak terlalu mampu menebak kondisi emosi orang lain. Merekapun lebih mampu menerima berbagai jenis kemampuan dari kelompok yang berbeda-beda.

Testosterone berkontribusi pada sikap pemimpin yang berani take action. Terlalu tinggi bisa membuat seseorang agresif dan terlalu berani ambil resiko. Terlalu rendah membuatnya tidak percaya diri, takut mengambil tindakan dan tampil lemah ketakutan di hadapan orang lain.

Kortisol penting dalam menaggapi bahaya dan ancaman. Terlalu tinggi membuat seseorang sangat stress, semua perubahan dianggap sebagai ancaman, semua orang bisa jadi seperti dinosaurus. Berbagai emosi yang tak menguntungkan, seperti marah dan takut akan muncul. Terlalu rendah membuatnya tak mampu mengantisipasi krisis. Dalam kondisi bahaya ia santai saja.

Kombinasi kortisol yang cukup rendah dan testosterone yang cukup tinggi membuat seseorang mampu cepat mengantisipasi perubahan, beradaptasi, mengambil tindakan di waktu yang tepat, tampil percaya diri dan tetap empati.

Jenis pemimpin dilihat dari kombinasi kortisol dan testosterone:

  • testosterone tinggi, kortisol rendah: jenis pemimpin yang paling efektif. Mereka percaya diri, tampil berani, mampu mengambil resiko, tahan stress, proaktif dan cepat bereaksi terhadap kondisi.
  • testosterone rendah, kortisol rendah: kalem, tenang, dan tidak cepat bereaksi saat mereka harus bereaksi terhadap perubahan tuntutan kondisi.
  • testosterone tinggi, kortisol tinggi: mereka tak mampu menghadapi stress, sangat agresif, tidak fokus, dan cepat tersinggung.
  • testosterone rendah, kortisol tinggi: mereka sangat stress dan resah, tak tampil percaya diri

Jadi, kepemimpinan adalah soal hormon. Bagaimanakah agar kita dapat mencapai level testosterone dan kortisol yang tepat?

The Power Pose

Bersikaplah sebagai seorang pemimpin yang mampu menguasai dirinya sendiri dan kondisi apapun. Senyum, tegap dan tegak, siap merangkul dan bekerja sama dengan siapapun yang ditemuinya. Posisi badan dan gaya kita berdiri, duduk dan berbicara turut mempengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh kita. Motion determines our emotion, gerakan tubuh kita menentukan emosi kita. Jadi jaga selalu sikap, raut muka dan tatapan seorang pemimpin, persis seperti pemimpin ideal yang kita inginkan.

Ambil kesempitan sebagai kesempatan

Mereka yang berhasil adalah mereka yang mampu berfikir paradoks, mengambil kesempatan dalam kesempitan dan tenang dalam kelapangan. Semua krisis adalah emas, karena hidup adalah permainan besar yang menyenangkan.

Banyak mendekat kepada Sang Maha Kuasa

Semua yang tak mungkin bagi kita adalah urusan kecil bagiNya. Hanya izinNya lah yang perlu didapat. Berdoa sebanyak-banyaknya, cari perhatianNya dan mendekatlah padaNya. Kalau diberi alhamdulillah, kalau tidak artinya tidak baik bagi kita pada saat ini. Ikhlas saja. Sigap maksimal, dan hasilnya terserah Sang Maha Menentukan. Kita bisa memilih menjadi penerima dan manusia yang penuh syukur.

Makan sehat dan tepat saat.

Camilan berkadar gula dan/atau garam tinggi sangat mengganggu keseimbangan testosterone dan kortisol. Begitu juga lemak jahat, minuman berenergi dan berkafein tinggi, makanan/minuman manis-manis, dan 4P (Pemanis, Pengawet, Perasa, Pewarna). Daging dari hewan yang bebas hormon, antibiotik dan diberi pakan sehat juga bisa mendorong produksi testosteron.

Untuk yang vegetarian perbanyaklah makan kacang, sayuran hijau, juga keluarga brokoli, kol, arugula sangat baik untuk testosteron.

Minum air putih yang banyak, sesuai kebutuhan tubuh. Perbanyak serat, rumput laut, makanan/minuman sehat fermentasi untuk dapatkan priobiotik alami. Makanan yang mengandung magnesium dan vitamin B pun penting untuk dicari. Hindari alkohol, dan rokok.

 

Olah raga dan cukup istirahat

Testosterone membutuhkan sprint, angkat beban, jumping jack. Sains menunjukkan bahwa testosteron level mencapai puncaknya sekitar 30 menit setelah berolah raga.

Kortisol membutuhkan olah raga yang menenangkan dan menyatu dengan alam. Kombinasikan keduanya dalam rutinitas hidup kita. Yoga bisa membantu menjaga keseimbangan keduanya.

Cukup tidur meningkatkan testosteron dan menekan kortisol. Riset di University of Chicago menemukan bahwa mereka yang tidur kurang dari 5 jam memiliki testosteron 15% lebih sedikit daripada yang tidur minimum 5 jam.

 

Hindari zat-zat kimia sehari-hari dan konsumsi suplemen

Endocrine-disrupting chemicals (EDC) atau kimia yang mempengaruhi endokrin seperti yang banyak terkandung dalam plastik, pestisida, dan produk-produk kulit sangat mengganggu produksi testosteron. Batasi penggunaan berbagai produk tersebut dan pilihlah alternatif dari plastik dan berbagai zat kimia tersebut.

Makanlah suplemen seperti seng, selenium, vitamin B bisa membantu produksi testosteron.

Hubungan sosial yang sehat

Jangan sampai kesibukan pekerjaan membuat pemimpin tak lagi punya hubungan sosial yang menyenangkan. Persahabatan, pertemanan membuat seorang pemimpin lebih mampu mengelola stress. Jaga silaturahmi, jaga rejeki.

Afirmasi positif

Katakan pada diri sendiri:

Saya mampu menguasai perasaan, perkataan dan perbuatan saya untuk selalu menjadi pembawa rahmatNya dalam setiap situasi.

Saya menerima semua ide dengan pikiran terbuka.

Saya menikmati setiap detik hidup, damai dengan masa lalu dan optimis menghadapi masa depan.

Saya dilindungi Sang Maha Pelindung, saya selalu berusaha mendekat padaNya, dan bagiNya tak ada yang tak mungkin. Saya ikhlas menerima ketentuanNya.

Saya menerima semua rizki, bantuan dan karuniaNya yang dilimpahkanNya melalui semua orang yang ada di sekitar saya, melalui kebaikan maupun teguran dan kesempitan. Saya syukuri semuanya. Alhamdulillah.

Jadi, dengan daftar di atas, bagaimanakah kita dapat menggapai sukses dengan lebih baik lagi?

Dan bagaimana kita dapat terus meningkatkannya setiap hari menjadi lebih baik lagi, demi sukses yang lebih besar lagi?

Sumber:

Your Brain on Hormones: How Neuroscience Can Make You a Better Leader

9 Signals Your Hormones May be Hijacking your Leadership

What Every Man Needs to Know About Natural Testosterone Production & Health

Advertisements

1 Comment »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: