Skip to content
Advertisements

Kita tak pernah tahu kapan kebaikan kita mampu mengubah hidup. Just do it.

Namanya Jane, seorang pelajar yang pendiam dan tak terlalu banyak bergaul. Setiap kali kelas selesai ia langsung pergi meninggalkan sekolah dan menjemput seorang anak kecil, June. Teman-temannya di sekolah menggosip bahwa ia adalah seorang perempuan piaraan dan bahwa June adalah seorang anak haram.

Jane dan June hidup berdua. June membuat Jane sangat bahagia. Ia mengisi hari-hari Jane dengan celotehannya dan kegembiraan ala anak-anak pada umumnya. Padahal Jane adalah anak SMA yang selayaknya sedang menjadi bunga di sekolahnya. Ia cantik, menarik, penyayang, dan pasti dengan sangat mudah dapat menjadi kembang di sekolahnya. Tapi tidak, Jane memilih untuk fokus hanya belajar dan mendedikasikan hidupnya untuk mengurus June, membahagiakan June dan mendidik June, si gadis kecil yang kata orang banyak adalah anak haramnya.

Yang sesungguhnya terjadi adalah June ditemukan dalam sebuah tas di tempat sampah suatu hari saat Jane pulang sekolah. June menangis di dalam tas dan menyentuh hati Jane. Ia pun ikut menangis. Jane yang lembut hatinya tak tega meninggalkannya atau menyerahkannya ke panti asuhan. Dibawa pulangnya bayi tersebut dan diasuhnya bayi tanpa dosa itu. Itulah kejadian yang sesungguhnya. Ia tak pernah peduli apa kata orang. Ia fokus pada komitmen barunya. “Lebih baik orang bicara buruk tentang aku daripada tentang June,” katanya.

Dan tak pernah disesalinya keputusan tersebut. Ia mendapatkan kebahagiaan besar dengan membesarkan June seperti anaknya sendiri. Hatinya lembut dan menjadi menjadi makin lembut dengan kehadiran June. Hati yang penuh cinta, mengisi jiwa yang penuh kasih, memancar ke muka, menjadikannya perempuan yang sangat cantik. Cantik yang datang dari hati yang indah, cantik yang datang dari hati yang bahagia atas kebahagiaan orang lain. Cantik yang sesungguhnya.

Bagi June, tentu ia adalah perempuan paling cantik di muka bumi.

Jane tak pernah minta untuk mendapatkan June. Tapi Sang Maha Baik menghadirkannya di tempat sampah. Dan kebaikannya berbuah manis. Hidupnya menjadi sangat bahagia dan sangat cantik.

Mungkin kita tak bisa berbuat baik bagi seluruh umat manusia, tapi kita bisa berbuat baik bagi orang-orang yang dihadirkanNya dalam hidup kita.

Mungkin kita tak bisa memiliki segalanya dalam hidup, tapi bagi mereka kita adalah segalanya dalam hidup mereka.

Mungkin kebaikan kita tak selalu diartikan baik oleh banyak orang, tapi kalau Sang Maha Pencipta menerimanya, itu saja sudah cukup.

Mungkin kita tak bisa menyenangkan hati semua orang, tapi menyenangkan hatiNya pun sudah sangat besar maknanya.

Teruslah fokus berbuat baik, karena kita tak pernah tahu kebaikan mana yang dapat membawa kita ke dalam surgaNya.

Teruslah fokus mencari kesempatan untuk menjadi wakilNya, karena kita tak pernah sangka kapan kesempatan itu hadir. Bahkan tempat sampah pun bisa menjadi tempatnya.

Teruslah fokus melakukan hal-hal yang mungkin terlihat kecil maknanya, karena kita tak pernah tahu apa yang akan diperbuat olehNya dengan hal-hal kecil itu.

Kalau…
Sebuah tulisan bisa mencegah pembacanya bunuh diri,
Sebuah uluran tangan bisa mencegah kematian dan kesengsaraan,
Sepotong roti bisa membangun motivasi dan harapan hidup,
Kebaikan kecil apa yang dapat kau kerjakan dengan lebih baik dan lebih rutin, mulai hari ini?

Apa rasanya kalau sepotong kebaikan kecil yang kita lakukan itu dijadikanNya sebagai pengubah hidup orang lain?

Dan stop menggosip. Siapa tahu orang yang kita cemooh di belakang punggungnya lebih mulia daripada kita.

Dari:

2017: Kebaikan? Just Do It.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: