Skip to content
Advertisements

Semua orang bisa menjadi hebat karena semua orang bisa berbagi dan melayani

 


Seorang profesor Harvard meneliti dan menemukan bahwa seseorang akan lebih bahagia apabila ia memberikan uangnya pada mereka yang membutuhkan daripada kalau menggunakan uang tersebut untuk membeli barang yang ia fikir ia senangi.

Peneliti lain dari UC Davis menemukan bahwa pada saat kita berbagi kita merasa terhubung dengan dunia yang lebih luas, dan hal ini membawa perasaan syukur dan bahagia.

Inilah yang dipelajari oleh Ragu Mawana.

Ragu Mawana adalah seorang miskin yang terpinggirkan dan terlupakan. Ia polio sejak kecil. Ia berjalan dengan tangannya dan tinggal di komunitas miskin di India. Suatu hari ia melihat kakek dari Nipun Mehta, pendiri Service Space, membagi-bagikan tanaman. Ragu pun mulai berfikir, ia bisa melakukan hal itu. Karena ia berjalan dengan tangan, ia bisa menyimak dan memperhatikan apa yang terjadi pada semua keluarga dalam komunitasnya. Ia tahu keluarga mana saja yang sedang membutuhkan perhatian. Didatanginya rumah-rumah yang sedang dirundung masalah. Dibawanya tanaman untuk dipelihara bersama dengan seluruh anggota keluarga. Tanaman yang dibawanya adalah tanaman yang dianggap suci di India, maka sambil membawa tanaman tersebut ia mengajak keluarga tersebut berdoa dan bergembira.

Ragu bukan hanya membawa tanaman, tapi Ragu membawa cinta dan kebahagiaan. Ia dengan bersemangat berbagi cerita, mengajak bernyanyi dan membawa energi yang membantu setiap keluarga yang didatanginya.

Ragu akan pergi dengan pesan agar tanaman tersebut dipelihara dan ia pun akan datang kembali memeriksa tanaman tersebut, dengan cintanya, untuk kembali membawa cinta untuk setiap keluarga yang didatanginya.

Memberi cinta tidak membuat kita kekurangan cinta. Berbagi cinta membuat kita mendapat lebih banyak cinta.

Memberi cinta tak membutuhkan uang, sehingga setiap orang bisa memberi dengan cara yang unik dan berbeda.

 

Everybody can be great, because everyone can serve, kata Martin Luther King.

Kalau Ragi yang polio, yang hanya bisa berjalan menggunakan tangan, mampu memberi dengan penuh cinta pada banyak keluarga yang didatanginya satu persatu, bagaimana dengan kita?

Apa hal termudah yang bisa kita berikan dengan penuh cinta dengan lebih baik, lebih sering, lebih rutin, mulai saat ini?

Apa yang bisa kita ajarkan pada anak-anak kita, dan semua yang kita pimpin, untuk lebih banyak memberi cinta, lebih sering mulai hari ini?

Kenapa hal itu penting bagi mereka? Bagi kita?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: