Kelemahan, sakit dan kehilangan adalah berkah. Syukuri saja.

img_2276

Seorang manager ahli, sangat hebat dalam bidangnya, selalu ingin mengangkat barang yang berat-berat, untuk membuktikan bahwa “Saya bisa, kok.” Beliau menolak bantuan orang lain, apalagi kalau pakai alat bantu. “Saya bisa, kok.” Tapi pelan-pelan tubuhnya menjerit. Nafsunya berkata, “Bisa,” tapi tubuhnya berteriak, “Ada batasnya, aku tak kuat lagi.” Dan si nafsu pun terus menekan jeritan si tubuh.

Seorang pemimpin perempuanĀ cantik, sangat pintar dan menjadi panutan banyak teman, dirampok di jalan. Ia pun murka, “Siapa yang berani merampokku?” batinnya. Ia lari kencang dan dikejarnya motor yang mencopetnya. Motor tak terkejar, ia pun terjatuh dengan sangat parah, punggungnya sakit luar biasa. Bukan hanya tas yang hilang, tapi juga kesehatan dan kenyamanan tubuh tanpa sakit. Dan rupanya pengobatannya memerlukan dana lebih dari harga tas yang hilang.

Keduanya kini mengalami penderitaan luar biasa karena syaraf kejepit, betahun-tahun setelah kejadian-kejadian di atas terjadi.

Kira-kira apa pesan Allah dengan menghadirkan dua cerita ini pada kita semua?

Mungkin Allah ingin kita belajar bahwa kita adalah manusia
Yang lengkap paripurna dengan segala sifatnya.
Di mana kelemahan adalah berkah
Kekurangan adalah karunia
Kehilangan adalah hadiah
Kekalahan adalah indah
Dan ketidak berdayaan adalah fitrah
Untuk melengkapi berbagai keberdayaan
Kehebatan dan keunggulan kemanusiaan

Agar kita bisa berserah hanya padaNya
Ikhlas dengan segala ketentuanNya
Menikmati segala keterbatasan
Agar kerja dan usaha maksimal menjadi indah
Karena tak ada lagi paksaan
Bebas dari tuntutan dan keharusan
Kerja ditandai dengan syukur dan bahagia
Tetap maksimal menggali potensi
Tanpa memaksakan hasil yang menjadi wilayahNya

Karena bahagia adalah pilihan
Dan rasa damai serta cukup adala keputusan

Belum berhasil? Belum bisa?
Tak apa. Jalan terus, usaha terbaik terus. Ikhlas, syukuri.
Nikmati keterbatasanmu sebagai hadiahNya
Kira-kira pelajaran apa yang sedang diberikanNya?
Apa kejutan yang disiapkan bagi mereka yang mampu mensyukuri?
Yang harus dipelajari sebelum keberhasilan diridloiNya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s