Skip to content
Advertisements

Impianmu mungkin tak mungkin bagimu, tapi bagiNya tak ada yang tak mungkin.

Indahnya pagi di tahun baru dari atas Bandung …

Pagi ini matahari membuka pagi di Bandung dengan sangat indah. Kupandangi kota yang gemerlap berkilauan dengan lampu-lampunya di sana sini. Indah sekali. Dari gelap, tiba-tiba menyeruak cahaya sang surya. Dan pelan-pelan satu persatu lampu dimatikan, menyambut terang yang datang menyapa.

Tak henti-hentinya mata memandang. Sambil berucap, “Aku bersyukur, dan berjanji menjalankan hari dengan bahagia.”
Sambil menikmati kicauan burung, hembusan angin, lambaian daun, segarnya embun. Semua menyapa Dengan sangat bahagia. Dan aku sangat bahagia.

Di tengah alunan “Sabda Alam” karya alm Chrisye, aku pun teringat sebuah pagi di Nagasaki. Saat aku dibawa rombongan pemerintah daerah setempat menikmati sebuah rumah dengan pemandangan indah memandang pelabuhan Nagasaki.

Aku pun berucap, “Ya Allah, indah sekali pemandangan dari atas bukit ini. Aku ingin sekali punya rumah di atas bukit agar aku bisa memandang ke bawah. Aku tak tahu, ya Allah. Tapi Engkau tahu. Aku tak mampu melihat jalannya saat ini, tapi Kau mampu. BagiMu tak ada yang tak mungkin. Aku serahkan semua padaMu, ya Allah. Kalau Engkau ridlo, izinkanlah aku memiliki rumah dengan pemandangan indah seperti ini.” Dan Aku pun melangkah kembali. Kulempar dan kulupakan doaku. Aku ikhlas, dan kunikmati langkahku, karena aku tahu apapun yang diberikanNya, apakah sesuai dengan doaku atau tidak, adalah yang terbaik.

And here I am…

Kutemukan diriku memandangi kota Bandung di bawahku setahun kemudian. Persis seperti kupandangi Nagasaki di pagi itu. Indah. Tenang. Damai. Penuh syukur, penuh rasa terima kasih tak terhingga.
Rumah ini kecil mungil, jauh, jauh lebih kecil dari rumah di Nagasaki itu. Bahkan ada yang bilang rumah ini tak layak ditinggali. Tapi aku memang tak meminta rumah besar. Aku hanya minta rumah dengan pemandangan indah ke bawah. Dan itulah yang diberikanNya. Maha Besar Engkau, ya Allah.

Aku tak tahu apa yang membuatku layak menerima hadiahNya, dan aku tak perlu tahu. Aku hanya perlu percaya, bahwa Ia Maha Mendengar, Maha Mencukupi, Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Untuk semua doaku kini aku lakukan hal yang sama. Saat aku belum tahu jalan apa yang harus kutempuh untuk mendapatkan apa yang kuinginkan, aku pun mengucap pada Sang Maha Kuasa, “Aku tak tahu caranya ya Allah, tapi Engkau Tahu. Aku tak mampu, tapi Engkau mampu. Kalau Engkau ridlo, izinkanlah ya Allah. Dan aku ikhlas apapun yang Kau berikan itulah yang terbaik. Kuserahkan segalanya hanya padaMu.” Kulepas ke langit dan kulanjutkan langkahku tanpa menoleh lagi ke belakang.

Kalau Allah kabulkan, aku syukuri dan akan kubagi dengan sebanyak-banyaknya orang. Kalau Allah tidak mengabulkan aku yakin Allah punya rencana lain yang lebih baik. Dan itulah yang terbaik. Aku ikhlas, aku nikmati keputusanNya.

Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah. Aku cukup, Aku bahagia dengan semua yang Kau berikan. Alhamdulillah.

Sumber: http://semirahhome.com/2017/01/01/indahnya-pagi-di-tahun-baru-dari-atas-bandung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: